Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok
Ketiduran


__ADS_3

"Tuan Yan, ini adalah kamar untuk anda. Dan kamar untuk Nona Yin ada di sebelah. Saya akan mengantar Nona Yin. Mari ikuti saya." Pelayan itu pun menatap Yin Long dengan senyuman. Meski takut akan tatapan gadis itu. Ia tidak akan berani berbuat hal-hal tidak menyenangkan.


"Kalian pergilah! Aku bisa ke kamar sendiri. Aku tidak ingin melihat wajah kalian di depan mataku," ujar Yin Long sewot.


"Baiklah, Nona. Kalau Nona dan Tuan memerlukan sesuatu, kami ada di depan. Kalian cukup memanggil kami saja."


Karena takut dengan sikap Yin Long, para pelayan pun meninggalkan mereka. Yan Sheng sendiri tidak memikirkan mereka yang pergi. Hanya saja merasa ada yang aneh dengan Yin Long saat ini. Ia pun masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Namun gadis itu mengikutinya dari belakang.


"Aku mau istirahat, Yin Long. Kamu istirahat juga di kamar samping. Tapi kalau mau tukaran tempat, aku yang akan ke kamar samping. Kamu di sini saja." Yan Sheng hendak meninggalkan kamar karena berpikir Yin Long ingin istirahat di kamar itu.


Namun Yan Sheng salah, ternyata Yin Long malah menarik tangan Yan Sheng. Gadis itu menatap pria dingin itu sejenak lalu mendesah pelan. Bahkan di usianya yang masih sangat muda, ia tahu apa yang dirasakan. Namun tidak bagi Yan Sheng, Yin Long berpikir pria itu benar-benar seorang pria dingin yang kejam.


"Ada apa? Aku sudah sangat mengantuk hari ini. Kalau kamu lapar, biar kupanggil pelayan untuk membuatkan makanan untukmu."


"Enggak, Tuan. Kamu tiduran saja. Mau aku pijat?" tawar Yin Long dengan penuh harap.


"Ah, sudahlah ... kalau begitu kamu mau memijatku. Kau bisa melakukannya di sini. Kebetulan aku lelah bertarung dengan orang-orang itu."


Yan Sheng duduk di kursi sementara Yin Long memijatnya. Dari bagian pundak dan turun ke kaki. Dengan telaten ia memijat Yan Sheng sampai dibuat mengantuk. Yan Sheng tidak menyangka gadis itu belajar banyak selama ini. Ia juga tidak begitu mengerti mengapa bisa seperti sekarang. Entah darimana Yin Long belajar.


Mereka berada di kamar siang hari hingga sore. Seorang pelayan mengetuk pintu kedua kamar. Meski Yin Long tidak ada di kamar yang sebelah. Yan Sheng sudah sempat tidur siang di kursi. Dan Yin Long juga ketiduran, dengan kepala berada di paha pria itu.

__ADS_1


"Tuan! Tuan Yan, kami ke sini untuk mengantarkan pakaian untuk dikenakan di acara nanti malam. Tuan Yan, bolehkah saya masuk ke dalam?"


Karena tidak ada yang menyahut, pelayan itu pun masuk ke dalam dan melihat mereka masih tertidur. Sementara di sebelah tidak menemukan siapapun. Mendengar ada yang masuk ke dalam, Yan Sheng bangun dan merasakan pahanya ada yang menindih. Dan baru sadar kepala Yin Long yang ada di sana.


"Ah, ada apa?" tanya Yan Sheng pada pelayan yang masuk ke dalam.


"Maaf, maaf karena kelancanganku. Aku akan keluar dari sini." Pelayan itu pun membuang pakaian itu ke lantai dan meninggalkan kamar dengan berlari.


Pelayan yang tidak tahu apa-apa pun berpikir yang tidak-tidak tentang kedua orang di dalam kamar. Ia menghampiri pelayan yang ada di kamar sebelah dan menariknya.


"Hei, gadis itu tidak ada di sini. Karena dia sedang tidur dengan tuan Yan." Pelayan itu mengatakan apa yang ia lihat pada pelayan yang masuk ke kamar Yin Long.


"Ohh, sayang sekali. Tapi kasihan tuan putri. Kelihatannya tuan putri sangat menyukai tuan Yang. Ah, sudahlah ... lebih baik kita serahkan pakaian saja lalu memberitahu mereka tentang makan malamnya. Ayo aku akan ikut bersamamu."


"Sebenarnya apa yang kalian lakukan? Ini pakaian untuk apa? Apakah harus mengenakan ini untuk perjamuan malam ini?" tebak Yan Sheng di depan pelayan.


"I-iya, Tuan. Ini juga pakaian untuk nona Yin. Nanti malam raja akan mengadakan perjamuan untuk kepulangan putri Qiaofeng. Sekaligus memperkenalkan seorang yang menjadi suami tuan putri. Selain itu, juga menyambut tuan dan nona yang telah menyelamatkan tuan putri kami."


"Oh, baguslah ... kalau begitu, di mana kamar mandinya? Harusnya sebelum acara ini, harus mandi terlebih dahulu. Hari ini sangat melelahkan setelah pertarungan itu."


Kedua pelayan saling pandang dan merasa ada apa-apanya dengan Yan Sheng dan Yin Long. Mereka tidak bisa ikut campur masalah itu dan segera pamit sebelum menjawab letak kamar mandi. Sehingga membuat Yan Sheng menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kenapa pelayannya pada begini? Ah, sudahlah. Lebih baik cari sendiri. Masa istana sebesar ini tidak memiliki kamar mandi?" Yan Sheng keluar dari kamarnya untuk mencari kamar mandi.


Berjalan melewati beberapa kamar dan ruangan. Ia juga merasa lapar tapi bisa menahannya untuk nanti malam. Namun ia yakin Yin Long tidak bisa menahan lapar ketika bangun nanti. Maka ia pun mencari sesuatu untuk dimakan juga.


Saat melewati satu ruangan, Yan Sheng merasakan aura mencurigakan. Ia memejamkan mata, konsentrasi untuk menyelidiki ada apa di dalam. Dan tidak ada satu orangpun di sana. Hanya saja merasa ada sesuatu yang tidak beres. Membuat dirinya penasaran dan masuk ke dalam.


"Apa ini? Sebuah batu bersinar? Ah, apapun ini, pasti sesuatu yang tidak biasa. Andaikan si pedang naga giok ada di sini, mungkin dia tahu apa ini. Tapi sayangnya tidak bisa bicara lagi."


Yan Sheng merasakan dirinya disedot oleh batu berwarna hijau muda itu. Dirinya berada di sebuah alam yang berbeda dari sebelumnya. Terlihat sesosok makhluk kecil berwarna hijau seukuran kucing.


Makhluk itu memiliki rambut berwarna hijau dengan dua tanduk kecil di kepalanya. Hampir seperti seekor kucing tapi berdiri dan tidak memiliki taring. Terlihat lucu dan menggemaskan jika yang melihat itu seorang gadis.


"Tidak kusangka ada manusia yang bisa masuk ke dalam alam bawah sadarku. Ah, kau sangat menakutkan, Tuan. Dan apa ini? Di tubuhmu ada sesuatu yang berbahaya."


"Makhluk kecil bisa bicara, sebenarnya apa yang terjadi? Tempat seperti apakah ini? Dan apa yang akan terjadi nantinya? Aku tidak tahu apapun tentang semua ini." Yan Sheng bertanya pada makhluk kecil berwarna hijau itu.


"Apa? Bukannya kamu yang masuk ke dalam alam bawah sadarku? Kamu jangan mengada-ada manusia bodoh. Aku pun tidak tahu maksud kedatangan mu ke sini. Tapi karena sudah datang ke sini, kau tidak bisa keluar dari sini, bukan? Sayang sekali, kau akan tetap di sini selamanya."


"Ini sesuatu yang tidak ku inginkan. Tapi kurasa kau hanya membual saja. Aku tidak punya waktu untuk mengajakmu berdebat. Katakan bagaimana caraku keluar dari sini?"


"Mana ku tahu? Lagipula kau sendiri yang masuk ke dalam dunia ini. Jadi kau bisa hidup di sini selamanya." Makhluk kecil itu berjalan menjauh. Dengan langkahnya yang kecil dan pelan.

__ADS_1


***


__ADS_2