Pejuang Restu

Pejuang Restu
Permohonan Danny


__ADS_3

Seperti anak kecil yang baru pulang bermain, Anna dan Tegar pulang ke vila dengan baju yang basah. Mereka tertawa tanpa beban seperti kakak dan adik. Tak sadar jika keduanya di tatap senyum oleh dua wanita yang menanti kepulangan mereka.


Anna sangat senang menghabiskan waktu bersama Tegar. Begitu juga dengan Lillia yang jauh lebih tenang setelah bersama Oma Indah menceritakan kepedihan masa lalunya.


“An, kalian baru pulang? Kok basah begini sih?” Oma Indah lebih dulu bertanya. Dan Lillia hanya menggeleng melihat tingkah Anna yang berbeda dari biasanya.


Tegar pun tersenyum kaku pada Lillia. “An, segera mandi. Aku harus bersiap untuk kembali ke kota besok pagi.” ujar Tegar yang membuat Anna segera mengangguk patuh.


Usai pamit dengan dua wanita di depannya mereka berdua menuju kamar masing-masing.


Entah mengapa Tegar tak bisa menahan senyum di wajahnya mengingat rentetan kejadian hari ini bersama Anna. Namun, senyum di wajahnya tiba-tiba saja pudar saat mengingat sosok pria yang hari ini juga datang bertamu.


Danny, entah mengapa feeling Tegar merasa ada sesuatu dengan pria itu.

__ADS_1


Tepat saat di pikirkan, di sini Danny juga tampak duduk termenung. Pikirannya terpecah belah usai pulang dari desa. Mengetahui Anna adalah anak dari ibu tirinya membuat Danny berpikir apakah mungkin niat untuk melamar Anna akan tetap di lanjutkan? Bahkan sakit yang sang mamah rasakan membuat Danny tak sampai hati untuk melanjutkan niat itu.


Di kamarnya Danny beberapa kali di panggil namun tidak juga bersuara. Ia terus saja melamun sampai tak menyadari sang papah sudah berdiri di sampingnya.


“Semua akan tetap sesuai keinginanmu, Danny.” tutur Firhan menepuk pelan pundak sang anak.


Danny pun menoleh ke wajah sang papah. Ia berdiri dari duduknya.


“Pah, jika memang semua tidak baik di lanjutkan. Aku bersedia. Sakitnya mamah tidak akan bisa membuatku tega. Mungkin akan jauh lebih baik hidup kita tetap seperti biasanya. Tanpa kehadiran mereka di keluarga kita.” Firhan menggelengkan kepala tidak setuju mendengar ucapan sang anak.


“Lanjutkan niat baikmu. Semua akan baik-baik saja. Papah akan menyelesaikan semua yang seharusnya sudah selesai. Yang terpenting saat ini adalah masa depanmu dan siapa pendampingmu kelak.” Dua kali Firhan menepuk pundak Danny memberikan semangat.


Danny menatap sang papah dengan mata yang berkaca-kaca. Tak ada yang sadar jika perbincangan mereka terdengar oleh sosok Zaniah.

__ADS_1


“Aku hanya ingin kebahagiaan untuk mamah dan papah. Hidupku masih panjang. Masih ada banyak hal yang bisa membuatku bahagia, Pah.” ujar Danny tegas.


Firhan justru tersenyum. “Papah sudah memilih untuk tetap mempertahankan pernikahan ini, Danny. Dia bukanlah jodoh papah. Secepatnya kami akan berpisah. Jangan pikirkan kami. Kami bahagia jika anak-anak kami bahagia.” tutur Firhan.


Lega rasanya Zaniah mendengar ucapan sang suami. Meski hal itu rasanya tidak serta merta membuatnya bahagia.


Hati Firhan jelas untuk Lillia selamanya. Hanya status yang saat ini Firhan tengah berikan padanya.


“Apa yang harus aku lakukan saat ini, Tuhan? Dia adalah suamiku. Dia hakku. Tapi mengapa aku yang sakit melihat pria bersamaku namun tidak dengan hatinya.” Air mata Zaniah jatuhkan saat itu juga.


Pelan ia pun kembali merapatkan pintu kamar sang anak lalu pergi. Sedang Danny dan Firhan saling menitip pesan.


“Danny mohon pada papah. Tolong cintai Mamah menjadi satu-satunya wanita. Hargai mamah dan banggakan mamah di depan semua orang. Danny yakin kebahagiaan yang berlimpah juga akan menanti papah. Pernikahan memang tidak sepenuhnya tentang kebahagiaan. Tetapi, alangkah indah kehidupan jika saling melengkapi bukan saling menyakiti.”

__ADS_1


Pelan Firhan menghela napas kasar lalu menganggukkan kepala. Meski apa yang Danny katakan benar, rasanya sulit sekali untuk mencintai utuh sang istri. Sebab Firhan sudah memperjuangkan itu semua sebelumnya. Namun, Zaniah sendirilah yang menawarkan posisi memiliki dua wanita hingga akhirnya Firhan terjebak dengan cinta istri kedua.


Semua terasa sulit untuk ia kembalikan seperti semula.


__ADS_2