Pejuang Restu

Pejuang Restu
Di Terima


__ADS_3

Kisah masa lalu kelam yang kini masih jelas terasa mengganjal namun berusaha sebisa mungkin untuk ia pendam. Lillia berusaha sekuat mungkin untuk bisa mengendalikan dirinya. Yah, kisah cinta yang tak akan bisa berujung dengan baik jika di satukan. Tentu akan banyak luka yang terbuka. Duduk berhadapan dengan masa lalu tak mudah bagi Firhan.


"Ibu panggil mereka semua untuk membicarakan perihal hubungan kamu dengan Danny, An." sahut Lillia seketika membuat Anna menoleh kaget.


Bukan ingin menolak, namun sebelumnya ia merasa tak ada pembicaraan apa pun dengan sang ibu mengenai dirinya dan Danny. Anna mengingat sekali jika yang ia bicarakan terakhir kali dengan sang ibu adalah Tegar. Pria yang saat ini tak lagi mau menampakkan wajah di desa itu sejak kejadian penolakan Anna. Bukan sebab menyerah untuk memperjuangkan cinta, namun Tegar jelas melihat tak ada harapan yang Anna berikan padanya.


Itulah sebabnya ia justru lebih memilih untuk kembali pada kehidupannya yang sebelumnya. Melanjutkan pertunangan dengan menikahi Depi Lily.


Di kota tepatnya hari ini Tegar telah menikahi Depi dengan keikhlasan hati yang besar. Meski rasanya berat, ia tidak ingin mengikuti perasaan yang salah itu. Depi adalah wanita yang sudah di gariskan sang kuasa untuk menjadi istrinya.


"Bu, ini bercanda kan?" tanya Anna kaget.


Lillia hanya diam. Ia sudah sangat tahu bagaimana sang anak. Namun, Anna yang terlalu sulit memahami hatinya tak sadar jika perasaannya pada Danny ternyata begitu nampak di mata sang ibu.


"An, izinkan aku menikahimu. Biarkan kita menumbuhkan cinta yang sesungguhnya di dalam pernikahan kita." Danny pun kini bereaksi dengan menggenggam tangan Anna.

__ADS_1


"Terima saja, An. Nanti Tante sulit loh kasih Danny diam di rumah ketika nangis. Kamu mau tanggung jawab kalo bayi tua ini nangis kejang?" Zaniah justru menambah kata-kata yang mencairkan suasana.


Anna terenyum mendengarnya. Ia mendekatkan wajah pada Lillia dan bertanya. "Bu, aku harus jawab apa?" tanyanya.


"Terima gitu saja." sahut Lillia mengajari anak gadisnya itu.


Anna pun menatap Danny kembali. Semua orang seolah tak pernah terjadi masalah. Mereka terlihat baik-baik saja saat ini. Dan Firhan serta Lillia merasa lega. Setidaknya keputusannya kali ini tidaklah salah dan rugi.


"Iya, saya terima gitu saja." sahut Anna menjawab lamaran Danny.


"Anna..." ujarnya gemas pada anaknya.


Danny begitu senang sekali sampai ia menggenggam tangan sang mamah di sampingnya. Wajah pria itu begitu berbinar saat ini.


Hari itu juga mereka membicarakan tentang pernikahan yang akhirnya di sepakati dengan mengadakan acara dua kali. Di desa dan juga di kota. Usai deal dengan semua keputusan, mereka tampak menikmati hidangan sederhana yang baru saja di antarkan tetangga sesuai dengan pesanan Lillia.

__ADS_1


Setelah itu Zaniah dan keluarga pun berpamitan untuk pulang demi mempersiapkan semuanya. Kepulangan mereka menjadikan rumah nampak sunyi kembali. Tinggallah Anna dan Lillia yang duduk berdua di kursi.


"Bu..." panggilnya.


"Ada apa, An?" tanya Lillia.


"Ibu ikut ke kota kan?" tanya Anna yang memikirkan sang ibu sejak menerima lamaran Danny tadi.


Sejenak Lillia terdiam memilih kata yang tepat untuk ia utarakan pada sang anak. Lillia mendekati anaknya mengusap rambut hitam Anna lembut.


"Ibu sudah nyaman di sini. Pergilah bersama suamimu, Nak. Ibu baik-baik saja di sini. Ibu sangat bahagia jika putri ibu ini akan menjadi istri yang penurut dengan suami." tuturnya dengan lembut namun sukses membuat air mata Anna jatuh.


Hal yang paling ia hindari adalah meninggalkan sang ibu sendirian. Anna tidak bisa tenang jika sang ibu seorang diri di rumah dan di desa ini. Jarak kota dan desa bahkan lumayan jauh baginya.


"Kalau begitu Anna tidak jadi menikah, Bu. Anna akan di sini menemani ibu sampai tua dan sampai Anna yang pergi duluan." ia tak kuasa menahan sedihnya.

__ADS_1


Tak memiliki seorang ayah sudah cukup membuat Anna sakit selama ini, ia tak ingin lagi kehilangan sang ibu apa lagi dengan waktu yang banyak berpisah. Anna akan selalu bersama ibunya dimana pun berada.


__ADS_2