Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok
Knight Realm


__ADS_3

Tak ada yang bisa melihat Yan Sheng dan Yin Long di dalam formasi. Orang-orang yang telah mendapat informasi tentang kucing ekor api pun tidak menemukannya sama sekali.


"Ke mana perginya mereka? Padahal mereka terlihat terluka parah. Apakah mereka sudah pergi dari sini?" ucap seorang pria.


"Yah, mungkin mereka sudah pergi. Tidak mungkin dengan kultivasi mereka bisa menghadapi kucing ekor api. Kurasa mereka berlari ketakutan," balas seorang wanita.


Karena tidak menemukan keberadaan Yan Sheng dan Yin Long, mereka pun meninggalkan tempat tersebut. Dengan menahan kekecewaan, membiarkan kucing ekor api kabur dari pandangan mereka. Tanpa tahu bahwa kucing ekor api telah dibunuh dan saat ini tubuhnya sudah dilahap habis oleh Yin Long.


"Wahh, rasanya sangat kenyang," ucap Yin Long. Setelah makan semuanya, ia melingkarkan tubuhnya dan membiarkannya tercerna.


Sementara Yan Sheng sedang berkultivasi dengan mustika tersebut. Setelah enam jam, mereka sudah meningkatkan kultivasi. Yin Long saat ini sudah mencapai Mystery Realm tingkat tujuh. Yan berarti ia menerobos tiga tingkat dari Mystery Realm tingkat empat.


Yan Sheng yang berkultivasi dengan Mustika Kucing Berekor Api. Mencapai Knight Realm tahap pertama. Yang berarti sudah mengalami peningkatan yang luar biasa. Setelah sebelumnya hanya Advanced Realm tingkat empat.


"Knight Realm tahap pertama. Berkat adanya mustika ini, ranah kultivasiku menigkat cepat. Meski ini masih terlalu lambat untukku. Seharusnya sudah mencapai tahap akhir. Efek kemunduran kultivasi membuat semua rusak."


"Tuan, kurasa aku juga sudah meningkat dan sudah mencerna semuanya. Bisakah aku berubah jadi manusia lagi? Aku sudah tidak kuat lagi, Tuan."


"Baiklah, kau bisa menjadi manusia lagi dan cepat pakai, pakaianmu." Yan Sheng berbalik karena tidak ingin melihat Yin Long tanpa pakaian setelah berubah menjadi manusia kembali.


Yin Long kemudian betubah menjadi manusia dan mengambil pakaian yang tergeletak di tanah. Lalu ia berjalan mendekati tuannya tanpa memakai kembali pakaiannya.


"Tuan, bisakah kau bantu aku memakai ini? Aku tidak bisa memakainya. Pakaian ini aku tidak tahu cara pakainya." Yin Long sengaja mendekat dan menempelkan tubuhnya pada pria itu.

__ADS_1


"Weh, kau bukan anak kecil lagi, Yin Long. Dan kau tidak bisa seenaknya memintaku memakaikan untukmu. Kau pakai saja sendiri, aku masih belum selesai berkultivasi." Yan Sheng tidak bisa terus-terusan berada disituasi sekarang. Ia harus menolak permintaan Yin Long sebelum terjadi hal-hal tidak diinginkan.


"Hehehe, aku hanya becanda, Tuan. Tapi kalau kamu mau, aku bisa membiarkan Tuan melihatnya. Kamu adalah tuan yang dingin sekali, huh," keluh Yin Long. Ia kesal karena dirinya sudah menawarkan diri tapi tetap saja tidak ada harga dirinya berada di sampingnya.


"Ini sudah sore dan kita perlu tempat tinggal malam ini. Setelah kita istirahat sebentar, kita akan mencari tempat untuk berteduh. Kau cepat pakai, pakaianmu sendiri dan jangan menggodaku."


Dengan kesal, Yin Long melakukan apa yang diperintahkan. Setelah istirahat beberapa saat, mereka memutuskan mencari tempat yang cocok untuk menginap.


"Tunggu! Kalian pasti pendatang baru di wilayah kami. Sebelum lewat, kalian harus membayar uang pada kaki," ucap seorang pendekar dengan panah besar di punggungnya.


Setidaknya mereka berhadapan dengan tiga orang yang memiliki kultivasi Advance Realm tahap dua dan empat dan seorang dengan kultivasi Knight Realm tahap awal. Yang berarti baru saja menerobos ranah tersebut.


"Sebagian orang hanya mengandalkan cara seperti ini untuk mendapatkan kekayaan. Dan sebagian orang lagi mengemis untuk melakukannya. Dan aku tidak tahu bagaimana mereka hidup dalam kondisi seperti ini?" Yan Sheng maju dan menggenggam tangan satunya lalu menginjakan kakinya dengan keras untuk menciptakan gelombang kejut.


"Kalian tidak ada rasa malu sama sekali. Baiklah, kurasa kalian meremehkanku karena hal ini. Padahal kultivasi kedua rekanmu bahkan dibawahku. Sedangkan dirimu berada di ranah kultivasi yang sama denganku. Tidak mungkin kalian bertiga bisa menghadapiku? Hehh, lelucon apa yang kau katakan?"


"Binatang sialan! Matilah kau!" Segera saja pria itu menggunakan panah besar dan bersiap menyerang dengan itu.


Sementara dua lainnya melesat dengan pedang dan kapak besar di tangan. Keduanya menyerang Yan Sheng yang sudah siap dengan Pedang Safir Langit miliknya.


Dengan mudah, Yan Sheng mampu menahan dua serangan sekaligus. Sementara satu orang yang memegang panah besar, sudah menyiapkan energi besarnya untuk menyerang.


"Pria sombong sepertinya memang pantas dihukum mati. Hehehe," tawa pria bersenjata panah besar. Ia mengarahkan anak panahnya fokus ke Yan Sheng. Sementara tidak memikirkan situasi di sampingnya.

__ADS_1


"Sepertinya kau melupakan seorang lagi. Apakah aku dianggap tidak ada?" Tiba-tiba Yin Long berada di belakang pemanah yang bersiap menembak.


"Sial! Kenapa tiba-tiba–" Sebelum menyelesaikan kalimatnya, ia jatuh ke tanah setelah mendapat pukulan di punggungnya. Sementara anak panah yang sudah terisi energi, meladak dan membuatnya terpental jauh.


"Ahh!" Yin Long menutup mulutnya yang menguap lalu berkata, "Aku sudah sangat mengantuk. Aku ingin tidur malam ini tanpa ada gangguan. Aku juga merasa lapar, apakah aku boleh memakan manusia?"


Wajah Yin Long berubah menyeramkan dan hampir berubah menjadi naga. Dengan kedua tanduk yang keluar di kepalanya, membuatnya semakin terlihat seperti monster.


"Ti-ti-dak ... mon-ster." Karena melihat sosok gadis cantik itu berubah menjadi menakutkan, membuatnya ketakutan. Ia bahkan sudah tidak punya kekuatan lagi untuk bertarung.


"Kalian tidak melihat, pemanah kalian sudah tergeletak di tanah?" tunjuk Yan Sheng kepada pemanah yang dijatuhkan Yin Long.


Bukannya merasa takut, malah kedua orang itu menyerang Yan Sheng. Tidak peduli rekan mereka bahkan jika mati sekalipun. Karena mereka sejatinya bertarung sendirian tanpa ada ikatan bawahan dan atasan. Jika salah satu dari mereka mati, malahan mereka bisa mengambil jarahan untuk dibagi dua.


Yan Sheng tidak langsung menyerang mereka dengan kekuatan penuhnya. Karena ia ingin bermain-main sebentar dengan kedua lawannya. Sementara kedua lawan telah kehabisan nafas. Bahkan Yan Sheng tidak ada gerakan menyerang sama sekali. Hanya ada gerakan menghindar dan menangkis serangan yang datang padanya.


"Yah, kurasa main-mainnya sudah cukup. Aku sudah bosan dengan perampok kecil seperti kalian ini." Yan Sheng mengayunkan pedangnya dengan cepat dan menghasilkan sabetan angin yang kuat.


Angin yang tajam bagikan pedang melesat ke arah kedua perampok. Membuat pedang mereka patah dan langsung membuat tubuh mereka tergores pedang angin. Mereka pun tidak tahu sejak kapan memiliki luka di tubuhnya. Sehingga mereka tidak sadar bahwa nyawanya tidak tertolong.


Hanya dengan satu ayunan pedang, kedua perampok tersebut mengalami luka di bagian dada mereka. Dengan luka dalam memanjang, membuat mereka mati mengenaskan.


"Knight Realm, membuatku lupa bagaimana awalnya aku bisa menggunakan kekuatan sesungguhnya dari Pedang Naga Giok. Ah, kurasa ini adalah trobosan terbaru yang bisa mengingat masa laluku."

__ADS_1


***


__ADS_2