
"Tuan, aku sudah membawakan makanan untukmu. Kau makanlah yang banyak. Biar besok kita mendapatkan banyak harta di bukit Penglai." Yin Long masuk tanpa mengetuk pintu. Ia menerobos dengan menendang pintu karena kedua tangannya membawa makanan.
"Apakah kau tidak bisa mengetuk pintu dahulu? Apakah kau sudah bosan menjadi pelayanmu?" Yan Sheng kesal dengan sikap Yin Long yang tetap saja seenaknya sendiri.
Memalukan memang jika memiliki seorang pelayan seperti Yin Long. Tidak ada yang menyangka, hubungan antara pelayan dan majikan begitu tak punya sekat. Tidak ada batasan seperti halnya hubungan antara dua status yang derajatnya berbeda.
Ning Yue yang mendeskripsikan sendiri hubungan antar keduanya. Lantas ia dapat tersenyum lebar melihatnya. Ia tidak bisa mengatakan itu adalah hubungan antara pelayan dan majikan. Itu seperti hubungan antara pria dan wanita. Soal identitas pelayan dan majikan seperti kedok untuk menutupi hubungan antara Yan Sheng dan Yin Long.
"Aku akan bersikap seolah-olah kalian memiliki hubungan majikan dan pelayan. Kalau begitu, aku akan keluar setelah meletakan ini. Kalau ada keperluan lain, bisa panggil saja namaku."
Ning Yue meninggalkan Yan Sheng dan Yin Long. Ia menutup pintu kamar dengan perlahan. Lalu menghilang dengan cepat.
Begitu Ning Yue pergi, Yin Long langsung duduk dan mengambil sembarang makanan yang dihidangkan. Sementara itu Yan Sheng memukul tangan gadis itu dengan kipasnya.
"Apakah tuanmu sudah menyuruhmu untuk makan? Pelayan seharusnya berdiri di belakang majikan. Bukankah harusnya seperti itu?"
"Ah, iya-iya." Dengan gugup, Yin Long mundur dan berdiri di belakang Yan Sheng. Sebenarnya ia merasa aneh dengan sikap pria yang memang sejatinya adalah tuannya.
Dari dulu memang ia sudah meminta untuk dijadikan sebagai pelayan atau bahkan budak. Namun baru kali ini gadis naga itu diperlakukan seperti saat ini. Entah ada yang berubah atau entah apa yang terjadi dengan sikap Yang Sheng saat ini.
Yin Long berdiri di belakang dengan perasaan gugup. Sementara Yan Sheng dengan santainya mengambil sumpit dan memakan, makanan yang ada di meja. Bahkan tidak melirik sedikitpun ke arah Yin Long.
"Apakah Tuan marah padaku? Aku tidak berbuat kesalahan, bukan?" Dengan hati-hati, Yin Long bertanya pada pria yang tengah menikmati makanan yang ia bawa.
__ADS_1
"Siapa yang sedang marah padamu? Bukankah ini adalah hal yang normal sebagai pelayan dan majikan? Aku adalah tuanmu. Dan kau adalah pelayan yang setia menemaniku. Jadi, tidak ada kesalahan sama sekali."
"Tapi sikapmu padaku berbeda dari sebelumnya. Kau tidak seperti ini sebelum kita datang ke sini. Tuan, mengapa kamu berubah? Apakah ada sesuatu yang membuatmu berubah?"
"Siapa yang berubah? Sebagai seorang pelayan, kau banyak bicara. Makanlah apa yang kamu inginkan." Yan Sheng berbicara dengan datar. Tanpa berekspresi dan tanpa melihat ke arah gadis naga.
"Hemm? Maksud Tuan?" Yin Long bingung dengan sikap Yan Sheng. Apa maksud dari ucapan pria itu dengan sikap seperti itu. Bahkan lebih dingin dari sebelumnya.
"Tidak ada maksud apapun. Hanya saja aku ingin kau bersikap seperti layaknya pelayan di depan orang lain. Mungkin malam ini hanya ini saja yang aku ajarkan. Kau boleh duduk dan makan sepuasnya. Namun besok kau harus mulai belajar menjadi pelayan sebenarnya."
"Apa maksud Tuan? Aku belum mengerti apa yang kau katakan. Kalau Yin Long ada salah, tolong tunjukan padaku, aku harus apa?" Yin Long masih belum berani duduk karena masih belum mengerti arti dari ucapan tuannya.
Karena lama tidak merespon dengan benar, membuat Yan Sheng menutup keningnya sendiri. Ia bahkan tidak bisa terlalu serius mengajari gadis yang belum berpengalaman itu. Ia pun menarik tangan Yin Long dan menyuruhnya duduk.
"A-a-ku boleh makan semuanya? Ahihi! Aku boleh makan kan, Tuan? Aku akan makan semuanya, ahihihi." Yin Long mengambil kue bulan yang berbentuk bulat dan lembut.
"Aku membiarkanmu makan sepuasnya, bukan berarti kamu makan seperti babi kelaparan! Kau makanlah dengan adab yang benar. Lihat cara makanku, kau hanya perlu mengikutinya."
Yan Sheng terkadang bingung pada Yin Long yang terkadang bisa menjadi begitu pintar. Namun terkadang bisa sebodoh seperti sekarang. Maka untuk kali ini, ia harus ekstra sabar untuk mengajari hal yang benar.
Berkali-kali gadis naga melakukan kesalahan dan beberapa kali mendapatkan pukulan dengan kipas. Karena terlalu kesal dengan kebodohan gadis itu, membuat Yan Sheng mendiamkannya. Namun esok hari, ia berjanji akan keras mengajar.
"Kamu sekarang ku bebaskan melakukan seperti biasa. Namun kau harus bersiap besok. Kita hanya punya tiga hari untuk mengubah sikap dan kepribadianmu. Dan kau akan tahu nanti, semua akan berguna."
__ADS_1
Yin Long mendengar apa yang dikatakan Yan Sheng. Namun tidak begitu memperhatikannya. Setelah semua hal itu, membuatnya memiliki perasaan berbeda. Ia lebih perhatian dan melirik terus ke arah tuannya.
Makanan di meja benar-benar tandas tak tersisa. Semua telah masuk ke dalam perut sang gadis naga. Dengan habisnya makanan di meja, Yin Long langsung kekenyangan dan mengantuk. Sehingga ia pergi tidur di satu-satunya tempat tidur di kamar itu.
"Huh, bagaimana kau bisa tidur saat aku belum mengatakan boleh atau tidak? Dasar gadis bodoh," ucap Yan Sheng seraya menggelengkan kepalanya.
"Yin Long sangat mengantuk. Kalau tuan mengantuk, tidur sama-sama aja di sini. Ayo, Tuan. Tidur di samping masih luas, huahh ...."
"Kamu tidur saja sekarang. Aku harus berkultivasi sekarang." Yan Sheng membiarkan Yin Long tidur di tempat tidur satu-satunya.
Yan Sheng keluar dari kamar menuju ke atap. Ia melihat semuanya dengan jelas, meski di malam hari. Sebagai penerang, ia mencoba menggunakan api dari tangannya.
"Ini adalah inti api dari kucing berekor api itu. Dengan api ini, mungkin bisa membuat terobosan baru. Eh, orang tua itu sedang ngapain di sana?"
Yan Sheng turun dari atap penginapan. Menuju ke arah seorang pria tua yang sedang merawat tanaman langka. Yan Sheng tidak begitu tahu tentang tanaman langka yang bisa dijadikan sebagai obat.
Sekarang Yan Sheng sudah memiliki inti api dalam dirinya. Sehingga untuk menjadi seorang alkemis adalah hal yang tidak mustahil. Hanya saja ia tidak memiliki guru yang tepat untuk belajar.
"Hahaha! Anak muda yang sangat menarik. Kultivasimu hanya Ranah Ksatria. Namun seperti sudah memasuki Ranah Kekosongan. Ini seperti seorang yang mengalami kemunduran kultivasi. Apakah perkataan orang tua ini benar? Hehehehe ...."
"Tidak ada yang salah dengan ucapanmu. Namun aku mencium bau obat di sini. Yang kutahu, hanya seorang alkemis yang memiliki aroma obat yang begitu pekat. Aku tahu karena penciumanku seperti seekor kucing yang mencium aroma daging."
"Huahaha! Kau sangat! Kau pemuda yang menarik. Apakah kau mau belajar menjadi alkemis? Kurasa kau memiliki potensi besar. Kau akan mengalami kesulitan menerobos ke ranah berikutnya karena kau sudah mengalami kemunduran kultivasi."
__ADS_1
***