Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok
Turun Ke Lembah


__ADS_3

"Dengan ini, berakhirlah!" Han Doran menyerang musuh dengan menggunakan pedang batu. Menusuknya dengan kekuatan maksimal.


"Aku juga sudah selesai. Sekarang saatnya mengumpulkan harta, hehehe." Ning Yue tidak ambil pusing setelah membunuh banyak orang. Ia segera mengambil kantung ruang mayat-mayat yang tergeletak di tanah.


Beberapa ada yang mati dengan luka bakar. Ada yang terluka karena sayatan dan tusukan. Ada juga yang kepalanya pecah setelah menerima pukulan Han Doran. Banyak juga yang tubuhnya membeku setelah terkena anak panah Yin Long.


"Bagaimanapun juga, kita telah membunuh banyak. Sekarang kalian bisa mengambil harta-harta itu." Yan Sheng membiarkan Ning Yue dan Yin Long mengumpulkan harta para perampok yang telah mati itu.


"Ah, ini lumayan banyak dari sebelumnya. Mereka memiliki banyak koin emas dan perak. Ah, di sini juga ada batu roh tingkat rendah. Sangat luar biasa." Ning Yue tampak senang dengan hasil rampasannya.


Setelah mengumpulkan semuanya, mereka juga menguburkan orang-orang itu agar tidak mengundang hewan buas yang berada di sekitar. Mereka sudah dekat dengan tempat di mana tanaman herbal berada.


Setelah menstabilkan kekuatan kembali, mereka tidak membuang-buang waktu. Yan Sheng mengeluarkan satu kipas dari cincin ruangnya. Tanpa membawa hasil rampasan satupun. Karena semuanya disimpan oleh Ning Yue. Dan akan dibagikan setelah meninggalkan bukit Penglai.


Matahari berada di sudut empat puluh lima derajat. Sehingga masih pagi untuk melakukan perburuan tanaman herbal. Ada juga tanaman spiritual yang akan didapatkan dengan kerja keras. Yang dimana biasanya ada yang menjaganya.


Untuk menuju ke tempat tanaman spiritual berada, mereka harus turun ke lembah. Di mana mereka harus menghabiskan waktu berjalan selama setengah hari. Namun itu jika dilakukan oleh orang biasa. Mereka akan mencari jalan memutar dan melalui jalan setapak yang rawan longsor.


"Apa kalian akan lompat ke bawah begitu saja?" tanya Yan Sheng pada semuanya. Ia tidak yakin karena kedalaman lembah tidak diketahui.


"Bukankah Tuan Yan sendiri bisa melakukannya? Dengan qinggong yang dikuasai oleh Tuan Yan, ini adalah hal yang sangat mudah, bukan?" balik tanya Tou Zhao.

__ADS_1


"Tentu saja aku bisa melakukannya. Selama tidak ada hambatan lain. Sepertinya hewan atau tanaman pemakan manusia, mungkin bisa melakukannya."


"Hahaha! Begitu rupanya. Tapi kau jangan khawatir. Kita tidak perlu menggunakan kekuatan sama sekali. Sejak kedatangan kami ke kota ini, kita sudah mempersiapkan semuanya."


Fang Gong mengeluarkan sesuatu dari tempat penyimpanannya. Sebuah piringan yang telah diberi kekuatan spiritual dan memiliki formasi yang rumit.


Piringan itu dilepaskan dan berubah menjadi besar. Bisa menampung sepuluh orang jika duduk di atasnya. Sementara di bawah piringan ada kabut hitam dan formasi.


"Tuan Yan, silahkan naik ke piringan ini. Ini adalah kendaraan kita untuk sampai ke bawah," ucap Fang Gong. Pria tua itu mempersilahkan Yan Sheng untuk naik terlebih dahulu.


"Sungguh sebuah rencana yang sempurna. Bahkan Tuan Fang sendiri telah menyiapkan ini semua. Kalau begitu, aku tidak sungkan lagi. Mari semuanya." Yan Sheng maju dan naik ke atas piringan besar itu.


"Silahkan Nona Yin. Kau juga naik duluan," imbuh Fang Gong dengan bangga. Ia sudah menyiapkan benda itu sejak dari perguruan. Yang akan digunakan suatu saat nanti. Pada akhirnya digunakan disaat seperti saat ini.


"Tidak apa-apa. Tetua Fang telah mengatakannya. Jadi kamu bisa naik dan kita juga akan segera naik, kok," balas Ning Yue disertai dengan senyuman.


"Silahkan Nona Yin terlebih dahulu. Kami juga akan naik. Hari ini kami mengandalkan tuan dan nona. Kita akan mendapatkan hal bagus di lembah."


Setelah Yin Long naik, giliran Fang Gong diikuti oleh Tou Zhao. Sementara Han Doran dan Ning Yue membuntuti di belakang. Mereka berada di atas piringan dan piringan itu pun melayang ke udara setelah digerakan dengan kekuatan spiritual.


Fang Gong menyalakan formasi dan muncullah sebuah formasi perlindungan. Formasi berbentuk setengah bola, mengeliling piringan tersebut. Di perjalanan, mereka bisa melihat beberapa hewan magis. Cahaya berwarna biru dari mata makhluk spiritual, membuat mereka terlihat menyeramkan.

__ADS_1


"Kita akan tiba di dasar lembah dalam waktu seperempat hari. Jadi, lebih baik kita waspada karena bisa saja bahaya tiba-tiba." Tou Zhao memberi peringatan. Karena hanya mengandalkan formasi saja, tidaklah cukup.


"Banyak sekali hewan menakutkan di sini. Dan ada tanaman yang memakan hewan juga ada. Ah, rasanya tebing ini juga sangat berbahaya." Ning Yue terlihat waspada dan menggenggam pisau di masing-masing tangannya.


Berbeda dengan Han Doran yang tidak bisa mengeluarkan potensinya. Ia tidak berada di tempat yang memungkinkannya mengeluarkan kekuatan terbesarnya. Ia hanya bisa memukul dengan fisiknya yang besar dan kuat.


"Kamu tidak perlu mengeluarkan panahmu, Yin Long. Tetaplah diam di tempatmu." Yan Sheng tidak memasang kewaspadaan. Ia percaya dengan formasi yang melindungi mereka. Meskipun formasi rusak, masih ada rencana lainnya.


Jika saja piringan itu hancur, Yan Sheng malah bisa mengeluarkan senjata dan berlatih. Setelah menunggu beberapa saat, mereka akhirnya sampai di dasar lembah. Mereka disambut oleh monyet-monyet penunggu tanaman spiritual.


"Sepertinya monyet-monyet itu terancam karena kedatangan kita. Bagaimana mengatasi semuanya? Jumlah mereka mencapai ratusan," ucap Ning Yue. Tubuhnya merinding melihat monyet-monyet itu tersenyum dan memperlihatkan giginya yang tajam.


"Monyet-monyet itu tidak akan melukai kita jika kita menjauh dari pohon itu. Itu adalah pohon Gamang Perak. Itu sangat langka dan memiliki khasiat untuk memperkuat kandungan monyet-monyet yang sedang hamil."


"Wah, ternyata tuan Yan tahu banyak. Lalu, manfaat bagi kita, apakah sama?" tanya Ning Yue penasaran.


"Gamang Perak, memiliki kulit yang keras bagaikan batu. Namun daging di dalamnya penuh dengan serat dan baik untuk pencernaan, jika sudah matang. Buah Gamang Perak yang masih muda, makanan yang sangat cocok untuk monyet hamil. Tentu saja kamu bisa memakannya asalkan tidak memakannya bersama kulitnya."


Seperti yang dikatakan Yan Sheng, para monyet itu sedang melindungi pohon besar yang memiliki banyak buah berwarna perak. Yan Sheng dan yang lainnya turun dari piringan. Setelahnya mereka berjalan dengan kewaspadaan tinggi. Mereka tidak ada yang berani menyinggung monyet-monyet itu.


Monyet yang memiliki tanduk dan taring, merupakan hewan magis yang hidup berkelompok. Mereka hidup di pepohonan dan senang makan buah. Meskipun mereka juga bisa memangsa hewan lain jika terdesak kelaparan. Namun mereka terlihat sedang menunggu buah Gamang Perak.

__ADS_1


"Jangan menatap mata mereka. Sebaiknya kita jangan mengusik dan segera tinggalkan mereka. Dengan itu, kita bisa pergi tanpa membuang tenaga." Fang Gong memimpin jalan dan berjalan melewati bebatuan. Bersembunyi di balik batu dan pohon besar.


***


__ADS_2