
Akibat ulah dari kedua gadis tersebut, membuat para penjaga bertengkar. Mereka saling menyalahkan dan sama-sama memiliki temperamen buruk. Sehingga tanpa menyelidiki kebenarannya, saling adu pukulan dan tendangan. Akibat hal tersebut, membuat suasana ricuh dan mengundang banyak orang.
"Apa kamu gila? Datang-datang menuduh yang tidak-tidak! Mana mungkin aku berani mengambil makanan untuk tuan muda? Kamu benar-benar tidak logis."
"Kamu jangan kira aku tidak tahu, yah. Tadi pelayan yang bilang padaku kalau kalian telah mengambil makanan untuk tuan muda! Jangan harap aku percaya padamu hanya karena kamu punya posisi lebih tinggi dariku. Tapi seenaknya memperlakukan orang lain dengan buruk!"
"Apa? Apa yang kamu katakan? Coba kamu katakan sekali lagi! Biar kurobek mulutmu ini! Jika berani, sebaiknya kita selesaikan malam ini!" Dengan percaya diri, penjaga tertuduh pun mengeluarkan pedangnya. Bersiap untuk bertarung apapun yang terjadi.
Demi membela dirinya, orang itu pun siap melakukan apapun. Ia sangat muak karena pria yang datang menuduhnya adalah orang yang ia benci sejak dahulu. Hal ini menimbulkan rasa tidak percaya dan menyimpan dendam masing-masing di antara keduanya.
"Jangan harap aku akan mengalah satu langkahpun. Mari kita selesaikan masalah ini saat ini juga. Aku sudah muak padamu sejak dahulu!" Dengan bersenjatakan pedang di tangannya, ia menghunuskan pada tertuduh.
Keduanya terlibat pertarungan dan ada dua kubu yang membela jagoannya. Mereka yang turut membela pun tidak luput dari pertarungan. Sehingga membuat suasana memanas.
"Hihihi, ini membuatku bahagia. Kapan lagi kita lihat tontonan gratis ini?" Ning Yue berbisik pada Yin Long. Sangat menikmati pertarungan yang terjadi di antara para penjaga.
Yin Long dan Ning Yue menikmati apa yang telah mereka perbuat. Sedangkan orang-orang itu mulai berteriak menyemangati jagoan tandingnya. Para penjaga yang bertarung menggunakan serangan langsung dengan pedang. Dengan ilmu pedang yang sama, mereka berseteru.
"Apa yang terjadi di luar? Mengapa ribut-ribut?" tanya Lei Zuzuran. Merasa kesal karena keributan di luar, membuatnya keluar dari tendanya. Meninggalkan urusan malam bersama para wanita penghibur.
Lei Zuzuran merasakan kehadiran orang kuat dan itu bukan bawahannya. Karena rasa penasarannya, ia ingin memastikan sendiri. Sementara bawahannya mengikuti dari belakang.
__ADS_1
"Tuan. Saya dengar, para penjaga sedang bertarung di luar. Katanya salah satu penjaga merebut makanan yang akan diberikan pada Tuan Muda." Lei Kong memberi hormat begitu tiba di hadapan tuan mudanya.
"Bukan itu yang ingin aku tanyakan. Aku merasa ada aura yang tidak biasa. Meskipun menyembunyikan kultivasinya, aku merasa ada orang kuat yang ada di sini. Mungkin ada penyusup di tempatku. Cepat cari penyusup itu!" perintah Lei Zuzuran.
"Baik. Baiklah, Tuan Muda. Aku akan menyuruh bawahan untuk menangkapnya." Lei Kong sebenarnya bingung bagaimana caranya menemukan penyusup.
Ada banyak orang baru yang telah bergabung dengan kelompoknya. Maka akan sulit untuk menemukan seorang pengkhianat. Sedang mereka tidak saling berinteraksi satu sama lain. Dengan adanya orang-orang kuat di kelompok mereka, diharapkan dengan cepat menemukan harta. Namun tetap saja mereka tidaklah seperti bawahan yang akan senantiasa patuh terhadap tuannya.
Lei Kong menghela nafas panjang lalu menutup mata sejenak. Berlalu meninggalkan Lei Zuzuran yang menunggu hasil. Hanya dengan kemampuannya saat ini, mustahil baginya untuk menemukan seorang yang dicari.
"Lebih baik kita kembali sebelum ketahuan. Yin Long, kita sudahi main-mainnya malam ini. Jangan sampai ketahuan oleh mereka. Bisa gawat kalau mereka tahu kita di sini," ajak Ning Yue.
"Hei, mau pergi ke mana kalian? Kembali ke dalam segera! Apa kalian tidak mendengarku?" Seorang wanita paruh baya. Merupakan seorang pemimpin pelayan. Ia merasa jengah karena ada pelayan yang dianggap mau kabur.
"Bagaimana ini? Tidak mungkin kita kembali lagi ke dalam, bukan?" bisik Yin Long. Gadis naga itu tidak bisa terus berada di tempat itu selamanya. Tempatnya adalah di samping Yan Sheng.
"Tidak. Kita sebaiknya tidak membuat masalah dulu. Kita masuk saja sekarang. Nanti kita pikirkan cara untuk meninggalkan tempat ini. Kurasa mereka belum menyadari kita."
Mereka tidak ada cara lain untuk kabur dari sana. Meskipun mereka mengekspose kultivasinya, mereka belum tentu bisa lari dari kejaran mereka yang berjumlah banyak. Dalam gelapnya malam, wajah mereka tersamarkan. Jadi tidak khawatir jika berhadapan dengan orang-orang itu.
Pertarungan antara dua kubu membuat suasana semakin ramai. Mereka menganggap itu sebagai hiburan setelah seharian bekerja untuk mencari harta berharga. Atas kerja keras mereka, mereka hanya bisa bertarung dan merampas harta milik orang lain.
__ADS_1
Kelompok kecil adalah mangsa empuk bagi mereka yang beranggotakan puluhan orang. Sekian lama akan terus bertambah karena mereka sudah dijanjikan harta berupa uang atau barang berharga lainnya. Meski itu bukan barang atau benda yang dapat digunakan untuk meningkatkan kultivasi atau menjadikannya orang kuat lainnya.
"Aku akan membunuhmu dan mengingat apa yang kau lakukan barusan. Hingga mati pun aku akan kejar dan membunuhmu meski sudah mati!" Penjaga yang mendapat hasutan dari Ning Yue pun semakin marah karena sudah terkena serangan yang membuat bahunya berdarah.
"Jangan harap bisa menyusulku ke alam kematian. Aku akan menghancurkan tubuhmu meski sudah berada di neraka sekalipun!" ancam balik sang tertuduh. Sejak awal tidak merasa bersalah tapi mendapat tuduhan yang tidak masuk akal baginya.
Bagi seorang prajurit atau penjaga keamanan, mereka tidak ada yang berani mengambil sesuatu yang menjadi milik tuan muda mereka. Meski sebenarnya tidak banyak yang tahu siapa Lei Zuzuran itu. Mereka baru mendengar nama itu dan harus tunduk dan patuh padanya. Siapapun tidak mematuhinya, hanya kematian yang dapat menghentikan.
"Berhenti berharap! Aku pasti akan mengirimmu ke neraka! Rasakan ini!" Penjaga yang terkena hasutan itu segera menyerang kembali.
Pertarungan pedang kembali terjadi dalam beberapa kali mereka sudah beristirahat. Meski mereka terkadang berhenti untuk istirahat, mereka selalu siap jika lawan mulai menyerang. Disaat mereka terpisah jarak beberapa kaki, mereka akan bersantai sambil menyerap energi spiritual.
Sayangnya kedua kubu tidak sadar mereka telah diadu domba oleh Ning Yue. Berakibat fatal bagi para prajurit yang seharusnya siap melawan musuh. Akan tetapi musuhnya berada dalam kepemimpinan yang sama.
"Entah mengapa mereka bisa ribut begitu? Akankah mereka menjadi musuh di kemudian hari?" tanya penonton untuk mengetahui pendapat penonton lain.
"Tidak peduli! Siapa yang hebat, tunjukan kekuatanmu! Aku sudah siap menonton pertarungan para penjaga itu! Mereka meski lemah tapi harus memiliki pertarungan sendiri."
Mereka pun saling berbicara mengeluarkan yang ada dalam pikiran. Tidak khawatir tuan mereka keluar untuk melerai bahkan bisa dengan mudah membunuh orang.
***
__ADS_1