Pelayan Kesayangan Pangeran

Pelayan Kesayangan Pangeran
Kecurigaan Andez


__ADS_3

Pangeran terus memeluk wanita yang ada di pelukannya seolah tidak ingin melepaskannya. Mereka kembali menaiki Griphos untuk mengantar Yuri pulang. Sebenarnya ia ingin mengajak wanita itu bermalam di tepi danau, namun wanita itu menolak.


Griphos mendarat di area yang aman, sepi dari jangkauan orang. Pangeran menurunkan Yuri dari atas Griphos.


"Terima masih Yang Mulia, telah mengantar saya pulang," ucap Yuri. "Jangan lupa untuk mandi air hangat sebelum Anda tidur," lanjutnya.


Pangeran tersenyum mendengar pesan dari wanita yang dicintainya. "Masuklah ke dalam dan jangan lupa juga mandi air hangat. Jangan sampai badanmu sakit."


Akhirnya mereka berpisah. Pangeran mengajak kembali Griphos untuk terbang ke langit. Yuri melambaikan tangannya, menunggu hewan tersebut pergi dari tempatnya. Setelah pangeran pergi, Yuri kembali masuk ke dalam kedai miliknya lewat pintu belakang.


"Kamu dari mana?" Langkahnya terhenti mendengar pertanyan Andez. Ternyata salah satu temannya itu terbangun. "Kenapa bajumu basah?" tanyanya penasaran.


"Aku tadi berenang sebentar di danau untuk menyegarkan diri," kilah Yuri.


Andez tidak mempercayai perkataan Yuri. Ia terbangun karena mendengar auman suara Griphos yang cukup keras. Tak berselang lama setelah itu, Yuri kembali dalam kondisi tubuh yang basah. Ia yakin ada kaitannya antara Yuri dengan auman Griphos yang ia dengar.


"Aku mau mandi. Apa kamu tidak kembali tidur? Ini masih tengah malam," tanya Yuri.


"Aku masih belum mengantuk," katanya.


"Oh, ya sudah!"


Yuri beranjak meninggalkan Andez ke bilik kamar mandi yang ada di belakang rumah. Tak lupa ia juga membawa baju ganti. Ia tak ada waktu membuat air hangat untuk mandi. Ia akan menggunakan air biasa untuk mandi.

__ADS_1


Sementara, Andez masih tertegun di ruang tengah. Ia masih menikirkan tentang Yuri dan suara auman Griphos barusan. Ia memutuskan untuk melihatnya sendiri ke luar rumah. Ternyata benar, seekor Griphos terbang di langit kota meskipun jaraknya sudah sangat jauh darinya. Ia tahu hanya ada tiga Griphos di istana. Milik raja, pangeran, dan panglima.


"Siapa yang menemui Yuri dengan Griphos itu?" gumam Andez.


Tidak ada yang tahu jika Andez merupakan salah satu keturunan bangsawan elf yang pernah memiliki jabatan di istana. Keluarganya sudah banyak yang meninggal karena dihukum atas tuduhan rencana kudeta yang tidak mendasar. Andez disembunyikan dan diasingkan ke tempat terpencil agar tidak menjadi sasaran musuh yang mengincar untuk membantai keluarga Leoden.


Jika Yuri sangat ingin mendapatkan air suci demi mendapatkan aura elf, maka dirinya sejak kecil telah rutin meminum ramuan yang mampu menghilangkan aura elf miliknya. Sehingga Andez tampak seperti elf biasa.


Andez benar-benar dididik sebagai elf biasa, barus setelah cukup dewasa ia diberi tahu oleh orang tua angkatnya untuk menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya hingga saat yang tepat tiba. Masih ada keluarga Andez yang bertahan, namun terpencar di berbagai daerah demi menyelamatkan diri. Ia secara diam-diam mempelajari kehidupan istana dari buku-buku yang ditulis keluarganya yang dibawa lari bersamanya saat kecil.


Andez berkeinginan untuk kembali masuk istana dengan identitasnya yang baru. Ia ingin menyelidiki kembali kasus keluarganya terdahulu. Jika ada yang memfitnah keluarganya, maka ia akan membalaskan dendam kehancuran orang tuanya.


Awalnya Andez sudah tak ingin mencari tahu tentang istana. Ia berpikir akan puas untuk hidup sebagai elf biasa di luar sana. Akan tetapi, pandangannya berubah saat Yuri bersikeras untuk menemukan tempat pertapa Yahzen demi mendapatkan air suci.


Melihat keteguhan Yuri, Andez ikut merasa bahwa dirinya juga punya tujuan hidup. Ia bukan hanya ingin berpangku tangan menikmati hidupnya mencari aman. Ada tanggung jawab di bahunya sebagai seorang anak laki-laki penerus keluarga Leoden. Setidaknya ia harus mengembalikan nama baik keluarganya.


"Kamu masih di sini?" tanya Yuri yang baru masuk kembali ke rumah dari kamar mandi belakang.


Andez memandangi sejenak sosok Yuri yang berdiri di hadapannya. Wanita itu semakin lama terlihat semakin cantik. Gadis kecil yang menghabiskan waktu bermain dengannya di hutan dulu kini telah berubah menjadi seorang wanita dewasa yang cantik. Tak heran jika banyak pemuda yang jatuh cinta kepadanya, termasuk dirinya.


"Hei, Andez ... apa kamu melamun?" tanya Yuri sembari menggoyangkan tangannya di depan Andez.


"Yuri, katakan dengan jujur ... semalam kamu kemana?" tanyanya.

__ADS_1


"Kamu kenapa, sih? Sudah aku bilang aku berenang di danau untuk mendinginkan pikiran." Yuri merasa Andez sedang mencurigainya.


"Siapa yang kamu temui semalam?"


Pertanyaan Andez semakin mengerucut. Yuri tahu dirinya sedang dipancing untuk bicara jujur. "Tidak ada yang aku temui. Aku berenang sendiri sebentar lalu kembali. Aku mau tidur lagi," pamitnya untuk menghindar.


"Kamu bertemu Griphos?"


Yuri menghentikan langkahnya. Entah dari mana Andez mengetahui tentang binatang misterius itu. Ia tak mungkin menceritakan pertemuannya dengan pangeran, apalagi jika tahu kalau ia menawarkan diri sebagai pelayan pangeran secara khusus.


"Siapa penunggang Griphos itu?"


Andez benar-benar mengetahui segalanya. Yuri tak boleh terlihat mencurigakan di hadapannya. Ia tahu Andez seorang yang cerdas. Karen itu, ia meminta dilatih pedang salah satunya oleh Andez. Lelaki itu juga yang mengajarinya memanah dengan baik.


Yuri berbalik menatap keheranan kepada Andez. "Aku tidak paham dengan apa yang kamu katakan. Apa kamu sedang mengigau sampai berkata yang aneh-aneh? Lebih baik kamu tidur."


Yuri kembali ke tempat tidurnya. Ia akan beristirahat selama beberapa jam sebelum besok siap bekerja. Ia tak ingin memperlarut masalahnya jika membahas dengan Andez. Lelaki itu sangat pintar mengorek informasi. Ia takut akan mengatakan sesuatu yang tidak perlu di hadapan mereka.


Apalagi soal seleksi pelayan istana, sebenarnya Andez kurang suka dengan keikutsertaan Yuri. Lelaki itu selalu mengatakan bahwa istana merupakan tempat yang ber ahaya dan tidak aman. Ia juga paham tentang hal itu. Ia juga tidak ingin menginjakkan kaki di sana. Alasannya, Yuri menemui ajalnya di dalam istana. Ia sampai mengundurkan diri sebagai pekerja di kediaman Jansen untuk menghindari takdir buruknya.


Kenyataannya, sebisa apapun ia menghindari takdir, ternyata ia akhirnya terarahkan juga masuk dalam jalan yang seharusnya ia masuki. Seharusnya Yuri masuk istana lewat Asteria, namun kali ini ia akan .asuk istana lewat tangan pangeran.


Dari hal tersebut ia belajar bahwa cara terbaik menjalani takdir adalah dengan menghadapinya, bukan menghindarinya. Ia akan tetap masuk istana, berusaha mengubah takdirnya, dan cepat-cepat menemukan kitab rahasia agar ia bisa pulang ke dunianya. setelah ia pulang nanti, segala kenangan yang dijalaninya akan menjadi sebuah kenangan.

__ADS_1


__ADS_2