Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok
Pengendali Ruang Dan Waktu


__ADS_3

"Sekarang kau baru tahu kesenjangan kultivasi di antara kita, bukan? Ini tidak seperti yang kau harapkan, bukan? Namun kau adalah orang beruntung karena mati di tanganku."


Yan Sheng benar-benar dalam keadaan terdesak. Tidak ada cara lain yang ia pikirkan. Sehingga ia memasuki sebuah alam lain yang ia datangi sebelumnya. Ia kembali bertemu dengan makhluk kecil yang melatihnya selama seratus tahun.


"Kau sudah kembali ke sini? Ini sungguh kebetulan bisa bertemu denganmu kembali. Kurasa sekarang saatnya kau menggunakan apa yang ku latih selama seratus tahun. Apa kau mau menggunakan itu atau tidak?"


Masalahnya pergerakan Yan Sheng masih terlalu lambat. Sehingga mustahil jika menggunakan latihannya yang selama seratus tahun itu. Namun ia tidak memiliki cara lain yang bisa digunakan. Sementara Pedang Naga Giok tidak tahu cara mengeluarkannya.


"Apakah ini bisa menolongku? Kalau bisa menolongku, aku akan melakukan apapun." Yan Sheng berharap ada cara yang lain. Tidak mungkin kultivasinya meningkat dengan cepat.


"Kau bisa mencobanya sekarang juga. Aku akan membuka jalan kultivasimu. Sebenarnya kau bisa bergerak dengan kecepatan tinggi. Hanya saja kau tidak merasakan kau bergerak dengan cepat. Kau bersiap untuk menggunakannya sekarang."


Makhluk kecil berukuran seperti kucing itu pun memukul Yan Sheng dengan keras. Membuat Yan Sheng kembali ke dunianya. Ia melihat Kultivator Ranah Keabadian itu bergerak dengan sangat lambat. Namun tubuh Yan Sheng terasa sangat ringan.


"Apa yang terjadi? Mengapa dia sangat lambat?" Yan Sheng membebaskan diri dari kultivator dengan mudah. Tubuhnya terasa ringan dan mudah bergerak dengan cepat.


Dengan satu pukulan, Yan Sheng menghajar kultivator tingkat tinggi itu. Membuatnya tidak memiliki cukup ruang gerak karena kecepatan Yan Sheng tidak bisa dilihat. Bahkan tidak tahu di mana keberadaan Yan Sheng.


"Kekuatan ini sungguh berguna. Namun aku hanya memiliki tiga kali kesempatan. Sebelum ketiga kesempatan itu habis, aku harus segera meningkatkan kultivasiku." Yan Sheng melihat orang-orang itu bergerak sangat lambat. Membuatnya bebas bergerak ke manapun ia mau.

__ADS_1


Setelah memukul mundur Kultivator Ranah Keabadian, Yan Sheng menyelamatkan orang-orang yang harus ia selamatkan terlebih dahulu. Ia bergerak dengan cepat mengangkat Yin Long yang terlihat bingung dalam gerakan lambat. Segera saja ia melesat ke tempat yang lebih jauh. Setelahnya ia membawa raja kerajaan Dayu, Yong Zhengzhou serta putrinya yang pingsan.


"Aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menyelamatkan mereka dulu. Setelah ini, aku harus secepat mungkin pergi dari sini." Yan Sheng kembali ke tempat di mana Kultivator Ranah Keabadian itu berada.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa orang itu menghilang? Ke mana pemilik Pedang Naga Giok itu berada? Aku sudah mencapai Ranah Keabadian. Tidak mungkin aku kalah oleh orang lemah seperti itu."


Meski sudah mencari ke manapun, pria itu tidak bisa menemukan keberadaan Yan Sheng. Sebaliknya, malah terkena pukulan bertubi-tubi. Ia tidak sempat mengaktifkan segel pelindung untuk melindungi dirinya.


Pukulan demi pukulan Yan Sheng terus dilakukan olehnya dengan senang hati. Ada kesempatan untuk melakukan itu, adalah hal yang sudah dinantikan sejak dahulu. Menghajar orang-orang yang sebenarnya lebih kuat darinya.


"Akkh! Kurang ajar! Di mana kau sebenarnya? Tunjukan dirimu kalau berani! Jangan hanya melakukan trik kotor seperti ini!" Karena frustasi, kultivator itu pun berteriak dan berharap Yan Sheng muncul di hadapannya.


Yan Sheng mendengarnya dengan kata-kata yang sangat pelan. Karena ingin memberi pelajaran, akhirnya ia memutuskan untuk berdiam diri di depan musuh yang tidak bisa melihatnya.


"Hahaha! Akhirnya kau muncul juga!" Melihat Yan Sheng sudah berada di depannya, Kultivator Ranah Keabadian itu merasa sangat senang. Ia segera melepaskan sebuah gulungan sihir. "Dimensi Ruang Dan Waktu!"


Sebuah portal yang mengendalikan ruang dan waktu pun telah aktif. Sebuah lingkaran dari membuat area sekitar bergerak sangat lambat. Yan Sheng yang berada di area ruang dan waktu pun tidak bisa bergerak dengan cepat lagi.


"Kau juga mengunakan apa yang aku bisa juga. Aku tidak tahu apa yang kau lakukan. Namun aku tebak, kau hanya bergerak sangat cepat. Maka aku juga bisa melakukannya. Hahaha! Sekarang lawan aku dengan keadaan yang sama."

__ADS_1


"Bodoh! Mengapa aku bisa tertipu olehnya? Aku tidak tahu akan seperti ini." Yan Sheng sudah merasa tidak aman. Maka ia mengeluarkan Pedang Safir Langit dari cincin ruangnya. Lalu ia menyerang Kultivator Ranah Keabadian yang tidak tahu siapa.


"Bagaimana? Kau sudah tidak bisa bergerak cepat lagi? Kau berada di area seranganku sekarang. Maka kau tidak bisa bergerak dengan cepat di sini. Bukankah kau begitu sombong?"


Kultivator misterius pun menggunakan berbagai jurus. Di antaranya adalah pedang-pedang yang muncul dari sebuah portal yang muncul di depannya. Pedang-pedang itu melesat bagikan anak panah yang ditembakan secara serentak.


"Rasakan ini! Hujan Seribu Pedang!" Sebuah kata yang diucapkan untuk mengaktifkan formasi tersebut. Ia menggerakan jemari tangannya dengan cepat untuk membuat segel. Kemudian melepaskan pedang-pedang seperti anak panah.


Yan Sheng menghindari dan menangkis pedang-pedang yang mengarah padanya. Setidaknya ia tidak tertekan oleh aura Kultivator itu. Sehingga tubuhnya tidak terasa berat seperti sebelumnya. Ia bisa menangkis dan menghindar dengan mudah.


"Masih belum cukup! Rasakan sekali lagi!" Lagi-lagi pria itu mengaktifkan segel dan portal berbentuk lima lingkaran berada di belakang atasnya. Lalu ia berkata, "Hujan Pedang Lima Elemen."


Dari kelima portal yang diaktifkan, setidaknya masing-masing pedang yang keluar, masing-masing berasa seperti kelima elemen berbeda. Diantaranya ada Hujan Pedang Api, merupakan pedang-pedang yang muncul disertai dengan kobaran api di sekelilingnya.


Begitu juga dengan Hujan Pedang Air di mana pedang-pedang yang terbuat dari air yang bagaikan ombak laut. Ada juga Hujan Pedang Tanah, yang bagaikan hujan batu besar. Selain itu, ada juga Pedang Hujan Angin yang merupakan sebuah sabit angin yang keluar dari dalam portal. Siap diluncurkan kapanpun juga. Dan ada Hujan Pedang Petir. Dimana kilatan petir terlihat dengan cahayanya yang berantakan. Seperti aliran petir yang menyambar-nyambar.


"Sialan! Aku harus bagaimana?" Yan Sheng kembali bingung namun ia melihat ke kiri dan ke kanan. Ia juga melihat ke atasnya yang terdapat sebuah portal. Portal yang memperlambat kecepatan geraknya.


Maka untuk menanggulanginya, dengan cara keluar dari portal sihir. Yan Sheng melempar bom asap untuk mengelabuhi Kultivator Ranah Keabadian itu. Selanjutnya ia melesat dengan cepat keluar dari dalam portal dengan mudah.

__ADS_1


"Kali ini aku tidak boleh kecolongan lagi. Jangan sampai orang itu bisa menemukanku. Tapi mengapa kepalaku sangat pusing? Apakah ini adalah efek samping Mengendalikan Ruang Dan Waktu?" Yan Sheng merasa pusing dan di sekitarnya bergerak sangat cepat.


***


__ADS_2