Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok
Api Pertarungan


__ADS_3

"Mengapa manusia selalu saja berkelahi? Aku tidak ingin ikut campur dengan mereka." Yin Long masih menikmati makanannya karena kesal atas omongan Qiaofeng. Ini membuatnya merasa tidak mood untuk bertarung. Lawannya juga merupakan pendekar kelas atas.


"Hei, aku melihat kau membawa seorang gadis cantik, Tuan Yan. Kenapa kau masih saja menginginkan nona Qiaofeng?" ujar Shao Lin Pang. Ia melihat kecantikan lain, selain Yong Qiaofeng yang menjadi rebutan.


"Kau benar Shao Lin Pang, kurasa selain Yong Qiaofeng, ada kecantikan lain di sana. Kurasa kita tidak terlalu terburu-buru. Jika tidak mendapatkan putri kerajaan Dayu, kita bisa mengambil gadis itu," tunjuk Anran Ming.


Yan Sheng yang melihat mereka menargetkan Yin Long, membuat pria itu menahan amarah. Ia melesat menyerang ketiganya sekaligus. Pertarungan tiga lawan satu dimulai dengan serangan tangan kosong. Dimana Yan Sheng bisa mengimbangi pukulan ketiganya sekaligus.


"Beraninya melawan kami sekaligus, mau cari mati?" Anran Ming mundur beberapa langkah untuk membuat segel dari belakang. Ia memanfaatkan dua orang yang bertarung melawan Yan Sheng.


"Kalian mau bekerja sama? Jangan harap bisa membuat segel." Yan Sheng tahu pemuda yang mundur tadi ingin membuat segel. Namun ia menyerang terlebih dahulu dengan kecepatan tinggi.


Sebuah tongkat muncul dari cincin ruang milik Yan Sheng. Ia langsung memukul Anran Ming tanpa diketahui. Sebelum Anran Ming menyadarinya, ia sudah terhempas menabrak tiang besar, membuatnya terluka parah.


"Kurang ajar! Rasakan seranganku. Kabut Awan Gelap." Shao Lin Pang mengeluarkan sebuah asap berwarna hitam untuk membuat area sekitar gelap. "Heh, ku yakin kau akan tamat sekarang."


Tempat di sekitar menjadi gelap, membuat beberapa tamu berlarian ke sana ke mari. Membuat keributan dan mencari cara untuk keluar dari kabur berwarna hutan itu. Ada juga pendekar yang bisa mengatasi kabur dengan auranya. Seakan kabut itu tidak mau mendekatinya. Memberi jarak pandang beberapa meter, mengitari tubuhnya.


"Kabut asap mainan dari Kerajaan Awan, memang cukup luar biasa. Memanfaatkan penglihatan lawan yang terbatas, hanya orang-orang hebat yang mampu mengatasinya," puji seorang senior. Tamu undangan yang tidak ingin memihak pihak manapun.


Bagi mereka yang bersikap netral, tidak ingin mengalami kerugian. Maka tidak ingin ikut campur dalam urusan mereka. Bahkan mereka lebih baik diam, meski memiliki kultivasi lebih tinggi.

__ADS_1


"Lihat ke mana kamu?" Shao Lin Pang menyerang Yan Sheng dengan tiba-tiba. Ia menggunakan pisau awan untuk melukai pria itu.


Namun bukannya pisau itu mengenai Yan Sheng, terlebih dahulu Shao Lin Pang mendapatkan serangan dari Bei Long Hai. Seorang pangeran dari kerajaan Matahari itu memang tidak menyukai Shao Lin Pang sejak awal.


"Maafkan aku karena harus jujur. Aku juga tidak akan bekerja sama denganmu, Shao Lin Pang. Kau kira aku bodoh, hah?" Dengan tangan yang diselimuti api, Bei Long Hai telah membuat Shao Lin Pang terjatuh ke tanah.


Karena pengguna jurus itu dikalahkan, membuat kabut hitam menghilang. Yan Sheng juga tidak menyangka, di antara mereka memang tidak ada rasa percaya satu sama lain. Di satu sisi mereka merasa kesal dan hina karena pilihan Qiaofeng yang lebih memilih Yan Sheng. Satu sisi lain, Shao Lin Pang adalah orang yang dikenal licik dan penggoda wanita. Jelas saja dari kedua pertimbangan itu, ia sudah tidak mempercayai siapapun.


"Aku ingin mencari istri dengan caraku sendiri. Kalian dari kerajaan kerdil, tidak mungkin bisa mengalahkanku. Lebih baik mati saja. Dan sekarang giliranmu, tuan muda Yan. Kau mau melawanku?" tantang Bei Long Hai.


"Tidak ada cara lain selain bertarung. Tapi tanganmu sangat berharga jika digunakan seperti itu. Apakah tidak ada niatan untuk menjadi juru masak dengan apimu itu?" ejek Yan Sheng juga menantang pemuda itu dengan percaya diri.


"Tidak layak. Kau tidak layak sama sekali denganku. Lebih baik menyerah dan tinggalkan istana ini atau tinggal di sini selamanya dan menjadi abu."


Yan Sheng berhadapan dengan Bei Long Hai dengan serangan yang menyulut emosi. Keduanya sama kuatnya dalam pertarungan tersebut. Apalagi api yang berkobar, nyatanya tidak membuat Yan Sheng gentar. Malah membuatnya semakin bersemangat.


"Gila! Mereka bertarung dalam kobaran api. Kedua pemuda itu memang gila!" komentar salah seorang tamu undangan yang menjauh dari kobaran api.


"Ini pertama kalinya kulihat ada orang yang mengeluarkan api dari tubuhnya." Lain orang, lain lagi cara persepesinya. Ia mengira pemuda yang sedang bertarung, mengeluarkan api dari tubuhnya.


Namun semua itu hanyalah dugaan atau hasil dari penglihatan. Jurus yang digunakan Bei Long Hai mengeluarkan api dari tangan dan menggunakannya sesuka hati.

__ADS_1


"Ombak Lautan Api!" Bei Long Hai mengeluarkan ombak api besar ke arah Yan Sheng. Dengan api panasnya, ia yakin bisa mengalahkan pria itu dengan mudah.


Yan Sheng memutar tongkatnya dengan gerakan cepat. Sehingga tercipta angin besar yang menghalangi api datang ke arahnya. Ia melompat tinggi dan berdiri di sebuah tiang kecil. Lalu ia menggunakan qinggongnya untuk melompat dan berlari di atas daun yang berterbangan.


"Qinggong yang sangat hebat! Pemuda itu, meski kultivasinya rendah, dia sangat hebat dalam pengendalian qinggongnya. Luar biasa. Tapi keluarga kami tidak akan tinggal diam. Bei Long Hai, cepat hancurkan pemuda itu! Dia sangat berbahaya jika dibiarkan hidup!"


Seorang tetua dari Kerajaan Matahari menyuruh Bei Long Hai untuk menyerang Yan Sheng. Setelah lama mereka bertarung, akhirnya mereka pun merasa lelah.


Yong Zhengzhou telah mengerahkan seluruh kekuatannya setelah berhadapan dengan para tetua dari tiga kerajaan. Membuatnya kesulitan dalam beberapa kali pertarungan. Namun melihat para anak muda itu saling bertarung, membuat tetua dari ketiga kerajaan saling serang.


Pertarungan mereka membuat aula besar itu mengalami banyak kehancuran. Ini adalah efek dari perkataan Yong Qiaofeng yang menyatakan perasaannya pada Yan Sheng. Itu juga yang memicu para pemuda yang berniat melamar, emosinya tidak terkendali.


Api pertarungan membakar semangat dan emosi para kultivator di arena. Seluruh aula menjadi arena pertarungan sengit antara empat kerajaan yang tidak ada habisnya.


"Kali ini tidak ada yang bisa selamat dari lautan api milikku!" Bei Long Hai mengeluarkan api kembali dan menyerang ke atas. "Ombak Api Menerkam Burung!" Seruan dari pemuda itu membuat ombak api besar seperti mulut besar yang menganga.


Yan Sheng menyadari serangan itu dan menghindarinya dengan cepat. Ia mengeluarkan sebuah gulungan sihir yang mengeluarkan air cukup banyak. Membuat api itu mati seketika.


"Kurang ajar! Kau menggunakan gulungan sihir. Tidak kusangka kau menggunakan gulungan mahal itu hanya untuk melawanku." Bei Long Hai tersenyum licik setelah melihat apinya padam.


Pertarungan masih berlanjut antara Yan Sheng dan Bei Long Hai. Namun ternyata itu bukan pertarungan terbesar mereka. Karena para tetua kerajaan juga saling serang dengan kekuatan mereka. Prajurit yang tidak memiliki kultivasi tinggi pun tidak bisa berbuat apapun. Karena mereka juga tidak membawa senjata sama sekali.

__ADS_1


Mereka mengira tidak akan ada pertarungan terjadi. Membuat mereka tidak ada yang membawa senjata. Meski mereka bergerak untuk menangkap biang onar, mereka tidak sanggup melakukannya.


***


__ADS_2