
"Karena kalian mencoba merampok, bagaimana rasanya jika dirampok balik?" Yan Sheng mengambil harta mereka yang berharga. Menggeledah seluruh pakaiannya dan menemukan beberapa uang dan senjata rahasia.
"Tapi mereka semua sudah mati, Tuan. Mereka tidak tahu rasanya dirampok balik. Eh, ini senjata yang ia gunakan. Apakah aku boleh mengambil ini?" tanya Yin Long. Ia mengambil busur panah yang digunakan oleh salah satu perampok. Ia tertarik dengan apa yang dilakukan oleh orang yang bisa menembakan senjata dari jarak jauh.
"Kau yang membunuhnya, kau ambil saja sesukamu. Apakah kau bisa menggunakan panah? Itu adalah senjata jarak jauh yang bisa kau gunakan untuk menyerang lawan. Untuk kultivasimu yang sekarang, sebenarnya tidak membutuhkan itu. Tapi kamu bisa belajar memanah agar bisa menyembunyikan kekuatan aslimu."
"Terima kasih, Tuan," ucap Yin Long senang. Gadis itupun tersenyum dan memeluk busur panah di tangannya.
Selama berwujud naga, sudah puluhan kali melihat orang menggunakan panah untuk bertarung. Selama itu, ia melihat mereka yang menggunakan panah adalah orang-orang hebat. Tanpa harus mendekati lawan, bersembunyi di tempat yang tak terlihat oleh siapapun.
Setelah mendapatkan busur panah, tidak tahu cara menggunakannya. Karena memang tidak ada anak panah yang bisa ia gunakan. Apalagi busur panah yang ia pegang terasa memiliki energi spiritual.
"Yang kau pegang itu adalah senjata pusaka. Mungkin termasuk Pusaka Bumi. Kau bisa menggunakan busur panah itu dengan menyalurkan energi ke busur itu. Coba kau berikan padaku, akan kuajarkan menggunakannya."
Yin Long menyerahkan busur panah pada Yan Sheng. Setelah menerima busur panah, pria itu pun memperlihatkan menggunakan panah. Menyalurkan energi qi ke dalam busur panah, seakan ada anak panah yang muncul di tangannya. Dan perlahan muncul anak panah yang bersinar.
Melihat ada anak panah yang muncul, membuat gadis naga senang. Lalu melihat lebih dekat saat anak panah itu dilepaskan dengan kecepatan tinggi. Lesakan panah dialiri aura dingin, melesak menerobos sebuah pohon. Pohon yang terkena itu pun meninggalkan lubang kecil. Juga membeku karena efek anak panah.
"Oh, ini adalah panah yang berelemen es. Matamu begitu baik memakai ini karena elemen es sangat cocok denganmu. Meskipun kau adalah naga yang memiliki elemen api, dalam kasusmu, kau adalah naga yang lain dari yang lain. Kau bisa menggunakan elemen es atau menciptakan air. Bahkan mungkin lebih dari itu."
Setelah memperlihatkan cara menggunakan busur panah berelemen es, Yan Sheng mengembalikan busur panah itu kepada Yin Long. Setelah mendapatkan itu, Yin Long sangat senang. Ia bahkan tidak tahu apa yang dimaksud. Tapi ia mencoba melakukan apa yang dikatakan oleh tuannya.
__ADS_1
"Aku akan mencobanya," ucap Yin Long. Setelah mendapatkan busur panah, selanjutnya ia melakukan apa yang dikatakan orang yang ia percayai itu. Dengan menyalurkan energi ke dalam busur panah lalu munculah anak panah berelemen es, seperti yang dikatakan oleh Yan Sheng.
Yin Long sangat senang karena ternyata ia memang bisa mengendalikannya. Setelah muncul anak panah dingin, selanjutnya gadis itu melepaskan anak panah. Aura dingin yang dipancarkan oleh Yin Long bahkan lebih dingin dari Yan Sheng.
Meski memiliki kekuatan es yang lebih besar, nyatanya ketepatan serangan masih belum terasah. Anak panah itu melesat ke tempat yang jauh dari sasaran. Hanya mengenai daun dan membuat daun tersebut membeku.
"Bagus. Kau sudah bisa memunculkan anak panah dan lebih kuat dariku. Namun kau masih perlu berlatih memfokuskan serangan ke arah tertentu. Kau harus mengarahkan anak panah ke arah target. Jika asal memanah, kau hanya akan membuat teman bahkan bisa terkena dampaknya. Selain itu, kau perlu melatih seberapa banyak energi yang diperlukan untuk mengisi busur panah. Agar tidak membuang-buang energi."
"Baik. Aku akan melakukannya." Yin Long kembali menggunakan busur panahnya. Lalu menyalurkan energi untuk membuat anak panah. Lalu ia mengarahkan anak panahnya ke pohon. Namun sebelum mengunci sasaran, ia sudah melepaskan anak panah tersebut.
"Heh, ini memang sulit. Kau tidak bisa melakukannya dengan instan. Perlu belajar lagi." Yan Sheng menggelengkan kepalanya karena cara yang dilakukan gadis naga itu masih salah.
"Yah, kenapa tidak tepat? Padahal aku sudah melakukan apa yang tuan ajarkan. Tuan, apakah aku bisa mencoba lagi? Kali ini pasti aku bisa melakukannya."
Meskipun berulang kali mencoba, tidak ada yang berhasil. Setidaknya sudah mengeluarkan sebagian energi Yin Long untuk membuat anak panah. Rasa lelah dan lapar kembali mendera.
"Lapar ... aku sudah seharian latihan memanah. Tapi tidak ada yang kena, huh." Karena lelah, Yin Long duduk di rerumputan. Meletakan busur panahnya sembarangan. "Tuan, minta makan."
"Sejak kau ikut denganku dan memanggilku dengan sebutan tuan, kau tidak pernah melayaniku. Bahkan kau selalu meminta apapun padaku. Jadi di sini tuan yang sebenarnya siapa?"
"Lagian kamu tidak mau aku layani. Aku akan melayani nanti kalau sudah kenyang. Kalau perut lapar, tidak bisa melakukan apapun, kan? Sebagai tuan, kau harusnya merawat bawahanmu, kan? Harus menjamin hidup bawahanmu dengan baik. Jangan sampai terjadi apapun."
__ADS_1
"Dasar gadis bodoh. Kenapa aku yang harus melayanimu? Kalau mau makan, harus berlatih dengan benar. Setelah kamu bisa mengendalikan jumlah energi dan tepat sasaran, baru diberi makan."
Tidak dikasih makan, membuat Yin Long merengut. Wajahnya ditekuk dan mengalihkan pandangan ke arah lain. Namun perutnya semakin keroncongan. Ia berharap akan mendapatkan makanan. Namun lama duduk dengan kesal, tidak ada yang dilakukan pria itu.
Rupanya Yan Sheng hanya duduk dengan tenang, bermeditasi. Karena merasakan ada energi spiritual, ia memanfaatkan untuk berkultivasi sebentar. Ia berharap mendapatkan manfaat dari energi spiritual. Menyerap energi qi dengan cepat.
Karena tidak dipedulikan, akhirnya Yin Long menyerah dan mencoba mengendalikan energi yang dikeluarkan. Tidak terlalu banyak karena bisa kehilangan lebih banyak energi yang sia-sia. Selanjutnya ia mengarahkan anak panah ke arah pohon yang dituju.
"Tuan, setelah aku berhasil, kau harus memberiku banyak makanan dan harus melayaniku. Kau sudah menjanjikan hal itu, kan?"
Dengan kepercayaan diri tinggi, Yin Long akhirnya bisa mengendalikan jumlah energi yang dikeluarkan. Setelahnya ia mengarahkan anak panah dengan benar. Menembakannya meski tidak tepat, hanya meleset mengenai pinggiran.
Karena belum berhasil, maka sekali lagi dilakukan dengan kontrol yang baik. Setelah melepaskan anak panah, tepat mengenai pohon yang dituju. Kali ini berhasil dan membuatnya melompat girang.
"Yahaha! Kau lihat itu, Tuan? Aku sudah berhasil memanah dengan benar. Sekarang aku minta makan yang banyak. Setelah itu kamu harus menggendongku ke penginapan. Nanti malam aku minta dipijat olehmu!"
"Aku tidak menjanjikan itu semua. Aku hanya janji memberi kamu makan. Sekarang kamu makanlah." Yan Sheng melempar batu ke arah pohon yang berbuah. "Kau ambilah buah-buah itu untuk mengisi perutmu."
Tentu saja wajah Yin Long terlihat kesal dan penuh amarah. Sejak tadi ia bahkan tidak melihat pohon buah ada di sekitarnya. Ia tidak ingin makan buah kali ini. Maka ia harus memaksa tuannya untuk memberinya daging.
***
__ADS_1