
"Benar juga! Kita tidak salah berteman dengan tuan Yan. Dia tahu musuh yang bisa kita hadapi dan tidak." Tou Zhao melancarkan serangan sambil melihat ke arah Yan Sheng. Pria tua itu tersenyum dengan bangga.
Memiliki rekan seperjuangan yang mampu dan cocok, membuatnya semakin kagum pada dirinya sendiri. Namun ia tetap waspada dengan pikiran Yan Sheng yang tidak biasa itu. Itu sudah terlihat, pria itu memiliki pengalaman bertarung yang terasah.
"Dengarkan baik-baik. Karena konsumsi pil tidak sesuai, membuat tubuhmu rusak. Dantianmu menyempit, jadi membuatmu cepat menerobos Ranah Misteri. Tapi kekuatanmu sana dengan Ranah Lanjutan!"
"Apa? Apa yang kamu katakan? Tidak mungkin! Aku berada di Ranah Misteri dan dihormati banyak orang. Kau berbohong padaku!"
"Tidak perlu banyak bicara. Berbicaralah pada tongkatku!" Yan Sheng menyabetkan tongkatnya dan memukul lawan yang terlalu mudah.
Hanya satu pukulan, lawan yang berada di Ranah Misteri itu dilumpuhkan. Hal itu membuat musuh semakin panik. Karena Yan Sheng mengetahui kelemahan semua yang menyerangnya. Tentu saja tidak semuanya mengalami nasib buruk. Ada beberapa dari mereka yang memiliki tubuh yang sehat. Namun hingga kini masih belum menyerang.
"Ba-bagaimana mungkin? Dia terlihat paling lemah dari semua orang. Tapi dia tahu banyak hal dan dia tidak terlihat berbohong. Lalu bagaimana denganku? Apa selama ini kultivasiku juga salah?"
'Aku tidak akan memberitahumu kalau sebenarnya kau lebih kuat dariku. Jika kau menyerang ku, aku akan kesulitan,' ucap Yan Sheng dalam hati.
Yan Sheng tidak berani mendekati lawan yang menurutnya sulit dihadapi. Ia lebih fokus memberitahu kelemahan lawan. Akan tetapi ia sesekali memberitahu kebohongan. Saat melawan yang tangguh, ia menghindar dengan cepat.
Dengan kecepatan yang tidak dipahami para perampok itu, tidak mustahil untuk menghindari serangan. Apalagi menghindari tinju yang sangat mematikan jika terkena langsung.
Pertarungan antara Tou Zhao dan yang lainnya juga berjalan dengan lancar. Banyak musuh yang terpukul mundur oleh serangan mereka. Apalagi mereka mendengar apa yang dikatakan oleh Yan Sheng. Membuat tekad yang sudah tertanam dalam-dalam, kini menjadi tak berarti. Mereka lebih takut perkataan Yan Sheng daripada kekuatan mereka sendiri.
__ADS_1
"Sebenarnya potensi anak muda itu sangat baik. Namun mengapa bisa sampai mengalami kemunduran kultivasi? Lawan seperti apa yang bisa mengalahkan tuan Yan?" Han Doran terus bertanya entah pada siapa. Ia melihat pertarungan yang sangat cepat dan mengetahui kelemahan musuh. Yang tidak diketahui olehnya sekalipun.
Fang Gong dan Yin Long tetap berada dalam formasi. Melakukan serangan dengan cerdik. Mereka bekerja sama untuk menghadapi lawan yang kuat. Apalagi sekarang di hadapan mereka ada kultivator Ranah Legenda di hadapan.
"Sayang sekali, kalian berkultivasi tanpa adanya bimbingan. Membuat kultivasi kalian sia-sia belaka. Di ranah kultivasimu, seharusnya dapat dengan mudah melakukan ini."
Yan Sheng melemparkan beberapa pisau. Pisau-pisau itu terbang dan menyerang sesuai dengan keinginan. Orang-orang yang berlatih otodidak tidak bisa dibandingkan dengan orang yang berlatih dengan bantuan guru atau master.
Selama ini, Yan Sheng berlatih dengan bantuan Ba Yulong. Sebuah pedang yang menemaninya meningkatkan kultivasi hingga Ranah Kekosongan. Namun saat ini ia harus berlatih seorang diri. Namun ilmu yang didapat sudah lebih dari cukup. Menghadapi praktisi tanpa ada yang membimbing, akan membawa ke dalam kehancuran.
"Hahaha! Ucapan tuan Yan memang sangat tepat. Aku sendiri, menjadi tetua perguruan tidak mungkin tanpa bimbingan dari masterku. Oh, sayang sekali masterku sudah tiada. Namun aku berterima kasih karena sudah membimbingku. Dan perkataan tuan Yan telah mengingatkanku."
Sebenarnya itu adalah tamparan keras bagi semua orang. Tanpa guru yang mendidik muridnya, bagaimana mungkin bisa seperti saat ini? Para perampok itu tidak memiliki guru yang mengajari. Hanya berdasarkan pengalaman dan buku-buku yang mereka pelajari. Mereka tidak bisa membedakan jenis-jenis pil yang didapatkan dari merampok. Juga tidak tahu buku-buku yang dipelajari, cocok atau tidak dengan dirinya.
"Gadis kecil, aku tidak tahu guru dari tuanmu siapa. Tapi aku rasa, dengan melindungimu, kami akan segera bertemu. Apakah nantinya, kau akan meminta tuanmu untuk mempertemukan gurunya?"
"Guru dari tuan? Aku tidak tahu siapa." Yin Long bahkan tidak pernah tahu kalau Yan Sheng memiliki guru. Selama ia mengikuti Yan Sheng diam-diam sebelumnya, hanya bertemu dengan teman-teman yang kini jadi musuhnya.
Jika saja Yan Sheng memilliki guru, ia kadang mendengarnya berbicara sendiri. Namun tidak tahu apa yang dibicarakan. Namun seperti sedang mendapat bimbingan dari seseorang yang tidak terlihat.
Yin Long tidak peduli dengan guru Yan Sheng. Ia hanya ingin selamanya mengikuti pria itu. Ke manapun dan kapanpun. Gadis naga itu terus menembakkan anak panah ke musuh-musuhnya. Apalagi orang yang sedang dihadapi oleh Fang Gong.
__ADS_1
"Kakek tua! Aku tidak peduli dengan perkataan orang itu. Kau sudah bau tanah dan sebentar lagi bakalan mati. Dan gadis itu, akan menghangatkan malam-malamku, haha!"
"Jangan ikut campur urusanku. Kau sudah masuk ke dalam formasiku. Lebih baik pikirkan keselamatanmu sendiri." Fang Gong telah menyiapkan formasi sepenuhnya.
Di sekitarnya muncul asap hitam yang membuat pandangan terganggu. Membuat musuh yang hendak menyerang, tidak bisa melihat sekitar. Setelah asap hitam berkumpul, Fang Gong menyerang dengan jarum-jarum yang ia lemparkan.
Tubuh boleh tua. Soal siasat menyerang tidak bisa diragukan lagi. Ia tahu lawan yang dihadapi saat ini tidaklah sembarangan. Setidaknya itu adalah mantan murid dari suatu perguruan. Karena memiliki teknik dan jurus yang dilatih dengan baik.
"Apa dengan formasi yang seperti ini, bisa membunuhku? Terlalu naif, kakek tua." Pria itu pun terbang ke atas untuk menghindari serangan. "Sialan! Apa yang terjadi?"
Tiba-tiba tubuh kultivator Ranah Legenda itu tidak bisa bergerak. Terasa tubuhnya seperti terikat oleh rantai besi yang kuat dan menyakitkan. Formasi yang dibuat oleh Fang Gong bukan hanya memunculkan asap hitam semata. Akan tetapi juga memunculkan rantai besi yang dapat menangkap korbannya. Juga dapat mengeluarkan duri dan jarum untuk menyerang.
"Kau boleh menyebutku tua. Tapi, kau tidak tahu seberapa banyak pengalaman bertarung ku. Jika kau meremehkan seniormu, kau hanyalah sampah tidak berguna. Matilah!"
Fang Gong mengendalikan formasinya dengan memunculkan jarum dan duri. Menembus tubuh lawan hingga mati kesakitan. Darah muncrat dari segala arah dan mengalir memenuhi formasi.
"Seperti biasa. Kau sangat kejam dalam membunuh, Tetua Fang." Tou Zhao tidak mau kalah. Ia juga telah membunuh musuh terakhirnya.
"Jangan lupa dirimu, Tetua Tou. Meskipun sebagai master alkemis, tidak ragu untuk membunuh juga. Umurmu juga sudah tidak muda lagi. Mungkin kau akan mati karena penyakit tuamu."
***
__ADS_1