
"Hei, kau yang menggunakan tongkat. Sepertinya tongkat itu menarik perhatianku. Kalau dijual pasti harganya mahal. Serahkan senjata itu padaku!" Seorang dengan Ranah Misteri. Tersenyum dan meminta tongkat dari tangan Yan Sheng.
"Sepertinya kau menginginkan tongkat yang ku pegang ini. Baiklah, ambil sendiri dariku. Tapi sebelum itu, kau harus menetralisir racun di dalam tubuhmu."
Yan Sheng memutarkan tongkat dan bersiap menyerang. Ia juga telah menyerang dengan jarum beracun yang terhempas dari kipasnya. Namun kipas itu sudah ditangkap oleh salah satu dari mereka.
"Hahaha! Kau sangat percaya diri sekali. Kipas ini juga kelihatan lumayan. Aku sudah mendapatkan salah satu senjatamu. Jadi bisa dijual dengan harga mahal."
"Kau ambilah senjata itu. Sudah tidak berguna lagi sekarang." Yan Sheng memberi isyarat tangan. "Hancurkan!"
"Apa? Kertas peledak? Tidak!" teriak kultivator Ranah Misteri yang memegang kipas itu. Ia langsung membuang kipasnya begitu meledak.
Ledakan kipas itu mampu membunuh kultivator Ranah Ksatria sekalipun. Karena mencangkup area yang tidak terlalu luas, hanya membuat mereka mengalami luka. Namun cukup membuat mereka kehilangan kekuatan untuk merampok.
Yin Long menembakan panah-panah es dengan cepat. Sekali terkena target, akan membuat sekitarnya membeku. Bahkan jika tidak mengenai orang pun, jika berada di dekat anak panah, akan terkena efeknya.
"Ba-jing-an! Aku tidak terima ini!" gertak sang perampok. Ia mengeluarkan kapaknya yang berukuran sangat besar dari kantong ruangnya.
Dengan beban yang berat itu, ia menyerang Yan Sheng. Namun sebelum serangannya berhasil, kalinya terkena anak panah es. Membuatnya tidak bisa bergerak. Dengan sekali pukul, Yan Sheng membuat orang itu tak sadarkan diri.
Serangan kembali datang dari belakang, depan, samping kiri dan kanan. Serta dari atas, membuat Yan Sheng memutarkan tongkatnya untuk menahan serangan dari pendekar pedang.
Yin Long memanah para pemanah yang fokus dari kejauhan. Sehingga tidak mengganggu Pertarungan Yan Sheng dan yang lainnya. Han Doran memukul keras para perampok dengan tinjunya yang besar. Meski mengalami kesulitan dalam menghadapi kultivator Ranah Misteri dan Magis.
__ADS_1
"Kali ini kalian tidak bisa lolos dariku. Jangan anggap enteng seorang gadis cantik sepertiku, ha!" Ning Yue bergerak dengan gesitnya. Melukai beberapa perampok itu dan membuat luka goresan.
"Kemampuanmu hebat juga, Nona cantik ... ketahuilah, kamu juga akan mendapatkan kepuasan saat bersamaku nanti malam, hehehe," ancam lawan yang memiliki kecepatan yang setara.
Keduanya saling adu serangan. Beberapa kali Ning Yue mendapatkan pukulan dan beberapa kali mencoba melukai lawan. Namun tubuhnya tidak mampu bertahan lama. Ia tersungkur ke belakang setelah menghadapi banyak orang sekaligus.
"Lawanmu adalah aku! Kakek Tua, pasti kau yang terkuat di antara semua!" Kultivator dengan Ranah Legenda. Dengan kultivasi paling tinggi, membawa tiga kultivator tingkatan di bawahnya untuk menyerang.
Fang Gong menghentakkan kakinya dan membuat tanah bergetar. Di tangannya muncul sebuah asap hitam diselimuti aura spiritual. Ia menyerang balik lawannya dengan asap hitam tersebut. Namun lawan mengelak dan balik menyerang dengan kakinya yang jenjang.
Keduanya saling adu pukulan. Kedua bawahan lawan juga turut menghajar Fang Gong. Sementara Tou Zhao sendiri juga tidak mudah menghadapi tiga orang yang berhasil menerobos pertahanan. Dengan menghancurkan formasi dan juga tembok yang dibuat oleh Han Doran sebelumnya.
"Gadis kecil, aku akan melindungimu. Kau cukup berdiri di belakangku dan memanah dengan baik." Tou Zhao membuat gerakan yang aneh dalam menghadapi lawannya. Ia bertingkah seperti anak kecil yang sedang bermain-main dengan lawannya yang hanya berada di Ranah Ksatria.
Karena Tou Zhao menggunakan tripod sebagai senjatanya, membuatnya harus waspada. Ia tidak ingin menyerahkan kebanggaannya yang ia gunakan untuk membuat pil. Ia juga menyebar beberapa pil untuk menghadapi para pengacau itu.
Pertarungan seakan tidak ada selesainya setelah berlangsung selama setengah hari. Setidaknya mereka telah membunuh belasan kultivator Ranah Ksatria dan Magis. Serta banyak melukai beberapa dengan Ranah Misteri.
"Enam lawan puluhan orang, sudah membuat kami berenam kehabisan setengah tenaga. Namun kalian juga sudah kehilangan sebagian besar rekan. Apakah kalian masih mau berlanjut?" Yan Sheng mengeluarkan pernyataan untuk membuat mereka berpikir. Namun ia tahu pasti, mereka tidak akan berpikir demikian.
"Cuih ... mana bisa berhenti begitu saja? Dalam kamus kami, yang lemah mati dan yang kuat bertahan dan menang. Akui saja kekalahanmu dan serahkan semua hartamu! Juga kedua gadis cantik itu."
"Apa yang kamu katakan? Aku akan membunuhmu!" Ning Yue tidak menerima dirinya dilecehkan oleh orang yang jelek dan lebih tua itu. Maka ia tidak segan untuk menyerang dengan pisau-pisau beterbangan.
__ADS_1
"Gadis cantik, datanglah dan kita akan mendapatkan kesenangan bersama. Mengapa harus capek-capek melawan? Sungguh gadis yang bodoh!"
"Hentikan! Kau jangan terpancing jebakannya." Yan Sheng melemparkan sebuah ranting ke arah Ning Yue untuk menahan gadis itu mendekat.
"Sialan! Dasar tidak tahu diri! Padahal gadis itu sudah hampir masuk perangkap!" Rasa kesal sang perampok dengan kultivasi Ranah Misteri. Ia sudah membuat formasi sebelumnya.
"Rasakan ini! Panah Pembeku Gunung!" Yin Long menembakan panah ke arah pria yang hampir menjebak Ning Yue itu. Ia berhasil membuatnya membeku.
"Terima kasih adik kecil." Ning Yue tersenyum jahat lalu mengeluarkan sebilah pisau bergerigi. Lalu melemparkannya ke arah orang yang telah membeku dan tak bisa bergerak itu.
Dengan satu lemparan pisau, membuat orang itu tak bernyawa. Meskipun setelah terkena panah pun akan mati kehabisan nafas dan rasa dingin menembus tulang. Ning Yue tidak sabar untuk mengakhiri hidup para perampok itu.
Siapa sangka, ranah yang lebih rendah dapat mengalahkan para perampok yang telah bersembunyi dan memiliki jumlah besar pasukan. Namun mereka jelas-jelas tidak terlalu ahli bela diri. Mereka mengandalkan senjata yang dikuasainya dengan cepat.
Pondasi kultivasi mereka juga tidak terlalu baik karena asalan makan pil yang didapat dari merampok. Dari awal, baik Yan Sheng maupun kedua tetua dari perguruan Teratai Emas sudah menduganya. Karena mereka tidak begitu tahu pil mana yang digunakan untuk menerobos dan mana yang harusnya digunakan sebagai obat dan sebagainya.
"Meskipun ranah kultivasi kalian lebih tinggi dariku, sebenarnya tubuh dan aliran energi qi kalian sudah kacau. Kau, dantianmu telah rusak parah." Yan Sheng memukul salah seorang kultivator Ranah Misteri dengan satu ayunan.
Yan Sheng menjelaskan kondisi para perampok itu sambil menyerangnya. Kemampuannya dalam mengidentifikasi masalah tubuh dan aliran energi pun telah terlihat dengan jelas.
Setelah kejadian kemarin, Yan Sheng sempat menyatukan diri dengan Yin Long. Sehingga ia juga memiliki aura naga yang tertinggal. Aura naga dapat sedikit melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa. Apalagi dalam dirinya ada sebuah Pedang Naga Giok yang telah melebur di dalam tubuhnya.
***
__ADS_1