
Yan Sheng membawa Yin Long yang mengambil buah di meja. Pria itu memberikan pakaian yang disediakan oleh pelayan. Membiarkan gadis itu memakai pakaian sendiri.
"Kau harus mengenakan pakaianmu sendiri. Jika belum bisa, kau panggil pelayan wanita. Jangan sekali-kali tunjukan tubuhmu pada pria manapun."
Yan Sheng meninggalkan Yin Long yang terdiam. Ia segera keluar agar tidak melihatnya berganti pakaian. Jika tidak, memanggil pelayan untuk membantu.
Berada di alam bawah sadar makhluk kecil yang tidak tahu siapa dan apa membuat Yan Sheng harus lebih berhati-hati. Ia tidak ingin tiba-tiba pergi entah ke mana. Karena di area istana sangat misterius. Entah kejadian apa lagi, ada yang harus dilakukan.
"Tuan Yan. Apakah kamu baru saja mandi?" tanya Qiaofeng yang tiba di tempat Yan Sheng berdiri. Sengaja ia menemui Yan Sheng karena ingin meminta pertolongan.
Kabar tentang banyaknya pria yang akan datang dalam perjamuan, menimbulkan kegelisahan bagi Qiaofeng. Apalagi niat mereka adalah untuk melamarnya. Setelah mengetahui Qiaofeng sudah ditemukan selamat, mereka tidak mau menunggu lagi.
"Apa yang membuatmu datang ke sini? Harusnya kau mempersiapkan acara nanti malam. Kuharap tidak ada masalah nantinya. Dan kuucapkan selamat untuk Tuan Putri. Semoga kau bahagia dengan orang yang kau pilih."
Mengingat Yan Sheng yang sudah menyelamatkan dirinya, Qiaofeng sudah meminta ayahnya untuk mengikutsertakan Yan Sheng sebagai salah satu orang yang turut serta untuk memperebutkannya. Tentu saja ia juga lebih berharap pada Yan Sheng daripada pria-pria yang ia tidak sukai. Apalagi mereka berasal dari keluarga terpandang. Tentu saja mereka akan memiliki banyak selir ke depannya.
"Aku ke sini karena minta pertolongan padamu. Apakah kalian mau membantuku?" tanya Qiaofeng pada Yan Sheng. Ia berharap mereka akan menjadi jodoh dan yang melakukan pernikahan.
"Meminta tolong untuk apa? Jika tidak merepotkanku dan tidak membuatku tinggal di sini selamanya, mungkin bisa membantumu." Yan Sheng menatap Qiaofeng yang berpenampilan cantik.
Setiap orang pasti akan memuji kecantikan gadis itu. Tak terkecuali Yan Sheng yang juga menuju kecantikannya dalam hati. Meski mendapat firasat tidak baik padanya. Tentu saja ia menduga akan ada hal-hal yang mengganggunya.
__ADS_1
"Mari kita bicarakan sambil duduk di sana." Yan Sheng menunjuk sebuah meja yang dikelilingi oleh kursi. Berjalan beriringan dengan sang tuan putri.
Qiaofeng menanggil pelayan dengan melambaikan tangan, untuk menyiapkan teh dan makanan ringan yang sudah disiapkan sebelumnya. Para pelayan membawa kue dan teh yang disajikan di meja. Setelah meletakan teh dan kue, mereka menjauh.
"Jadi begini, aku meminta bantuan Tuan Yan untuk mengikuti kontes pencarian suami. Jujur aku tidak mau menikah dengan mereka. Kuharap kamu bisa memenangkan kontes yang diadakan ayahku nanti malam."
"Apa? Apa yang harus kulakukan? Apakah jika aku menang, aku harus menikah denganmu? Aku tidak punya banyak waktu untuk tinggal di sini. Aku ada sesuatu yang harus dilakukan."
Yan Sheng langsung menolak tawaran yang tidak mungkin dilakukan. Jelas-jelas ini adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan. Menikah bukankah hal yang kecil baginya. Jika ia menikah dengan Qiaofeng, rencana membalas dendamnya akan terabaikan. Ia juga tidak bisa meningkatkan kultivasinya.
"Apakah kau tega membuatku menikah dengan orang yang tidak aku cintai? Aku juga tidak berharap kamu mau denganku. Hanya bisa memintamu untuk menyelamatkan aku dari perjodohan tidak berguna itu. Aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai. Tolong, jangan menolak permintaan dariku, Tuan. Setelah kau memenangkanku nanti, kau tidak harus menikah denganku. Aku akan menjelaskannya pada ayahku setelahnya."
Yan Sheng berdiri dan hendak meninggalkan tempat itu. Sebelum akhirnya Qiaofeng datang untuk memeluknya dari belakang. Ia memeluk pria itu dengan mesranya. Ia tidak ingin pergi lagi dengan alasan apapun.
"Aku tidak bisa membantumu dalam masalah itu. Lebih baik kau bicarakan dengan ayahmu. Aku tidak bisa membantumu kali ini. Ini adalah masalah internal keluargamu, kan?"
"Kamu tidak tahu apa yang kurasakan! Apakah kamu tega melakukan ini padaku? Aku akan melakukan apapun agar kamu mau menolongku kali ini. Tolong aku, Tuan Yan. Aku akan ikut denganmu jika kamu menikah denganku. Aku hanya akan menikah denganmu."
Yin Long melihat Qiaofeng memeluk Yan Sheng dengan mesranya. Membuat dirinya marah dan langsung menghampiri mereka. Ia awalnya ingin mencari pelayan untuk membantunya mengenakan pakaian. Namun tidak disangka akan melihat pemandangan yang tidak ia inginkan. Hingga membuatnya mendekat dan meminta penjelasan mereka.
"Apa yang sedang kau lakukan pada tuanku? Bukankah kau akan menikah dengan orang lain? Mengapa kau masih mengganggunya?" tanya Yin Long tidak terima. Setelah mengatakan itu ia berlari menjauhi mereka berdua.
__ADS_1
"Apakah kau tidak akan melepas pelukanmu? Aku memiliki dua keperluan dalam hidupku. Yang pertama, aku harus membalaskan dendamku pada orang yang telah mengambil kekuatanku. Dan hal lainnya adalah mengantar Yin Long sampai ke Istana Laut Timur. Jadi tidak ada waktu untuk bermain di sini lama-lama."
Qiaofeng harus sadar diri. Tidak mungkin orang seperti Yan Sheng mau menolongnya. Bahkan jika ia menangis darah sekalipun, pria dingin itu tidak akan memperdulikan wanita. Yang ada dalam hatinya hanyalah untuk balas dendam. Meningkatkan kultivasi yang telah merosot pesat, membuat semakin lemah dan terancam tidak bisa bertahan dalam dunia persilatan.
Setelah menolak permintaan Qiaofeng, Yan Sheng melompat ke atas dan mencari keberadaan Yin Long. Ia merasa bersalah pada gadis itu karena melihatnya dipeluk oleh Qiaofeng. Ia harus menjelaskan padanya, bahwa antara dirinya dan Qiaofeng tidak ada apa-apanya.
"Eh, mengapa aku harus menjelaskannya pada Yin Long? Ah, ada apa denganmu, Yan Sheng? Sialan!" geram Yan Sheng pada dirinya sendiri. Ia memukul ranting dan daun yang setinggi atap rumah. Namun tetap mencari keberadaan Yin Long.
Kebetulan Yin Long saat ini sedang kesal dan duduk di atas pohon. Entah kapan dia berada di atas pohon. Namun ia tidak bisa melihat Yan Sheng bersama Qiaofeng. Ia sudah terlebih dahulu mengikuti pria itu dan tidak ingin Qiaofeng menikah dengan Yan Sheng.
"Apa yang kamu lakukan di sini? Aku tidak mau kau mengotori dan membuat pakaian yang ku beli ini sampai robek. Aku sudah membelinya dengan uang banyak," ujar Yan Sheng, berdiri di belakang Yin Long.
Yin Long menengok ke belakang dan langsung memeluk pria itu. Ia sebenarnya merasa marah tapi ia tidak bisa melakukannya. Ia sadar diri siapakah dirinya sebenarnya. Statusnya adalah seorang pelayan bagi Yan Sheng. Tidak boleh ada perasaan lain.
Seharusnya dirinya yang mengalah dan membiarkan tuannya menikah dengan wanita yang dicintainya. Pada akhirnya dirinya juga akan sampai di Istana Laut Timur. Entah dirinya bisa bertemu kembali atau tidak nantinya.
"Sekarang kamu turun dari sini dan kau ganti pakaianmu nanti. Nanti malam kita akan menghadiri acara makan. Bukankah kamu sudah menunggu acara makan-makan?"
Yin Long mengangguk dan tersenyum lebar. Langsung saja ia memeluk semakin erat sambil turun bersama Yan Sheng.
***
__ADS_1