
Anna berlari bersama salah satu orang warga desa yang melaporkan keadaan sang ibu. Sepanjang perjalanan ia begitu mencemaskan keadaan Lillia. Hingga tibalah di rumah sederhana miliknya. Tampak sang ibu baru saja melempar tubuh Danita dari cengkramannya.
"Ingat! Jangan pernah macam-macam dengan anak saya. Pergi dari sini jangan pernah berani masuk ke desa kami." Danita menangis di pelukan sang sepupu. Danita tak bisa berkata apa pun lagi mendengar bagaimana para warga desa begitu mendukung apa yang Lillia katakan.
Bahkan penyerangan yang terjadi pun sama sekali tidak di cegah oleh mereka. Apa yang Lillia lakukan pasti ada kebenaran yang ia perjuangkan.
"Ibu," Anna berlari memeluk sang ibu. Setelahnya ia beralih menatap ke arah Danita yang lemas.
Anna mendekati Danita. "Ayo aku antar kamu keluar dari desa ini. Jangan membuat suatu hal yang tidak bisa kamu pertanggung jawabkan di sini. Ibuku pasti tidak akan melakukan hal yang salah sampai membuatnya marah seperti ini denganmu."
Anna bersama Angel memapah Danita dan membawa mereka keluar dari desa. Selama di perjalanan tak ada suara sedikit pun dari mereka.
__ADS_1
"Stop." teriak Danita tiba-tiba.
Mobil pun berhenti seketika. Di sana ternyata ada Danny yang baru saja keluar dari salah satu hotel. Kening pria itu mengernyit kala melihat sebuah mobil yang tak asing baginya mulai mendekat.
"Danny." Suara lemah khas manja sontak membuat mata Danny memutar malas.
Benar apa yang ia pikirkan jika mobil di depannya memang tidak asing. Tampaklah kemudian wanita yang sudah sangat ia rindukan di depannya saat ini. Bukannya menyapa balik Danita, Danny justru mendekati Anna yang menatapnya datar sedikit mundur ke belakang menghindari pria tampan ini.
"An, aku sulit sekali bertemu kamu." Danny tanpa sadar telah menggenggam tangan Anna.
"Maaf, aku harus segera pergi." Anna baru saja ingin melangkahkan kaki menjauh namun Danny secepat kilat meraih tubuh Anna dan memeluknya begitu erat.
__ADS_1
Angel dan Danita bahkan sampai melongo tak percaya melihat hal itu. Ia benar-benar di buat syok dengan pemandangan di depannya saat ini. Danny memeluk Anna tanpa ada rasa bersalah sedikit pun pada Danita.
"Danita, ini sih fix kalau Danny beneran cintanya sama dia. Bukan sama lu..." ujar Angel yang mendapat cubitan kuat dari Danita.
"Lepaskan." Anna memberontak namun Danny masih begitu kuat memeluknya.
"An, jangan memberontak. Aku hanya ingin kau tahu apa yang aku rasakan. Cinta ini sungguhan, An. Aku serius." ujar Danny berusaha menyalurkan rasa di dada pada sosok Anna.
Bukannya mendengarkan, Anna justru menginjak kaki Danny dan mendorong kasar pria itu. Ia berhasil lari dari dekapan Danny. Tak perduli bagaimana Danny yang merintih kesakitan, Anna terus berlari menjauh. Ia harus menemui sang ibu dan melihat keadaannya. Meski jelas jika Lillia sangat baik-baik saja.
"Danny! Mau kemana?" Danita berteriak hendak mengejar Danny yang berlari meninggalkan mobil mengikuti lari Anna.
__ADS_1
Namun, Angel menahannya. "Sudah jangan cari mati. Danny pasti balik ke kota lagi kok. Sebaiknya kita pulang. Wajah lu bisa bikin Danny benar-benar ilfiel kalau sampai ibu tadi menyerang lagi."
Memikirkan ucapan Angel, Danita akhirnya menurut saja meski rasanya ia begitu berat untuk pulang tanpa Danny.