
Saat hampir dalam keputusasaan, datang pertolongan yang tidak disangka. Yin Long yang menyadari ada keanehan langsung menuju tempat pertarungan dan melihat semuanya. Kali ini gadis itu akan menjadi penolongnya di masa depan.
"Tuan, apakah kau melupakan Yin Long? Aku sudah berjanji akan mengikutimu dan terus menolongmu sampai kapanpun. Aku akan melakukan apapun untukmu. Jadi kamu jangan pernah bilang seperti itu lagi."
Yan Sheng melihat wajah Yin Long sebelum dia tertidur lagi. Ia sangat beruntung karena masih ada yang tulus menolongnya disaat keadaan tidak menguntungkan. Ia tersenyum dan akhirnya tidak sadarkan diri.
Gadis itu pun mengendong Yan Sheng dan melompat keluar dari tempat pertarungan. Ia lebih baik membawa pria itu cepat pergi. Jika ditemukan pendekar dan kultivator kuat lagi, akan membuat repot.
"Kita akan pergi ke mana, Tuan? Aku tidak tahu harus ke mana lagi malam ini. Apakah masih ada tempat yang bisa dituju?" Yin Long bertanya pada diri sendiri dan tetap semangat.
Satu-satunya jalan mereka harus segera meninggalkan kota itu. Yin Long dengan cepat menggendong Yan Sheng meninggalkan kota. Ia melewati tembok tinggi. Tentu saja tidak ada penjagaan karena tidak ada prajurit yang berjaga malam ini.
Kaki Yin Long digunakan untuk melompat dan berlari di atas dahan pohon sebelum menuruni tembok. Malam yang semakin larut hanya ada cahaya bulan menerangi. Jalan-jalan sekitarnya juga mulai gelap dan meninggalkan perumahan sampai tiba di sebuah hutan.
Sesampainya di hutan, Yan Sheng diturunkan perlahan dan Yin Long pun mencari ranting pohon untuk membuat api. Setelahnya ia menyalakan api dari mulutnya yang bisa mengeluarkan api. Karena ia seorang naga, tentu saja ia memiliki elemen api yang bisa ia keluarkan kapan saja. Meski belum berlatih menggunakannya.
Kobaran api membakar ranting kering di depan Yin Long dan Yan Sheng. Karena sudah tercipta api unggun, membuat tubuh mereka lebih hangat. Apalagi gadis itu berinisiatif untuk memeluk Yan Sheng untuk semakin menghangatkan malam.
Setelah beberapa saat, Yin Long mulai mengantuk dan terpelap dengan kondisi duduk. Ia memeluk Yan Sheng di depan api unggun yang membuat mereka dijauhkan dari beberapa serangga yang kapan saja bisa mengganggu.
__ADS_1
***
Baru pada pagi harinya Yan Sheng bangun dan sudah tiduran di tanah memeluk seorang gadis yang semalam menolongnya. Melihat bekas api unggun yang sudah padam semalam dan terasa lebih dingin. Tapi hari masih terlalu pagi dan matahari belum sepenuhnya muncul.
Pertama, Yan Sheng melepaskan pelukan Yin Long dengan pelan. Tidak ingin mengganggu tidur penolongnya semalam. Ia duduk dan menghirup udara untuk bernafas lebih panjang. Lalu duduk lebih menjauh dari Yin Long.
"Aku harus meningkatkan kekuatanku lagi. Tapi sebelum itu, harus mengembalikan kekuatanku terlebih dahulu." Yan Sheng duduk bersila lalu menaruh tangannya dengan posisi terbuka ke atas. Lalu ia menghirup udara yang segar masuk melalui saluran pernafasan.
Yan Sheng menghirup udara dan energi qi yang terkuras akibat pertarungan semalam. Menyembuhkan diri dengan cara menyerap energi qi cukup membuatnya lebih segar. Ia juga bisa meningkatkan kultivasinya dengan cara seperti itu. Namun tentu saja membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencapai ranah kultivasi lebih tinggi.
Apalagi pondasinya yang sudah rusak akibat pertarungan dengan An Jiang dan A Sui dulu, ia merasa lebih sulit untuk berkultivasi. Maka ia memerlukan obat untuk mengembalikan pondasinya agar terus berkultivasi dengan baik.
Teringat semalam ia juga menggunakan kekuatan yang seolah memperlambat waktu. Namun semua itu tidak bertahan lama karena kecerobohannya sendiri. Selain itu, dirinya juga tidak memiliki kultivasi yang cukup untuk menggunakan teknik tersebut.
Saat hampir kalah, ia tahu tubuhnya telah dikuasai oleh Ba Yulong. Berada dalam alam bawah sadarnya dan melihat apa yang dilakukan oleh Ba Yulong untuk menyelamatkan dirinya kala itu.
Seandainya tidak ada Ba Yulong dan teknik yang kemarin ia gunakan, maka ia tidak mungkin memiliki kesempatan untuk melarikan diri. Untung saja ia berhasil mengalahkan kultivator Immortal Realm atau Ranah Keabadian.
"Disaat-saat aku mengalami kesulitan, ada yang menolongku tanpa berpikir ulang. Yin Long, aku akan menjagamu dengan segenap kekuatanku. Itu janjiku padamu karena kamu juga menolongku disaat kritis.
__ADS_1
Seumur hidupnya Yan Sheng tidak memiliki teman yang benar-benar ada untuk dirinya. Jika memilikinya, ia tidak akan mementingkan keselamatannya. Bahkan Ba Yulong menolongnya itu juga ada alasan tersendiri. Karena saling menguntungkan. Ia mendapat kekuatan dan Ba Yulong pun bisa bebas bertarung dengan lawan yang hebat.
Setelah menyerap energi qi, Yan Sheng kemudian mencoba menggerakan tubuhnya lalu mengolah energi yang ia serap barusan untuk memukul pohon besar yang ada di depannya. Seketika pohon itu hancur dan roboh. Namun kehancurannya tidak cukup baginya melawan musuh yang kuat.
"Kekuatanku tidak cukup untuk melawan mereka semua. Aku harus berlatih lebih keras lagi." Yan Sheng melesat ke atas pohon dan menemukan beberapa buah dan hewan terbang.
Yin Long yang mendengar suara pohon roboh, bangun dengan mengerjakan matanya. Ia hanya bisa melihat punggung Yan Sheng yang pergi entah ke mana. Tidak lama gadis itu buangun dan mendapati dirinya ingin buang air. Ia pun berlari mencari tempat untuk buang air. Karena ia juga terlalu banyak makan di malam hari.
"Aahh ... sudah tidak tahan lagi!" teriak Yin Long dengan suara keras. Ia berlari menembus semak-semak. Membiarkan pakaian dari istana itu terkoyak ranting pohon.
Sementara Yan Sheng terus mencari makanan untuk mengganjal perutnya. Akibat pertarungan semalam juga membuatnya merasa lapar dan kekurangan energi fisiknya. Setelah mendapat banyak, ia segera kembali namun tidak melihat Yin Long.
"Yin Long? Kamu ke mana? Uh, ke mana perginya gadis itu. Semoga tidak terjadi apa-apa padanya," ucap Yan Sheng menggelengkan kepalanya. Karena tidak merasa ada pergerakan mencurigakan, membuatnya berpikir tenang dan membakar api unggun kembali. Kali ini ia membakar ubi jalar dan beberapa hewan yang ia tangkap.
Di hutan yang tidak ada tanda-tanda kehidupan manusia, hanya beberapa hewan kecil dan tumbuhan. Biasanya tempat yang jarang dijelajahi manusia, ada siluman atau makhluk lain yang tinggal. Dan Yan Sheng juga merasakan ada sesuatu yang mendekat dengan kekuatan besar.
Bukan manusia melainkan makhluk penunggu hutan yang jarang dilalui manusia. Karena merasakan keberadaan manusia, makhluk itu pun menampakan diri. Seekor kucing besar yang memiliki penampilan menyeramkan.
Kucing besar dengan mata berwarna merah dan rambut berwarna emas. Dengan ekor api yang terus menyala. Membuat Yan Sheng tersenyum senang. Karena merasa dirinya beruntung mendapatkan santapan lezat.
__ADS_1
***