Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok
Panah Pembeku Gunung


__ADS_3

"Kali ini tidak akan lepas lagi. Perintahkan untuk semuanya, jangan biarkan Yan Sheng lolos! Ini perintah dari Patriak langsung!"


"Baiklah, kita akan membunuhnya. Orang yang mengalami kemunduran kultivasi tidak bisa berbuat apapun di depan kami. Kau tenang saja, tidak butuh waktu lama membunuhnya."


"Tidak. Kalian tidak perlu membunuhnya. Tetua A Sui sendiri yang akan membunuh orang itu. Kalian hanya perlu ikuti dia dan laporkan setiap gerakannya. Hari ini terus A Sui akan tiba di sini. Jadi kita bisa melihat kekuatan besarnya, huahaha!"


Sejak tadi Yan Sheng mengamati orang-orang dari balik bebatuan. Melihat mereka yang sedang membicarakan dirinya dan menyebut nama A Sui, membuatnya mengerti sesuatu. Jelas itu adalah perintah dari An Jiang dan juga saudaranya, A Sui. Keduanya adalah musuhnya saat ini. Karena penghianatan sepasang kekasih sekaligus saudara kandung tersebut, membuat Yan Sheng mengalami kemunduran kultivasi.


Akibat ulah mereka juga, hampir seluruh senjata dan hartanya habis digunakan untuk bertahan hidup. Setelah mendengar pembicaraan mereka, Yan Sheng jadi tahu kalau An Jiang dan A Sui telah menjadi pemimpin sebuah sekte.


"Sepertinya mereka memang sudah merencanakan sesuatu. Ini bisa gawat karena kultivasiku sudah mengalami kemunduran yang terlampau jauh. Mungkin A Sui saja bisa membuatku kalah."


Yan Sheng sadar dirinya tidak bakal mampu menghadapi A Sui sendiri. Apalagi jika sampai An Jiang yang datang. Sama saja ia bertaruh nyawa dan membuat dirinya terbunuh. Namun tidak ada jalan lain untuk menghadapi mereka. Hanya bisa melarikan diri secepatnya.


Cara apa yang harus dilakukan untuk menghadapi A Sui? Yin Long? Bahkan gadis itu belum banyak belajar bela diri. Sedangkan ranah kultivasinya berada di bawah A Sui. Apalagi jika mereka membawa bawahan dengan jumlah besar.


Seperti yang mereka lakukan saat mengeroyok Yan Sheng, jumlah mereka tidak bisa dihitung oleh pria itu. Kecuali jika mereka memiliki pusaka atau artefak tingkat tinggi. Kemungkinan bisa mengalahkan mereka atau setidaknya bisa lolos dari pertarungan.


"Aku harus segera meninggalkan tempat ini. Pergi sejauh mungkin, agar tidak mati konyol hanya karena kekuatanku yang masih sedikit." Yan Sheng berjalan dengan diam-diam meninggalkan tempat.


Mayat para mata-mata yang mengikuti Yan Sheng telah tergeletak di tanah. Dengan membunuh mereka, ia menemukan beberapa informasi dari beberapa surat yang dipegang. Itu adalah surat perintah untuk mengikutinya dan menunggu A Sui datang.

__ADS_1


Sebelum A Sui menemukan keberadaannya, Yan Sheng membunuh beberapa mata-mata dan mengirim surat palsu dengan merpati mereka. Cara tersebut ampuh untuk mengelabui merekasemua. Dimana dalam surat itu berisi informasi palsu tentang keberadaan Yan Sheng. Ia mengarahkan ke tempat lain yang berlawanan dengan jalan yang akan dituju.


Yan Sheng telah melakukan pekerjaannya sebelum mereka menyadari, orang yang sedang diintai malah membunuh mata-mata dalam bayang. Untuk seorang ahli seperti Yan Sheng, sangat mudah untuk merasakan aura seseorang dari jarak jauh. Penglihatan matanya juga dapat melihat seseorang dari jarak jauh.


"Aku harus segera pergi dari sini. Meski harus membalas perbuatan mereka, saat ini aku tidak mau mati konyol sebelum mendapatkan kembali kultivasiku."


Karena orang yang sedang berbicara itu memiliki kultivasi sama dengannya, ia juga tidak mau gegabah. Setelah meninggalkan jarak cukup jauh, barulah Yan Sheng berlari menggunakan kemampuan qinggongnya.


Tibalah di sebuah goa tempat Yin Long sedang beristirahat setelah latihan. Dalam latihan, Yin Long juga sudah banyak berbuat kesal pada Yan Sheng. Apalagi busur panah yang digunakannya memerlukan banyak energi.


"Panah Pembeku Gunung!" Yin Long merapalkan sebuah mantra yang ia pikirkan sendiri. Ia juga telah belajar menggunakan energi qi dengan tepat.


Tiba-tiba Yan Sheng berkata dari kejauhan dan disengar gadis itu. Hal yang membuatnya senang adalah nama dari busur panah yang baru didapatkannya. Dengan busur itu, bisa membekukan sementara pendekar dan kultivator kuat.


"Tuan? Kau sudah kembali? Apa kau menemukan makanan? Hari ini aku sudah lelah dan tidak sengaja memanah dua orang di sana!"


Yin Long menunjuk ke arah dua orang tergeletak di lantai gua tempat berlatih. Kedua orang tersebut adalah mata-mata yang dikirim oleh An Jiang. Mati mengenaskan dengan kondisi beku akibat terkena panah dari Yin Long.


"Eehh, kamu membunuh seseorang? Ah, kurasa kau sudah tahu ada orang yang sedang mengamati kita? Sepertinya mereka bukan hanya mengikutiku. Tapi juga orang-orang yang berhubungan denganku. Kita harus segera meninggalkan tempat ini."


"Aku akan memanah lagi, Tuan. Kita bisa pergi dari sini nanti kalau aku bisa membekukan gunung ini." Yin Long bersikeras untuk tetap tinggal dalam gua. Meski Yan Sheng yang mengajaknya pergi.

__ADS_1


"Dasar pelayan kurang ajar. Kau sendiri yang meminta untuk dijadikan pelayanku. Namun kamu tidak pernah mau nurut padaku. Kalau begitu, mulai sekarang kau pergi sendiri saja. Dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi."


Karena kesal dengan Yin Long, Yan Sheng keluar dari gua dan meninggalkan tempat persembunyian tersebut. Gadis itu tidak bisa kehilangan pria itu dan membuatnya meninggalkan urusannya.


Teringat janjinya untuk menjadi bawahan Yan Sheng. Bahkan menjadi budak pun dia akan melakukannya asalkan bisa bersama dengan Yan Sheng. Namun kenyataannya ia malah sering membangkang. Bahkan dirinya yang seperti tuannya.


"Tunggu! Tuan! Kamu marah padaku? Aku minta maaf, tapi jangan tinggalkan aku sendiri. Aku janji tidak akan kurang ajar lagi. Larinya cepat sekali, Tuan." Yin Long kebingungan karena tidak bisa mengejar Yan Sheng dan tidak merasakan aura keberadaannya.


Padahal Yin Long telah berlatih merasakan aura seseorang. Ia bisa merasakan keberadaan seseorang dari jarak jauh. Namun ia malah tidak bisa merasakan satu orangpun di dekatnya. Hanya beberapa mata-mata yang berada di tempat jauh.


"Tuan, jangan pergi tinggalkan aku sendiri. Aku janji tidak akan membuatmu marah lagi. Aku akan nurut apa yang kamu katakan! Tuan, di mana kamu?" Yin Long dalam kebingungan dan menangis.


Yin Long juga tahu, qinggong Yan Sheng bisa sangat cepat. Kecepatan maksimalnya tidak bisa disetarakan dengan kecepatan orang lain di ranah kultivasi yang sama. Apalagi gadis itu tidak terlalu bisa melakukannya. Yang berarti hanya bisa mengalahkan kemampuan pendekar yang lebih lemah darinya.


"Dasar cengeng. Bukankah kau bisa pergi ke laut timur sendirian? Kau sudah punya Panah Pembeku Gunung sekarang. Tidak perlu lagi diriku yang mengantarmu. Jika kau ingin aku yang mengantarmu ke laut timur, kau harus menuruti perintahku."


"Tuan? Kau belum pergi? Huhuhu, kamu jahat pada Yin Long! Huhuhu!" Yin Long memukul-mukul Yan Sheng dengan kedua tangannya. Ia juga tidak membawa busur panahnya karena panik.


"Jangan pukuli aku terus. Aku ini adalah tuanmu, bukan? Jadi kau harus belajar bersikap sopan padaku. Kamu ambilah busur panahmu, lalu kita tinggalkan tempat ini."


***

__ADS_1


__ADS_2