Pejuang Restu

Pejuang Restu
TAMAT


__ADS_3

Tatapan mata Firhan tak lepas memandangi sang istri yang saat ini gelagapan. Matanya bergerak ke arah Firhan lalu berganti pada sepasang suami istri yang datang ke rumahnya pagi itu. Zaniah tak tahu harus berkata apa saat ini. Sementara tatapannya begitu marah pada sosok wanita yang mencari Danu padanya. Melihat gelagat sang istri yang aneh tentu saja membuat Firhan bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya? Dan siapa yang mereka cari saat ini? Segera Firhan melepaskan tangan Zaniah lalu melangkah mendekati orang asing itu.


"Maaf, anda mencari siapa? Dan siapa kalian mengapa bisa mengenal istriku?" tanya Firhan nampak sopan.


Zaniah sadar ini mungkin memang waktunya untuk semua masalah. Ia berdiri dengan mata yang terasa panas menahan air mata ketakutan. Berbagai bayangan buruk menghampiri pikirannya. Apakah semua yang telah ia bangun kembali bersama sang suami akan berakhir saat ini? Tidak. Zaniah tidak bisa menerima itu. Ia tidak ingin hal itu terjadi. Zaniah meneteskan air mata saat mendengar wanita asing itu mengatakan tujuannya.


"Saya mencari Danu, Pak. Saya mencari anak saya yang di ambil oleh Bu Zaniah beberapa tahun lalu. Saya ingin anak saya kembali dan saya akan mengembalikan uang Bu zaniah juga. Saya mohon, Pak." wanita itu berkata seraya menjatuhkan tubuhnya memohon di kaki Firhan.


Firhan hanya terbengong menunduk melihat aksi wanita itu. Ia kembali menatap Zaniah yang mematung di tempatnya.


Segera Zaniah pun menghampiri sang suami dan memegang tangan Firhan. Air mata pun jatuh saat itu juga. Ia akan mengakui semuanya sebelum orang itu yang mengatakan. Ia tidak ingin Firhan tahu dari orang lain.


"Mas Firhan...maafkan aku, Mas." ia menangis lebih dulu sebab bayangan akan kembali di acuhkan oleh Firhan sudah terbayang di kepalanya.

__ADS_1


Andai waktu yang berjalan akan ia tahu seperti ini, kebahagiaan yang bisa ia menangkan dari Lillia, tentu saja Zaniah tidak akan melakukan hal bodoh itu. Tapi, mengingat semua jalan memang berawal dari kehadiran Danny lah rumah tangga mereka kembali harmonis. Zaniah benar-benar tidak punya pilihan lain.


"Danu adalah..."


"Adalah siapa, Niah? Siapa orang yang mereka maksud ini? apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Firhan yang tidak sabar mendengar sang istri menjelaskan padanya.


"Danu adalah anak kita, Mas." Firhan tercengang mendengar pengakuan Zaniah. Jujur begitu banyak pertanyaan yang ingin Firhan lontarkan saat ini namun ia tak tahu harus berkata apa. Bibirnya hanya terbuka lebar seolah menunggu cerita Zaniah selanjutnya.


"Aku minta maaf, Mas Firhan. Aku mandul. Aku tidak bisa hamil itu sebabnya aku terpaksa meminta Mas dengan Zeni. Tapi kalian justru melakukan pengkhianatan, Mas. Aku terpaksa melakukan ini semua." Zaniah menangis kencang bahkan tubuhnya gemetar saat dengan lancar bibirnya berkata demikian.


Dulu semua ini terjadi karena tuntutan dari sang mertua yang terus mengganggu pernikahan mereka hingga hadirnya Lillia Zeni justru membuat posisinya bukan aman melainkan semakin terancam di singkirkan. Dan kini di saat pernikahan yang ia perjuangkan kembali bahagia, justru kenyataan di masa lalu yang ia sembunyikan menjadi bom yang sudah meledak dan menghancurkan kebahagiaan kedua yang mereka bangun susah payah.


"Ini semua tidak bohong, Niah?" tanya Firhan lirih dengan suara bergetar menaha amarahnya.

__ADS_1


Zaniah menggeleng terisak. "Tidak, Mas. Aku tidak bohong. Aku mengakui kesalahanku. Danny bukan anak kandung kita, Mas. Maafkan aku, Mas. Aku terlalu takut saat itu Mas Firhan tinggalkan aku demi Lillia."


Jatuh air mata Firhan setelah sekian tahun hidupnya baik-baik saja. Setelah ia merelakan wanita yang begitu ia cintai lepas dari ikatan suci mereka. Firhan telah merelakan hubungannya demi hubungan anak orang lain yang sudah ia anggap anak selama ini bersama Anna. Buah hati Lillia yang pernah Firhan perjuangkan untuk menjadi ayahnya.


Rasa kecewa yang sangat dalam ia begitu rasakan pagi ini. Firhan melepas jas kerjanya dan membuang di halaman rumah itu. Ia mendorong kakinya kasar saat tangan Zaniah menggenggam, Firhan tak mengatakan apa pun lagi. Ia melangkah menuju mobil dan melajukan mobilnya tanpa arah. Tinggallah Zaniah yang menangis di halaman di saksikan dengan sepasang suami istri itu.


"Tidak, Mas. Jangan tinggalkan aku, Mas Firhan!!!" teriak Zaniah begitu pilu terdengar. Semua semangatnya pagi itu yang ingin membawakan kue para keluarga dan mertuanya hilang begitu saja.


Kini ia sadar apa pun yang di mulai dengan hal yang salah, tidak akan menghasilkan sebuah hal yang baik pula. Kebahagiaan yang akan di capai dengan hal yang salah tentu tidak akan abadi. Maka dari itu mulailah semua hal dengan niat dan langkah yang benar maka semua perjuanganmu tidak akan berakhir sia-sia dan menghancurkan segala yang kau miliki.


TAMAT


***

__ADS_1


Jangan buru-buru di hapus favoritnya ya....kemungkinan author akan melanjutkan kisahnya dengan judul terbaru.


Bagaimana tanggapan kalian dengan cerita part 2 ini? semoga sedikit menghibur yah meski author sadar cerita ini masih jauh dari kata sempurna dan masih sangat banyak kurangnya.


__ADS_2