
"Hentikan pertarungannya! Tidak ada yang diizinkan bertarung di wilayahku. Atau, harus menanggung akibatnya."
Seorang dengan berpakaian serta rambut putih menghentikan pertarungan antara kedua praktisi. Seketika serangan keduanya lenyap dengan sendirinya.
"Kalau kalian ingin sekali bertarung, tunggu tiga hari lagi. Di Bukit Penglai kalian bebas bertarung dan membunuh. Saat kalian di sini, harap mematuhi aturan."
Pria berpenampilan serba putih itu terbang dengan sepasang sayap di punggungnya. Sayap itu menunjukkan kekuatannya tidaklah biasa. Kekuatan aura penekanan yang membuat orang-orang di sekitar tak bisa berbuat apapun.
"Apa-apaan ini? Kenapa tubuhku sulit bergerak? Si-siapa sebenarnya orang itu? Yang benar saja."
"Tidak, aku sulit bernafas. Bagaimana mungkin ada orang sekuat ini? Kita tidak mungkin menang melawannya."
"Mati! Mati mati mati. Ini bukanlah yang aku inginkan datang ke tempat ini."
Banyak praktisi yang telah mengalami trauma karena tekanan aura yang dipancarkan pria serba putih itu. Ada beberapa yang masih bertahan dan tak berpengaruh. Namun kebanyakan dari mereka hanya bisa terdiam.
"Kalau sudah tenang, aku juga akan tenang. Kalian tunggulah tiga hari dari sekarang. Sampai jumpa tiga hari lagi. Kuharap tidak ada kejadian seperti ini lagi."
Dengan dikatakannya kalimat terakhir itu, pria yang serba putih terbang meninggalkan lokasi pertarungan. Setelah kepergian kultivator yang memiliki kekuatan tinggi itu, semua orang terlepas dari aura yang menekan.
"Yang tadi itu, hampir saja. Tuan, apakah kau tahu orang itu? Dari tadi kau melihatnya tanpa berkedip?" tanya Yin Long. Gadis naga itu khawatir dan menggenggam tangan tuannya.
"Apa? Oh, barusan ... kau tidak perlu memikirkan itu. Sebaiknya kau jangan tunjukan basis kultivasimu. Dengan menyembunyikan kultivasi sebenarnya, maka kau tidak akan diincar. Kita harus menjauh dari masalah."
"Baik, Tuan. Yin Long akan melakukan apa yang Tuan perintahkan. Bagaimana jika seperti ini?" Yin Long menekan kultivasinya hingga ranah Knight Realm.
__ADS_1
"Itu sudah cukup. Kukira dengan seperti itu, kau tidak terlalu diganggu orang. Kita akan mencari penginapan dekat sini." Yan Sheng berjalan melalui jalan umum. Berusaha untuk tidak terlibat masalah dengan orang lain.
Keinginan untuk tidak terlibat dengan orang lain hanyalah keinginan semata. Nyatanya banyak praktisi yang menatap ke arah Yin Long dan Yan Sheng. Meski tidak dapat dipungkiri, mereka tertarik dengan gadis di belakang.
"Hei, Nona cantik. Apakah kau berniat ikut dengan kelompok kami? Kamu hanya harus tinggalkan pria tidak berguna di depanmu." Seorang pria kekar menyapa dan mengajak Yin Long secara langsung.
Dengan senyuman penuh arti, pria bertubuh besar dan tinggi tertarik dengan penampilan gadis naga yang menjadi manusia itu. Meski tidak ada yang tahu identitas asli dari Yin Long kecuali Yan Sheng.
Ada beberapa praktisi yang berada di belakang. Berjumlah belasan hingga puluhan kelompok yang tidak saling kenal. Mereka membentuk grup sendiri dan beberapa ada yang datang bersama anggota sekte maupun perguruan.
"Woy, woy, woyy ... apa kalian mau mencari keributan lagi? Maaf untuk para senior. Tapi gadis itu adalah anggota kami. Dia datang bersama dengan perguruan Bukit Es kami. Bukankah seperti itu, Tuan Yan?"
"Anak kecil dari mana ini? Wah, ternyata dari perguruan Bukit Es? Kau yang membuat keributan barusan? Mau berurusan dengan sekte kami, hah?"
"Weh ... lagian kau hanya datang sendirian saja. Mana orang Bukit Es-mu, hah? Kita dengarkan kata ketua. Karena ketua yang memutuskan, maka gadis itu akan ikut dengan kami."
'Kenapa datang ke sini malah diincar orang-orang bodoh itu? Padahal sudah berusaha untuk tidak mencolok.' Yan Sheng berpikir dan sesekali melirik Yin Long. Namun tak ada yang aneh dari gadis itu.
Bagi Yan Sheng tidak ada istimewa dari gadis naga yang dibawanya. Ia hanya ingin mencari harta berharga dari bukit Penglai.
Diantara mereka, terdapat banyak kultivator Knight Realm. Ada pula yang berada di bawahnya. Namun ada beberapa tetua sekte maupun perguruan yang mencapai Legend Realm.
Untungnya mereka tidak ada yang berani macam-macam dengan Yin Long dan Yan Sheng. Mereka tidak bisa melakukan hal-hal yang membahayakan. Karena adanya kultivator yang telah membuat ketakutan.
"Kau jangan terlibat atau bicara dengan siapapun di sini. Meski aku tidak tahu alasannya, sebaiknya kau jangan jauh-jauh dariku."
__ADS_1
"Baik, Tuan. Aku akan dekat denganmu." Yin Long mendekap lengan pria di sampingnya. Sengaja menggerakan sepasang bukit kembarnya dengan penuh semangat.
"Ap-ap-apa yang kamu lakukan? Lepaskan sekarang juga." Yan Sheng mencoba melepaskan pelukan Yin Long. Namun pelukan gadis naga itu terlalu kuat dan membuat pria itu hanya bisa menahan sesuatu membludak.
Karena alasan tertentu, Yan Sheng membawa Yin Long berlari menuju penginapan. Untung saja dengan cepat mereka menemukan satu penginapan. Karena mereka akan tinggal tiga hari ke depan, mereka pun memesan kamar untuk tiga hari ke depan.
"Tolong dua kamar." Begitu yang dikatakan Yan Sheng ketika ia memesan kamar untuk mereka. Ia tidak ingin satu kamar dengan Yin Long karena dapat menimbulkan hal-hal berbahaya.
"Tuan, kenapa beli dua kamar? Bukannya itu pemborosan?" Yin Long protes karena ia berpikir, ia pasti akan berbeda tempat tidur dengan Yan Sheng.
Sebenarnya masih banyak kamar kosong yang belum dipesan. Namun pemilik penginapan juga mengantisipasi jumlah orang yang bakal datang ke tempat tersebut. Karena berbagai pertimbangan, pemilik penginapan berinisiatif.
"Tuan, kami tidak menyediakan banyak kamar. Kebetulan semua kamar sudah ada yang memesan tempo hari. Jadi, benar yang dikatakan oleh gadis ini. Bagaimana jika kalian satu ruangan?"
Dengan menyeringai penuh arti, sang pemilik penginapan tersenyum licik ke arah Yan Sheng dan Yin Long. Ia juga sengaja menaikan harga penginapan satu kamar untuk dua harga.
"Ohh, kalau begitu. Kita tidak jadi menginap di sini. Kalau begitu, mungkin kita akan mencari penginapan lain. Terima kasih, selamat malam. Ayo, Yin Long. Kita tinggalkan tempat kotor seperti ini."
Yan Sheng bukanlah orang bodoh yang tidak tahu apa-apa. Ia tahu hanya dari tatapan pemilik penginapan yang terkesan licik. Ia juga tidak berharap banyak tentang penginapan yang isinya para praktisi yang mungkin saja membuat tindakan mencurigakan.
Karena Yan Sheng menyadari ada beberapa pasang mata yang terus mengawasi mereka. Tidak mungkin juga keduanya tinggal di tempat yang tidak aman.
'Sepertinya mereka tidak akan berhenti sampai aku membunuh mereka. Jika kita bertarung secara terbuka, kemungkinan tidak akan bisa. Tapi bagaimana jika membunuh secara diam-diam?'
Sifat tidak suka dimata-matai, membuat Yan Sheng tidak tenang. Ia senantiasa hidup dengan tanpa membuat permusuhan. Dengan memata-matai dirinya, ia akan menganggap sebagai ancaman. Jika itu benar ancaman, maka ia harus melakukan pembunuhan.
__ADS_1
***