Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok
Rencana An Jiang


__ADS_3

"Kakak tenang saja, kita akan mendapatkan pedang itu. Kau cukup duduk diam di sini, biar aku pijat." Seorang pria memijat wanita yang duduk di kursi.


"Entahlah, A Shui. Kita sudah membangun Sekte Kegelapan. Dan sudah memiliki banyak bawahan. Namun tidak ada satupun yang mampu mencari orang itu."


An Jiang membiarkan adiknya, A Sui membelainya. Memijat dan melakukan pekerjaannya. Sebagai seorang kakak perempuannya, ia tidak membatasi adiknya untuk menjamah dirinya bagaikan pasangan kekasih.


Sekte Kegelapan adalah sebuah organisasi yang dibentuk oleh An Jiang bersama A Sui. Sekte Kegelapan memiliki integritas dalam melakukan kejahatan dan perampokan di seluruh penjuru.


Dengan beranggotakan lebih dari ratusan pendekar dan kultivator, juga bandit-bandit yang dipercaya bisa membangun sekte menjadi lebih besar. Apalagi ketika melihat orang-orang dari sekte kebenaran atau tempat berkumpulnya para kultivator dan pendekar yang menjunjung tinggi kebenaran, mereka menjadi lawan yang harus dibasmi.


Bukan tanpa tujuan Sekte Kegelapan dibentuk oleh An Jiang dan A Sui. Mereka ditugaskan untuk mengumpulkan tanaman langka yang bisa digunakan untuk meningkatkan kultivasi. Tanaman beracun untuk membunuh, senjata dengan kualitas terbaik maupun apa yang bisa mereka manfaatkan untuk kepentingan sekte.


Semua cara diperbolehkan untuk mendapatkan itu semua. Termasuk dengan cara kekerasan atau pembunuhan. Meski harus merebut dari pemilik harta yang diincar.


"Patriak, saya mohon untuk masuk ke dalam. Ada yang ingin saya laporkan," ungkap seseorang dari luar ruangan.


"Masuklah," sahut An Jiang dengan santai. Ia bahkan membiarkan orang lain melihatnya tengah bermesraan dengan adik kandungnya.


"Patriak, kami mendapatkan kabar, kelompok pencarian kita sudah menemukan Yan Sheng. Dia berada di Kerajaan Dayu. Dan dia bersama seorang gadis muda. Sepertinya mereka sedang melakukan perjalanan menuju ke arah timur."


Mendengar informasi itu, membuat An Jiang tersenyum senang. Meski baru informasi semata, ia tahu bahwa orang yang dicari masih hidup. Kemungkinan untuk mendapatkan Pedang Naga Giok akan segera terealisasikan. Sebenarnya ia ingin mengambil sendiri pedang itu. Namun ia adalah Patriak dari Sekte Kegelapan.

__ADS_1


"Kalau begitu, apakah dia memegang Pedang Naga Giok? Kirimkan lebih banyak anggota. Kemungkinan kultivasinya mengalami kemunduran. Tapi kita harus waspada karena Pedang Naga Giok sangat berbahaya di tangannya."


An Jiang bisa mengatakan hal itu karena pernah suatu kali ingin mendapatkan Pedang Naga Giok saat Yan Sheng tertidur. Namun tidak tahu mengapa, pedang itu malah menyerangnya. Ini memang pedang yang berada di tangan Yan Sheng bukanlah pedang sembarangan. Selain itu, pedang tersebut tidak bisa dimasukan ke dalam cincin ruang ataupun kantong ruang.


"Sepertinya dia tidak menggunakan pedang sama sekali. Hanya memakai tongkat bambu yang terlihat kuat. Mungkin pusaka bumi bintang lima."


"Pusaka bumi bintang lima, yah? Hemm, kurasa itu adalah Tongkat Bambu Selatan. Itu juga bagus, kalian bisa merampas harta itu. Juga cincin ruangan yang ia miliki, itu lebih berharga daripada kantong ruang yang kita miliki."


"Kakak, apa perlu sejahat itu? Tapi gadis yang bersama pria sampah itu, mungkin darahnya masih bisa diminum olehmu. Bisa menambah awet mudamu, bukan?" tawar A Sui.


Selain menginginkan harta, An Jiang juga menginginkan awet muda. Darah seorang gadis adalah hal yang langka yang bisa membuat kecantikannya bertambah dan membuat awet muda.


Di dalam Sekte Kegelapan sendiri ada praktisi yang dapat membuat pil awet muda dengan menggunakan darah. Yaitu menggunakan darah seorang gadis muda yang belum terjamah pria. Karena ada satu kesempatan itu, membuat senyum An Jiang mengembang.


"Aku tahu sifat si sampah busuk itu. Dia memang tidak memiliki ketertarikan pada seorang wanita. Apalagi seorang gadis muda. Kalau begitu, segera laksanakan perintahku. Bawa barang berharga mereka dan gadis itu. Jika bisa, bunuh Yan Sheng di tempat."


"Kakak ... apakah kamu tidak mau membunuhnya dengan tangan sendiri? Setidaknya–"


"Cukup, adikku sayang ... kalau kamu mau membunuhnya, silahkan saja. Aku tidak tertarik dengan hal itu. Kamu bisa ikut dengan mereka dan membunuhnya sendiri," ucap An Jiang memotong perkataan A Sui.


"Namun, sebelum melakukan perjalanan jauh, apakah aku boleh meminta malam ini? Aku mau bermesraan dengan kakakku yang cantik ini." A Sui membelai rambut An Jiang dengan mesra.

__ADS_1


Ikatan kakak beradik itu sudah menjadi pemandangan biasa bagi para pengikut mereka. Apalagi kekuatan keduanya mampu meluluhlantakan suatu kerajaan. Karena mereka juga sudah menyerap kultivasi Yan Sheng. Juga mengambil banyak harta yang dimiliki oleh pria tersebut.


Dengan harta-harta yang pernah diambil dalam pertempuran satu melawan seluruh aliansi yang dibentuk An Jiang dan A Sui, membuat Yan Sheng menggunakan hartanya dan dirampas secara paksa. Sayangnya harus yang dirampas bukan yang berasal dari cincin ruangnya. Melainkan yang ada di kantong ruang yang juga dimiliki oleh Yan Sheng.


Namun dengan harta yang berasal dari kantong ruang, sudah cukup banyak. Membuat mereka bisa menikmati harta dan beberapa tanaman langka serta pusaka yang memiliki kekuatan spiritual yang kuat.


Dengan bertambahnya pusaka yang dimiliki oleh Yan Sheng, membuat kepuasan tersendiri bagi An Jiang. Niat awal ia berteman dengan Yan Sheng tidak berharap begitu. Namun seiring berjalannya waktu, ia semakin tertekan dan hatinya menginginkan lebih untuk mendapatkan harta yang dimilikinya.


Padahal dahulu, saat dalam kesusahan, selalu dibantu oleh pemilik Pedang Naga Giok itu. Saat dalam keadaan terluka parah, dicarikan obat yang langka. Saat kultivasinya macet, Yan Sheng selalu membantu mengatasi.


Sekarang An Jiang dalam masa jayanya karena memiliki apa yang dulunya ia tidak punya. Hanya seorang miskin yang hidup dengan adik lelakinya, ia luntang-lantung di jalanan dan ditolong oleh Yan Sheng. Diberi makan dan berlatih bela diri bersama, bersumpah menjadi kakak beradik.


"Selamanya aku tidak akan melupakan semua yang telah terjadi. Yan Sheng, sekarang kau bukan apa-apa lagi bagiku. Tunggu saja kematianmu, kakak." An Jiang berkata dengan nada merendahkan. Ditujukan pada orang yang tidak berada jauh dari tempatnya berada.


Sementara A Sui masih memijat kakaknya yang sedang duduk di tempat duduk pemimpin sekte. Ia membelai dan membiarkan wanita itu duduk di pangkuannya.


"Bawa aku ke kamar malam ini, adik. Besok pagi kau harus membunuh Yan Sheng dan bawa gadis itu untuk dijadikan pil awet muda." An Jiang meminta dengan manja pada adiknya. Duduk di pangkuan pria yang memiliki darah yang sama dengannya.


"Baiklah, kakakku yang cantik," balas A Sui. Lalu ia menatap ke arah pemberi berita dan mengatakan, "Kamu perintahkan anak buahmu untuk mengawasi sampah itu. Besok pagi kita datangi tempatnya dan mengambil tindakan."


"Baik, Tetua Sui." Setelah menerima perintah, pemberi informasi itu pun meninggalkan tempat dan tahu apa yang akan dilakukan sepasang kakak beradik tersebut.

__ADS_1


***


__ADS_2