Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok
Melawan Penyergapan


__ADS_3

Kehebohan yang dibuat akibat ulah Yin Long itu membuat banyak kekacauan. Akibatnya malam itu tidak ada yang bisa tidur dengan nyenyak. Sedangkan kedua gadis itu kembali ke bawah tanah untuk istirahat.


Hari berikutnya, orang-orang yang kurang tidur pun dilanda rasa kantuk. Namun mereka masih harus bergerak untuk mencari kesempatan. Mereka datang jauh-jauh ke bukit Penglai, bukan hanya demi mendapatkan barang bagus. Memiliki kesempatan mendapatkan pundi-pundi hadiah yang dapat menjamin hidup layak. Tidak sedikit dari mereka yang mengandalkan kenekatan dan berakhir menjadi bawahan tuan muda Lei.


"Aaahh ... semalam tidak bisa tidur. Sekarang harus melanjutkan pencarian. Ah, lelahnya," keluh salah satu bawahan.


"Kita tidak bisa mengeluh. Kita harus mematuhi perintah atasan. Jangan sampai kita dipenggal," lirih bawahan lain yang ada di samping.


Mereka berjalan menggenggam pedang di samping. Diharuskan melindungi orang di dalam kereta. Yang di mana Lei Zuzuran yang bersama para wanita cantik.


Sepeninggal rombongan tuan muda Lei, barulah Yan Sheng dan lainnya keluar. Mereka bisa mengetahui kekuatan rombongan itu tidaklah sederhana. Terutama bawahan utama yang memimpin jalan.


"Jika kita tidak bisa menyembunyikan kekuatan kita, mungkin orang itu akan menyadarinya. Aku tahu, orang itu tidaklah sederhana." Fang Gong berkata sambil mengusap jenggotnya yang terkena debu.


"Kita tidak bisa menyinggung mereka saat ini. Namun kita harus waspada akan serangan musuh. Lebih baik kita pergi ke tempat yang jauh dari mereka. Tuan Yan, bagaimana menurutmu?" tanya Tou Zhao. Menatap ke arah Yan Sheng.


"Orang itu memang tidak sederhana. Aku ingat, saat di luar mereka bukanlah rekan. Bahkan jarak mereka cukup jauh. Aliran mereka pun berbeda-beda. Bahkan murid perguruan pun tunduk pada orang itu. Sebaiknya kita menjauh dari mereka untuk saat ini."


Mendengar kesimpulan Yan Sheng, membuat semuanya mengangguk setuju. Mereka akhirnya meninggalkan tempat itu dan mencari jalan yang berbeda dari rombongan besar tersebut.


Yan Sheng menyibakan kipasnya yang mengeluarkan jarum beracun untuk melumpuhkan serangga yang ada di atas pohon. Ia lalu melihat ke belakang dan merasakan aura yang sangat menusuk. Ia tahu itu perbuatan salah satu yang berada di rombongan.

__ADS_1


"Serangga ini!" seru Tou Zhao. Pria tua itu mengambil serangga yang terkena jarum beracun yang dihempaskan Yan Sheng. "Tidak salah lagi ....."


"Serangga pengendali raga. Ini adalah serangga parasit. Yang dapat mengendalikan tubuh seseorang. Ini adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Untung saja kita tidak terkena jebakan ini." Ning Yue berkomentar dan menjelaskan tentang serangga tersebut.


Banyak yang tidak tahu serangga parasit satu ini. Meskipun berukuran kecil, mampu mengendalikan tubuh seseorang yang dimasuki. Ini bukan serangga yang mampu mengendalikan jiwa. Namun dapat mengendalikan raga atau tubuh seseorang dalam kondisi sadar.


Seseorang yang kemasukan serangga pengendali raga itu masih memiliki pikiran sepenuhnya. Namun ia tidak bisa bergerak sesuai dengan kemauannya. Semua pergerakan dan ucapannya dikendalikan oleh serangga tersebut. Sehingga korban itu akan secara langsung merasakan penderitaan.


Saat orang yang dikendalikan serangga membunuh orang terdekat, maka ia akan melihat dan merasakan bagaimana ia membunuhnya. Secara tidak langsung, itu memberikan serangan psikis bagi korban yang dikendalikan. Seorang praktisi yang mampu mengendalikan serangga-serangga itu pun tidak bisa diremehkan. Sekali terkena jebakan, maka akan sulit untuk melepaskan diri.


"Kita sudah ketahuan sejak awal. Namun orang itu tidak berbuat apa-apa pada kita. Namun berkat tuan Yan ini, kita bisa terhindar dari bahaya. Jika saja salah satu dari kita kemasukan serangga ini." Fang Gong mengernyitkan dahi. Mengepalkan kedua tangannya dan menahan amarahnya.


"Benar apa yang dikatakan oleh tuan Yan. Kita tidak perlu khawatir dengan serangga ini. Hal yang harus kita khawatirkan adalah orang-orang itu. Para praktisi yang sudah dikendalikannya, mungkin menjadi ancaman bagi kita, jika kita berhadapan dengan mereka."


"Jadi, kita akan ke mana, sekarang?" tanya Ning Yue. Gadis itu menatap kedua tetua dan Yan Sheng. Karena mereka bertiga yang bisa memutuskan perjalanan selanjutnya.


"Aku rasa kita harus pergi ke bagian Utara. Di sana terdapat banyak tanaman obat. Kemungkinan ada hewan mistisnya juga. Bagaimana jika kita pergi ke sana?" saran Tou Zhao.


"Kita ikuti apa yang dikatakan tetua Tou. Mari kita berangkat ke sana," ujar Yan Sheng, menyetujui saran dari sang master alkemis.


Selain senjata pusaka, mereka juga membutuhkan obat-obatan untuk memulihkan diri. Setelah itu, mereka juga pasti akan mendapat manfaat yang besar jika mereka mendatangi tempat seperti itu.

__ADS_1


Yan Sheng dan yang lainnya berjalan menuju ke bagian utara bukit Penglai. Mereka menghabiskan waktu setengah hari untuk sampai ke sana karena tidak menemukan tanda-tanda ada serangan maupun adanya jebakan. Namun siapa yang mengira, air kolam yang tenang, banyak buaya di sana.


"Di sini adalah tempat yang terlihat sangat aman. Namun kali ini, kita tidak bisa menganggap enteng. Para tetua dan semuanya, mari kita keluarkan segenap kekuatan kita." Yan Sheng sudah merasakan adanya aura pembunuh yang sedang bersembunyi.


Semua telah bersiap-siap menyerang. Kali ini mereka menggunakan senjata yang dikuasai. Han Doran bersiap untuk membuat dinding tanah untuk memblokir panah yang melesat ke arah mereka. Sementara Fang Gong menyiapkan formasi untuk membuat ilusi. Ning Yue bergerak dengan cepat untuk menaruh senjata-senjatanya. Sementara Yan Sheng dan Tou Zhao sudah bersiap untuk bertarung.


Mengandalkan kipas di tangannya, Yan Sheng melancarkan serangan jarum beracun tak terbatas. Sementara Yin Long menggunakan Panah Pembeku Gunung. Ia melesatkan beberapa anak panah dari dalam kabut.


Yan Sheng bergerak menjauh dari formasi bersama dengan Han Doran. Han Doran membuat tubuhnya menjadi bentuk golem tanah. Sementara Yan Sheng mengeluarkan Tongkat Bambu Selatan. Ia memutarkan tongkat itu untuk menahan anak panah.


'Puluhan Ranah Ksatria, sebelas Ranah Magis. Tiga orang dengan Ranah Misteri. Dan satu orang dengan Ranah Legenda. Sepertinya kita tidak akan menang dengan mudah. Untungnya ada kedua tetua yang kekuatannya saat ini masih belum diperlihatkan.'


Yan Sheng melemparkan kipasnya ke arah kultivator dengan Ranah Ksatria. Ia tidak yakin dapat membunuh semuanya dengan jarum beracun. Namun itu cukup untuk membuat mereka lemah.


"Golem Penghancur! Tembok Tanah Besar!" Han Doran mengeluarkan segenap kekuatannya untuk menahan serangan dan juga menyerang para kultivator yang maju ke arahnya.


"Aku akan mengalahkan semuanya! Hyaa!" Ning Yue bergerak dengan sangat cepat. Dengan pisaunya, ia membuat luka goresan pada lawan.


"Kalian cari mati! Bunuh semua prianya dan sisakan kedua gadis itu untuk dijadikan pelayanku!" tunjuk pemimpin ya memiliki kultivasi paling tinggi. Ia berdiri di dahan pohon besar dan berpegang pada ranting yang kering.


***

__ADS_1


__ADS_2