Pelangi Berselimut Awan

Pelangi Berselimut Awan
MY SEXY LITTLE WIFE


__ADS_3

Assalamu Alaikum teman-teman. Apa kabar nih? Senang ya besok lebaran.


Minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir batin.


Oh ya, aku karya Baru nih. Jangan lupa mampir ya.


Yang masih nunggu Extra Part Awan dan Pelangi, Insyaa Allah habis lebaran ya. Soalnya sekarang masih dalam tahap editing.


Selain itu harus mudik. heheh 🤭🤭🤭


Btw jangan lupa mampir ya. 👇👇



Judulnya : MY SEXY LITTLE WIFE


Ini dia potongan kisahnya :


Adrian menggeliat dalam balutan selimut kala bias cahaya terang menyelinap melalui celah tirai jendela dan menyilaukan mata. Ia baru akan mencari posisi nyaman untuk melanjutkan tidurnya, ketika merasakan kulitnya bersentuhan dengan sosok yang berada tepat di samping. 


Sepasang mata hazel itu pun membola. Hal pertama yang hadir dalam pandangan Adrian adalah wajah polos yang masih terlelap, lengkap dengan mata sembab dan wajah memucat. Jangan lupakan bagian leher dan dada yang penuh dengan tanda merah. Yang menjadi bukti betapa buasnya Adrian semalam. 

__ADS_1


Pria tampan berusia 32 tahun itu pun seketika tersadar. Lalu menyibak selimut untuk melihat bagian bawah tubuhnya. Tongkat bertuah miliknya tak tertutupi sehelai benang pun. 


“Oh, sial! Ternyata bukan mimpi.” 


Tatapan Adrian lalu terarah pada lantai di mana pakaian mereka teronggok begitu saja.


Adrian memijat kepalanya yang masih terasa pening, sebelum akhirnya bangkit dan memilih masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sambil berendam di air hangat, ia merenung.


“Dia benar-benar masih perawan,” gumamnya pelan.


Apa semalam aku semabuk itu sampai tidak sadar?


Adrian masih menikmati berendam di air hangat saat mendengar bunyi seperti pecahan kaca yang cukup nyaring dari arah luar. Tanpa menunggu, ia segera bangkit dan membalut pinggang dengan handuk. Lalu keluar dari kamar mandi.


Naomi yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuh polosnya itu, seperti sedang mengambil ancang-ancang untuk melompat keluar. 


“Jangan mendekat atau aku benar-benar akan melompat!”


Kala Naomi mengancam dengan penuh tekanan, Adrian malah sangat santai di tempatnya berdiri. Seolah tiada usaha untuk mencegah aksi yang mengancam nyawa itu.


“Asal tahu saja, kita ada di lantai tujuh belas. Kalau lompat ke bawah, sudah pasti seluruh anggota tubuhmu akan terpisah.” 

__ADS_1


Seringai tipis terbit di sudut bibir Adrian saat menemukan bias ketakutan di wajah Naomi. Gadis itu masih sempat melongokkan kepala dan menatap ke bawah untuk memastikan ketinggian. Hal yang membuat wajahnya mendadak terlihat seperti mayat hidup saking pucatnya. 


"Bagaimana? Terlalu tinggi, kan? Masih mau lompat?"


Naomi mundur satu langkah. 


“Kamu akan mendarat di bawah kurang dari satu menit. Lalu merasakan sakit selama berbulan-bulan.” 


Tubuh Naomi mulai gemetar, membuat Adrian maju selangkah tanpa Naomi sadari.


“Kalau tidak percaya, ayo taruhan! Kamu boleh lompat dan membuktikan sendiri.” 


Gadis itu terdiam dengan memeluk lipatan handuk di dadanya. Tatapannya kosong, namun kesadarannya masih utuh.


Dan ketika melihat celah, secepat cahaya kilat Adrian merangsek maju meraih tubuh mungil itu. Menariknya secara paksa meskipun terus mendapat pemberontakan. Hingga keduanya jatuh terhempas ke ranjang. 


“Lepaskan aku, bia*dab!” teriak Naomi memukul-mukul dada bidang Adrian dengan sisa tenaga yang dimilikinya. 


“Jangan macam-macam atau aku akan mengulangi yang semalam!” ancam Adrian. 


Membuat sepasang mata Naomi melotot.

__ADS_1


...........


Aku tunggu di lapak Adrian Naomi Ya. Jangan lupa masukin favorit biar dapat notif kalau up. terima kasih 🥰🥰


__ADS_2