Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok
Mengambil Harta


__ADS_3

"Yang dimaksud dengan Yin dan Yang, itu apa, Tetua? Aku hanya pernah mendengar bahwa keduanya merupakan kekuatan yang saling bertentangan?" Han Doran memotong ucapan Fang Gong.


"Mau kujelaskan tapi kamu malah memotongnya. Aku tidak bisa menjelaskan dengan rinci. Tapi pada dasarnya Yin dan Yang adalah dua unsur yang saling berlawanan. Namun saling melengkapi. Bukankah seperti itu, Tetua Tou?" Fang Gong melirik Tou Zhao.


"Yin adalah energi feminim yang digambarkan dengan warna hitam. Dan Yang digambarkan dengan warna putih." Tou Zhao berhenti sejenak seraya berpikir. Ia sebenarnya ragu untuk menjelaskan karena tidak begitu paham dengan konsepnya.


"Maksud dari Tetua Tou apa?" tanya Han Doran. Ia masih belum tahu dengan jelas apa yang dimaksudkan. Namun ia sudah paham sedikit."


Tou Zhao masih berpikir sebelum menjelaskan yang ditanyakan Han Doran. Setelah itu ia menggambarkan setengah lingkaran dengan api di atas batu. Lalu membentuk gambar yang menggambarkan energi Yin dan Yang.


"Perhatikan pola hitam yang di atas batu. Katakanlah ini mewakili energi Yin. Yin adalah energi yang dilambangkan dengan warna hitam. Kegelapan, air, tanah, bulan dan bulan. Sedangkan energi Yang memiliki lambang putih ini. Cahaya, api, matahari atau yang bersifat menghangatkan ...."


*Mari kita akhiri pembahasan ini pemirsa. Karena authornya juga bingung untuk menjelaskan. Lanjut ke pertarungan, yah*


"Kita tidak punya banyak waktu. Secepat mungkin, kita harus mengalahkan Vermilion Tiger ini. Apakah kau masih bisa bertahan, Yin Long?"


"Tuan tenang saja. Aku masih kuat. Ayo lanjutkan saja!" Yin Long sebenarnya sudah kesakitan namun ia menahan semuanya. Ia tidak bisa membiarkan Yan Sheng dalam kesulitan.


Yang menjadi pelindung saat ini adalah Yin Long. Dengan berubah menjadi zirah naga, membuatnya tidak bisa terus-terusan bertahan. Ia harus mencapai batasan diri untuk tetap bertahan melawan dirinya sendiri.


Vermilion Tiger King menyerang dengan api merah yang mengelilingi tubuhnya. Juga dengan taring dan cakarnya, dapat membahayakan lawannya. Pertarungan saat ini berimbang satu sama lain. Namun tidak untuk waktu yang lama.

__ADS_1


Yan Sheng bergerak meliuk menghindari serangan. Lalu menghantamkan pedangnya ke arah punggung hewan magis tersebut. Namun Vermilion Tiger juga berhasil menghindari serangan. Keduanya saling menyerang dan mengelak.


Dalam waktu yang lama, Yin Long semakin merasakan kesakitan. Ia tidak tahan karena energi Yang yang dimiliki Yan Sheng begitu besar. Tidak sebanding dengan energi Yin miliknya yang masih kurang.


"Ini tidak bisa bertahan lama. Maafkan aku, Yin Long. Sepertinya aku tidak menyadarinya. Tapi tahanlah sebentar lagi. Aku akan mengerahkan seluruh kekuatanku."


Yan Sheng menyalurkan energi spiritualnya ke dalam Pedang Safir Langit. Setelahnya, membuat simbol dengan inti api yang ia miliki. Terbentuklah sebuah formasi api dengan nyala berwarna jingga. Setelah itu, Yan Sheng menggerakan Pedang Safir Langit untuk menyerang dari jarak jauh.


"Formasi Api! Salurkan energi Pedang Safir Langit. Auman Naga Api!" Yan Sheng mengeluarkan kekuatan penuhnya untuk menyerang Vermilion Tiger. Ini adalah serangan terakhir sebelum tubuhnya terpisah dengan zirah naga.


Vermilion Tiger King tidak bisa menerima serangan langsung tersebut. Membuatnya terpukul mundur dan mengalami luka parah. Dari mulutnya keluar darah hitam dan tubuhnya terhuyung ke belakang. Pada akhirnya tubuhnya ambruk dengan lemas.


Yan Sheng dan Yin Long sepenuhnya terpisah. Setelah kekuatan Yin milik Yin Long terkuras habis, membuatnya jatuh dan ditangkap oleh tangan kiri Yan Sheng. Sementara tangan kanannya memegang Pedang Safir Langit. Ia mengayunkan kembali pedang itu dengan mengalirkan energi spiritualnya. Membuat Vermilion Tiger King tak bisa mengelak dan mati seketika.


"Para Tetua, mohon untuk menyelesaikannya. Kami sudah membunuh mereka dan kalian bisa mengambil alih dari sini." Yan Sheng mencoba percaya pada orang lain untuk sekian kalinya.


Jika saja mereka berkhianat, Yan Sheng masih memiliki cara lain. Seratus tahun latihan di alam bawah sadar makhluk kecil seperti tikus itu. Ia masih memiliki dua kesempatan menggunakannya. Namun setiap kali ia menggunakan kekuatan itu, ia akan tidak sadarkan diri beberapa hari.


"Ada banyak harta yang ditinggalkan oleh Vermilion Tiger itu. Kita bisa mengambilnya sekarang. Tetua Tou, kau obati saja kedua rekan baru kita. Mereka sudah bekerja keras dan sangat membantu."


"Baiklah, Tetua Fang. Kita memang memiliki hutang nyawa pada mereka. Jika saja kita bisa mengambil gadis itu sebagai murid perguruan Teratai Emas, kita akan mendapat keuntungan besar. Mungkin Tuan Yan tidak bisa menjadi murid. Tapi kita bisa jadikan tamu kita."

__ADS_1


"Haha! Kau sangat pintar, Tetua Tou. Tapi keputusan ada di tangan mereka. Han Doran, bantulah aku memungut harta-harta berharga ini. Kekuatanmu sudah pulih, bukan?"


"Tidak perlu Tetua katakan. Aku sudah ada di sini, Tetua." Han Doran telah memunguti beberapa batu roh dan yang paling berharga adalah Inti Emas dari tubuh Vermilion Tiger.


"Tunggu! Itu adalah Inti Emas. Hahaha! Ini adalah barang milik mereka. Tuan Yan, harta itu untukmu saja! Kami akan mengambil batu roh saja, bagaimana?" tawar Fang Gong.


Yan Sheng bergerak cepat dan memastikan sendiri. Meskipun telah kehabisan energi, ia masihlah Yan Sheng yang memiliki kecepatan bergerak. Qinggong miliknya adalah yang paling bisa diandalkan meski mengunakan kekuatan seminimal mungkin.


Tou Zhao sampai kaget karena gerakan cepat Yan Sheng. Bahkan sambil membawa seseorang, dapat meninggalkan tempatnya tanpa disadari.


"Tetua sangat murah hati. Aku akan mengambil inti emas ini. Kalian bisa memiliki semua batu rohnya." Yan Sheng menghunuskan pedang dan mencongkel inti emas dan memasukannya ke dalam cincin ruang.


Tak disangka dari arah lain mereka merasakan hawa keberadaan musuh. Mereka yang menyadari hal itu, bergegas mengambil harta. Han Doran menggunakan tangan kayu untuk meraih semua harta yang ada di dekatnya.


Sementara Yan Sheng pergi ke arah lain. Ia tidak mengambil batu roh dari para hewan magis. Melainkan mengambil tanaman yang dilindungi oleh mereka sebelumnya. Ia tidak menyangka akan menemukan tanaman berharga.


"Ginseng Bulan? Ini adalah yang mereka lindungi? Dan ada lagi, apa ini? Sebuah gelang? Aku akan mengambil ini dulu." Setelah mengambil kedua harta yang sebelumnya dilindungi oleh Vermilion Tiger, Yan Sheng kembali ke dalam rombongan.


"Tuan Yan. Kita harus bergegas meninggalkan tempat ini. Namun kita tidak bisa melakukannya begitu saja. Apakah kau bisa membawa gadis ini juga? Maafkan aku yang sudah tua dan qinggong-ku tidak sehebat dirimu."


"Tetua Tou tenang saja. Apakah semua harta sudah dibawa? Kita akan pergi ke mana selanjutnya?" Yan Sheng mengambil alih Ning Yue yang masih belum sadarkan diri.

__ADS_1


Yan Sheng membawa Yin Long di depan. Sementara ia menggendong Ning Yue di belakangnya. Ia bersiap pergi ke arah yang ditunjuk oleh Fang Gong.


***


__ADS_2