
Vermilion Tiger yang datang bukan hanya lebih kuat. Juga memiliki energi panas yang terpancar dari tubuhnya. Semakin mereka marah, mereka akan mengeluarkan aura panas yang menyengat.
Bagi sebagian kultivator, mereka akan pergi begitu melihat hewan magis tersebut. Setidaknya tidak akan melawan meski jumlahnya hanya satu ekor. Namun yang datang saat ini berjumlah puluhan ekor.
"Kita sudah berusaha mengalahkan mereka yang lemah. Meski sudah meminum pil pembangkit, kita masih saja kewalahan. Dan energi panas ini, sangat menyengat," keluh Ning Yue.
Ning Yue terpental setelah mendapatkan cakaran dari Vermilion Tiger. Ia mengalami luka di punggung saat hendak melarikan diri. Akibatnya sebagian punggungnya menderita sakit yang tak tertahankan. Gadis itu terbaring di tanah dengan darah yang terhenti akibat aura panas cakaran tersebut.
Jika saja Vermilion Tiger tidak memancarkan energi panasnya, maka sudah dipastikan Ning Yue akan mengalami pendarahan parah. Tou Zhao yang menyadari anak muridnya mengalami luka parah, membuatnya melesat dengan cepat untuk menutup luka.
"Tetua Fang, tolong urus ini! Aku akan selamatkan gadis bodoh itu!" seru Tou Zhao memberikan instruksi. Ia tidak peduli dengan perlombaannya lagi. Karena lebih mementingkan nyawa.
"Baiklah, kita akan melanjutkan lombanya kapan saja. Kau bisa tenang sekarang?" Fang Gong menjawab dengan santai. Karena nyawa Ning Yue ada di tangan sang Master Alkemis. Tidak ada yang meragukan ilmu pengobatannya.
"Akan sangat berbahaya jika energi panas di lukamu menjadi lebih dingin. Maka itu adalah awal dari pendarahan paling fatal. Gadis bodoh, kau jangan berbaring di sini. Setidaknya kau berusaha duduk. Aku akan mengobati lukamu!"
Ning Yue mengangguk dan duduk di depan Tou Zhao. Lalu ia membiarkan luka di punggungnya diberi bubuk obat. Setelah itu Tou Zhao memberi perban agar bisa menutup luka dengan baik.
"Cepat minum obat pereda rasa sakit ini! Aku akan menyalurkan energi panas ke dalam tubuhmu. Kau tahan sedikit rasa sakitnya. Setelah ini, kau bisa istirahat dahulu."
"Terima kasih, Tetua Zhou. Tapi aku masih bisa mengalahkan mereka semua. Aku harus segera bantun." Ning Yue tetap bersikukuh untuk melawan meski kekuatannya sudah terkuras habis.
__ADS_1
"Gadis keras kepala! Kalau nyawamu dalam bahaya, bagaimana aku menjelaskan pada patriak dan yang lainnya? Terpaksa aku harus lakukan ini."
Untuk menjaga Ning Yue tetap aman, Tou Zhao memberikan pukulan agar gadis keras kepala itu pingsan. Ia lalu membuat sebuah formasi perlindungan untuk melindungi diri dari apapun yang mendekat.
"Ini mungkin bisa bertahan selama beberapa saat. Semoga saja sempat mengalahkan hewan-hewan itu sebelum formasinya hilang." Setelah membuat formasi, Tou Zhao meninggalkan tempat itu lalu kembali meneruskan pertarungan dengan para Vermilion Tiger.
"Cepat kau kembalinya? Aku akan mengurus yang di sebelah sana! Ini bagianmu sekarang! Kita lanjutkan pertaruhan kita!"
Begitu sang Master Alkemis menyelesaikan pengobatannya, Fang Gong langsung mengajaknya kembali bertaruh. Ia akan langsung menghabisi mereka yang sudah ada dalam jangkauan.
"Tetua! Apakah kalian melupakanku? Aku tidak sanggup lagi!" Han Doran yang sudah bertarung mati-matian kini juga kehabisan energi. Meski sudah mendapatkan dua puluh persen kekuatannya. Tetapi untuk berhadapan satu lawan satu adalah kesulitan baginya.
Saat ini mereka tidak bisa menyembunyikan ranah kultivasinya. Karena harus menggunakan kekuatan penuh untuk menghadapi para Vermilion Tiger. Untungnya para praktisi lain sudah terlalu jauh. Mereka mementingkan menaiki puncak dari bukit untuk mendapatkan harta yang lebih berharga.
"Hanya Magical Realm saja, mengapa rasanya sangat sulit?" Yan Sheng menghadapi ujian untuk menerobos. Energi penuh dari dalam tubuhnya membuatnya merasa sakit di sekujur tubuhnya.
"Kebocoran kultivasi? Mengapa hanya menerobos ranah itu, mengalami kebocoran kultivasi? Setidaknya dia berada dalam ranah yang lebih tinggi lagi." Fang Gong melihat ke belakang dan itu sebuah kejutan untuknya.
"Tidak usah dipikirkan. Kurasa dia sebelumnya mengalami kemunduran kultivasi. Sehingga kelebihan energi spiritual membuatnya kehilangan begitu banyak. Setidaknya dia masih bisa menerobos dalam kondisi seperti itu. Sangat tidak mudah bagi pemuda itu melakukannya."
Tou Zhao tidak bisa menjelaskan secara merinci. Tapi ia pernah mendengar hal itu sebelumnya. Ketika seorang yang mengaku kemunduran kultivasi, akan mengalami hal-hal tak terduga. Mereka akan mengalami kesulitan menerobos meski hanya satu tingkat.
__ADS_1
"Mengapa kalian masih saja melupakan aku?" keluh Han Doran. Ia sudah mati-matian menahan para Vermilion Tiger dengan kekuatannya. Namun ia sudah tidak bisa bertahan lagi. Berkali-kali terdorong ke belakang setelah menahan serangan.
"Kenapa murid-murid dari Teratai Emas begitu lemah? Huh, padahal kalian berdua adalah murid luar paling kuat. Sebentar lagi akan menjadi murid dalam. Ah, aku tidak bisa hanya mengandalkan kalian. Kita harus merekrut satu murid berpotensi lagi." Fang Gong seketika melihat Yin Long yang tidak kalau dari mereka.
Yin Long adalah bakat muda yang berusia di bawah dua puluh tahun. Jelas itu adalah sebuah keuntungan besar bagi perguruan. Apalagi gadis itu memiliki pusaka bumi yang sangat hebat. Membuatnya bisa menduduki peringkat ketika menjadi murid dalam.
Namun saat melihat Yan Sheng, tidak mudah untuk membawa gadis itu. Karena pasti akan membuat masalah ke depan. Ia harus memikirkan cara agar bisa merekrut gadis itu tanpa menyinggung perasaan Yan Sheng.
"Seandainya kau belum mencapai umur dua puluh tahun, mungkin ada kesempatan. Namun aku tidak bisa melanggar peraturan. Ah, aku harus memikirkan cara." Fang Gong tetap tidak bergerak meski Vermilion Tiger masih terus menyerang.
Saat ini yang tengah bertarung mati-matian adalah Han Doran. Ia berkali-kali kehilangan keseimbangan dan kesulitan mengeluarkan elemen kayu untuk bertahan. Begitu ia keluarkan, memiliki daya tahan yang sangat lemah.
Kembali ke Yan Sheng, saat ini ia menghadapi hal yang menyakitkan. Seluruh pembuluh darahnya hampir pecah. Meridiannya mengalami perubahan dan menyakitkan. Hal lainnya adalah energi spiritual yang sangat cepat memasuki tubuhnya. Meski energi itu bocor juga, gumpalan darah keluar dari mulut pria yang pernah menyandang sebagai Pendekar Pedang Naga Giok itu.
"Aakhh!" jerit Yan Sheng yang mengalami rasa sakit begitu luar biasa. Beberapa saat ia tak tahan dan membuatnya menerobos ke ranah yang lebih tinggi. "Akhirnya aku menerobos juga." Yan Sheng terjatuh setelah berhasil menerobos. Saat ini ia sudah berada pada titik paling lemahnya.
"Tuan. Apakah kau baik-baik saja?" Yin Long bergegas berlari menghampiri Yan Sheng. Mengangkat kepalanya untuk dipangku di atas pahanya.
"Hah ... akhirnya aku sudah menerobos. Tidak apa-apa. Kau jangan memperlihatkan wajah sedih itu padaku. Aku hanya menerobos ranah yang lebih tinggi. Aku harus memperkuat pondasi tubuhku. Kau bantu aku dalam posisi duduk bersila."
***
__ADS_1