
Seperti namanya, Viper Permata Merah memiliki tubuh berwarna merah. Sisiknya telah menjadi permata berwarna merah seiring berjalannya usia.
Meski hidup penyendiri, seringkali mereka memiliki kelompok untuk berkembang biak. Mencari pasangan dan hidup berkelompok saat musim bertelur. Saat ini Viper Permata Merah sedang sendirian dan menunggu tanaman spiritual berbuah matang.
Arca Surai Hitam adalah tanaman spiritual yang sedang ditangkap oleh Tou Zhao dan Fang Gong. Karena memiliki kesadaran sendiri, keduanya mengalami kesulitan. Arca Surai Hitam seperti tumbuhan nanas yang memiliki daun memanjang dan berduri. Dengan buah seperti kaktus yang memiliki surai di atasnya. Seluruh bagian tanaman memiliki warna dasar hitam pekat.
Selain tampilannya yang menyeramkan, semua bagiannya adalah racun. Jika terkena daunnya yang berduri, akan menimbulkan rasa panas dan demam yang tinggi. Bahkan tubuh penderita bisa mendidihkan air.
Bagian buahnya yang memiliki surai adalah yang paling berharga. Meskipun beracun, memiliki banyak khasiat bagi kultivator pengguna racun. Mereka yang mendapatkan cara untuk mengolah racun sebagai kekuatan, akan mendapatkan keuntungan.
Jika buah itu dijadikan pil, maka bisa menjadi racun bagi tubuh atau bisa membuat kultivasi meningkat. Siapa yang dapat menggunakan dengan benar, akan merasakan manfaatnya. Siapa yang tidak bisa menggunakan dengan benar, maka hanya akan seperti perampok yang mereka temui sebelumnya.
"Sialan! Mengapa hanya menangkap tanaman saja, begitu sulitnya," keluh Tou Zhao. Ia sudah mencoba berbagai cara untuk menangkap Arca Surai Hitam tersebut.
Tanaman spiritual yang memiliki kesadaran spiritual melompat-lompat. Karena tidak ingin didapatkan oleh orang, membuatnya kabur. Fang Gong tidak mau kalah dengan sang master alkemis. Ia juga telah membuat jebakan agar bisa mendapatkan tanaman spiritual tersebut.
"Akan lebih baik jika tanaman sialan ini sudah dalam kekangan Viper Permata Merah itu. Namun kita tidak bisa menangani sekaligus mendapatkannya bersamaan."
"Lebih baik kau menunggu di sana. Aku akan menggiring ke arahmu, Tetua Fang! Dia datang ke arahmu! Tangkaplah!" teriak Tou Zhao.
"Tua bangka sialan! Kau mau aku mati kena racun? Bukankah kau yang akan menangkapnya?" sahut Fang Gong. Ia tidak mau tangannya menyentuh tanaman beracun itu. Ia bisa mati karena tidak memiliki pelindung tangan.
__ADS_1
"Bagaimana aku menangkapnya? Bukankah kau bisa membuat formasi? Buatlah formasi biar dia tidak melihatmu dan tangkap dia!"
Fang Gong tidak habis pikir dengan pikiran Tou Zhao. Ia memang dapat membuat formasi dengan kabut tebal. Namun tanaman spiritual tidak memiliki mata. Jadi percuma untuk membuat formasi tersebut. Itu malah akan membuatnya semakin dalam bahaya.
"Kau yang seorang pembuat pil! Kenapa aku yang repot-repot mengorbankan nyawaku? Bukankah kau memiliki elemen api? Lihat tuan Yan, dia menggunakan api untuk mengambil mustika itu!"
"Sialan! Mengapa tidak bilang dari tadi! Kalau begitu, kau giringlah dia ke sini!" teriak Tou Zhao. Suara kerasnya cukup keras untuk membuat polusi suara. Membuat orang kesal dengan tingkahnya.
"Huh, begitulah kedua tetua perguruan kami. Kalau seperti ini, mirip anak kecil yang sedang berkelahi. Membuat orang repot saja," lirih Han Doran sambil menutup matanya dengan tangannya.
"Maafkan tetua kami, Tuan Yan. Memang kedua tetua ini memang suka seperti ini," imbuh Ning Yue. Ia juga merasa malu dengan tingkah kedua tetuanya. Namun tetap saja mereka adalah murid yang akan patuh pada gurunya.
Yan Sheng menggunakan sebuah kotak untuk menyimpan mustika racun tersebut. Ia tidak ingin nantinya salah ambil dan mendapat serangan racunnya. Ia akan menggunakan diwaktu yang tepat.
"Tidak masalah kalau begitu. Yang penting aku bisa mengambil bisa dari Viper Permata Merah ini. Ini juga bernilai tinggi dan dapat dibuat pil atau ramuan." Ning Yue mengambil guci dari dalam kantung ruang. Mengambil sarung tangan dan peralatan untuk memeras racun yang tersisa.
Sementara Han Doran menguliti Viper Permata Merah. Dagingnya bisa dibuat makanan dan darahnya dapat dibuat sebagai pil penambah energi. Ada satu yang berguna lagi. Yaitu empedu yang terasa sangat pahit namun berkhasiat. Han Doran menempatkannya pada wadah yang disediakan.
Untuk hal yang beracun atau cairan, mereka telah menyiapkan guci, botol, kotak dan sebagainya. Sementara itu, untuk daging atau tanaman yang tidak terlalu membahayakan, akan langsung disimpan ke kantung ruang.
"Wah, kulit Viper Permata Merah ini sangat keras. Ini sangat cocok dibuat sebagai baju tempur. Dan taring ini begitu kokoh dan keras. Bisa disuling untuk dibuat senjata nantinya." Han Doran terlihat sangat senang dengan hasil buruan saat ini. Karena mendapatkan harta karun yang sangat kuat.
__ADS_1
Di sisi lain, kedua orang tua sedang menangkap Arca Surai Hitam. Tou Zhao melakukan apa yang seperti Yan Sheng lakukan. Meski masih ragu-ragu untuk mengeluarkan api dari tangannya. Sementara itu, Fang Gong telah menyiapkan kotak untuk menyimpannya.
"Cepat-cepat, taruh di dalam kotak. Kita bisa menanamnya di perguruan nanti." Fang Gong sudah tidak sabar untuk mendapatkan tanaman spiritual tersebut. Sehingga sudah terlebih dahulu mengeluarkan kotak sebelum tanaman tersebut ditangkap.
"Tua bangka sialan! Aku belum menangkapnya kamu sudah menyiapkan kotak!" Tou Zhao menangkap dengan kedua tangan yang diselimuti oleh api. Lalu menaruh tanaman itu ke dalam kotak.
Buah Arca Surai Hitam belum matang. Masih butuh beberapa tahun untuk matang. Sehingga tidak bisa langsung digunakan. Jika tidak, khasiat akan terlalu rendah. Tunggu sampai benar-benar matang, barulah khasiatnya lebih dari seratus kali dari saat ini.
Tanaman itu hanya berbuah satu kali seumur hidup. Itu pun membutuhkan waktu hingga seratus tahun sampai akhirnya berbuah. Butuh lima puluh tahun untuk menunggu buahnya matang. Setiap buah, akan menghasilkan tiga sampai lima biji yang dapat ditanam.
Karena kelangkaan dan proses tanamnya yang lama itulah, jumlah tanaman itu sangat langka. Ketika tanaman itu berbuah, maka itu telah membangkitkan kecerdasan spiritual. Dan bisa berpindah-pindah tempat sesuka hatinya. Jika tidak ditempatkan di tempat yang dapat menahannya, akan sangat bagus. Sehingga tidak kabur ke manapun.
"Hahaha! Akhirnya aku mendapatkan tanaman ini. Perguruan Teratai Emas akan menjadi perguruan paling kuat di dunia, hahaha!" tawa Fang Gong, mengangkat kotak berisi tanaman Arca Surai Hitam.
"Untuk apa pamer seperti itu? Aku yang menangkap tanaman ini. Kau hanya menyiapkan kotak dan mengganggu saja," sindir Tou Zhao.
"Biarin. Yang penting ini ada di tanganku, weee!" ledek Fang Gong. Ia malah bertingkah seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan. Dipeluk dan dicium kotak itu seakan menjadi kesayangannya.
"Awas kena racunnya! Kotak itu tentu saja terkena racun," ujar Tou Zhao mengingatkan. Itu seperti sebuah sindiran bagi orang tua yang bertingkah seperti anak kecil.
***
__ADS_1