Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok
Kucing Berekor Api


__ADS_3

"Tidak disangka ada makhluk sepertimu di hutan seperti ini. Kau akan menjadi menu makanan paling enak di dalam perutku." Yan Sheng memakan buah terlebih dahulu dan mematikan api dan meletakan daging hewan yang didapat.


Grroaghh! Grrr!


Auman kucing besar terdengar keras dan bersiap menyerang Yan Sheng. Karena kecepatannya sangat tinggi, akan susah dihadapi secara langsung. Apalagi bisa menyemburkan api dari mulutnya. Beberapa kali kucing besar itu menyerang dengan bola api.


Kucing besar itu tidak memiliki taring. Hanya giginya yang runcing tanpa keluar dari mulutnya. Layaknya seekor kucing biasa. Hanya saja ukuran dan ekornya yang berapi, membuatnya lebih seram dari harimau ataupun singa biasa.


Meski itu adalah kucing, suaranya mengaum layaknya harimau dan singa. Dengan ekor panjang dan juga kuku di keempat kakinya yang keluar sangat tajam. Dengan kukunya, memotong pohon dengan sekali tebas.


"Kukunya sangat tajam dan kuat. Dan ekornya memiliki atribut api yang berbahaya. Sewaktu-waktu bisa membakar area sekitarnya jika sampai marah," kata Yan Sheng memprediksikan yang bisa dilakukan oleh hewan mistis tersebut.


Berkali-kali Yan Sheng harus menghindari bola api yang mengarah kepadanya. Juga beberapa cakaran yang hampir merobek tubuhnya. Dengan Pedang Safir Langit, ia bisa menahan taring tajam tersebut. Bahkan pedang itu tidak dapat memotong taring kucing besar tersebut. Membuktikan bahwa taring itu sangat kuat dan tajam. Bahkan ketajamannya melebihi tajamnya pedang di tangannya.


"Taringmu sangat bagus jika dijadikan senjata. Dan ekormu juga sangat menarik karena memiliki atribut api. Namun sulit untuk mengalahkanmu seorang diri."


Kucing ekor api menerkam Yan Sheng dengan cakarnya. Namun dapat dihindari dengan melesat ke belakang. Selanjutnya Yan Sheng yang mencoba menusukan pedangnya ke tubuh hewan mistis tersebut. Meski memiliki kuku yang sangat tajam dan kuat, tubuhnya tidak terlalu keras. Sehingga pedang itu bisa menusuk sedikit ke tubuhnya.


Yan Sheng menarik pedangnya karena kucing ekor api menyadari serangannya. Selanjutnya pria itu menjadi seperti mangsa yang dikejar-kejar. Tidak mau terus berlari, pedang di tangan segera ia lemparkan dan mencoba menggerakannya di udara.


"Sialan! Ini karena kultivasiku yang terlalu rendah. Bahkan tidak bisa mengendalikan pedang ini." Meski tidak baik dalam menggerakan pedang di udara, setidaknya bisa membuat serangan dengan cepat.

__ADS_1


Pedang itu melesat dengan cepat ke arah hewan mistis tersebut. Hal itu hanya menggoresnya saja. Karena hewan mistis yang dihadapan Yan Sheng bisa menghindar. Namun Yan Sheng masih belum menyerah untuk mengalahkan.


Sebuah pedang jika penggunanya orang berbakat, maka dapat dimaksimalkan kemampuannya. Jika sebuah pedang hebat, pengunanya adalah orang yang tidak kompeten, hanya akan menjadi pedang biasa. Layaknya pedang sampah karatan yang tidak berguna sama sekali.


"Tidak mudah menghadapi hewan mistis ini. Bagaimana jika aku mencoba membuatnya jinak?" gumam Yan Sheng. Ia terus menahan serangan brutal dari kucing ekor api.


Kucing ekor api terus menyerang dengan buas. Tanpa bisa diprediksi oleh Yan Sheng. Karena gerakannya sama sekali tidak seperti kucing pada umumnya. Kucing besar itu bisa mengkombinasikan serangan api dan cakar bersamaan. Bahkan dapat menciptakan serangan angin dengan mengayunkan cakarnya.


Serangan angin jarak jauh berbentuk sabit melesat ke arah pria itu. Namun serangan itu bisa ditangkis dengan Tongkat Bambu Selatan. Tongkat Bambu Selatan dikeluarkan dan dibuat menjadi besar yang dapat menangis serangan beruntun.


"Andaikan aku masih memiliki lonceng emas, mungkin bisa menahan serangannya. Sialan!" Yan Sheng mengambil Pedang Safir Langit yang tertancap di sebuah batu.


"Tuan, aku datang membantu!" Terlihat Yin Long yang baru saja menyelesaikan urusannya. Dengan pakaian yang sudah terkoyak, melesat dengan cepat dan memukul hewan mistis tersebut. Sehingga membuatnya terpental jauh.


Yan Sheng melihat sendiri kekuatan Yin Long yang saat ini diatas dirinya. Tentu saja jika pria itu memiliki kekuatannya yang dulu, ia tidak akan kesusahan menghadapi kucing berekor api.


"Terima kasih, Yin Long. Sekarang bantu aku membunuhnya. Nanti kau bisa makan dagingnya!" pinta Yan Sheng dengan memberi janjinya. Ia juga tahu kucing berekor api sangat berharga. Karena setiap bagian dari tubuhnya memiliki kekuatan besar.


Mendengarkan kalimat itu, membuat Yin Long bersemangat. Hari ini ia sudah banyak mengeluarkan sisa makanan semalam. Dan sekarang ada makanan di depan mata. Tentu saja tidak bisa dilewatkan begitu saja. Ia juga merasakan di dalam daging hewan mistis memiliki banyak manfaat.


Kembali Yin Long menggerakan tubuhnya dengan kecepatan tinggi. Sekali lagi ia memberi pukulan keras pada kucing berekor api tersebut. Namun hewan mistis itu juga dapat menghindari serangan.

__ADS_1


"Kau harus berhati-hati, Yin Long. Jangan sampai terkena cakar dan api dari ekor atau bola api dari mulutnya," peringat Yan Sheng pada gadis naga.


"Aku mengerti, Tuan. Aku akan berhati-hati. Oh, bagaimana jika kita serang dari dua sisi?" Yin Long pun memberi saran dengan yakin. Ia bisa membuat keputusan menyerang seperti yang biasa orang lakukan.


Untung saja hewan mistis tidak memiliki pikiran seperti manusia. Sehingga tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Kucing berekor api menyemburkan bola-bola api ke segala arah sebagai perlindungan.


Baik Yan Sheng maupun Yin Long, berhasil menghindari bola-bola api dari mulut kucing besar itu. Selanjutnya Yin Long memukul dari arah kiri. Sementara Yin Long menggunakan Pedang Safir Langit untuk memotong kaki hewan mistis tersebut hingga terpotong satu kakinya.


"Bagus, sekarang tinggal tiga kaki yang perlu dipotong." Yan Sheng melompat ke tubuh hewan mistis dan mencoba menebasnya.


Sebelum terkena tebasan, makhluk itu sudah terlebih dahulu menghindar dengan menggulingkan tubuhnya. Karena kakinya terpotong, membuatnya berdarah dan mengerang kesakitan. Ia mengerang sambil memuntahkan bola-bola api ke segala arah.


Bola-bola api yang dikeluarkan secara acak, membuat Yan Sheng dan Yin Long terkena serangan dan terlempar jauh. Sensasi panas mengenai Yan Sheng yang tidak bisa menahan api. Sementara Yin Long bisa mengatasi dengan api yang keluar dari mulutnya.


Yin Long yang juga dapat mengeluarkan api dari mulutnya pun membalas apa yang dilakukan oleh kucing berekor api pada tuannya. Gadis naga langsung membuat keputusan membakar dengan api miliknya.


"Kamu sudah berbuat kejam pada tuanku! Kau harus mati sekarang juga, hyaa!" Yin Long melepaskan kekuatan dalam dirinya dan menusuk hewan mistis itu dengan tangan naga yang tanpa bisa dikendalikan olehnya.


Tangan Yin Long yang menjadi besar sebelah karena ia berubah menjadi naga sekian persen. Ia hanya mengubah tangan kanannya menjadi tangan naga sekarang. Sehingga cakarnya yang lebih tajam dari cakar kucing berekor api.


***

__ADS_1


__ADS_2