
Setelah memenangkan diri beberapa saat, Lin Fan langsung memasuki ruang jiwa untuk melihat fragmen yang telah ia peroleh sebelumnya.
10 fragmen merah dan 10 fragmen ditambah dengan fragmen merah khusus yang berisi kekuatan booster.
Melihat semua ini, Lin Fan sangat bersemangat, walaupun sedikit rugi karena hanya bisa mengalahkan 2 ekor kelinci didalam ruang dimensi.
Lin Fan berpikir dengan semangat: "Jika aku menyerap 2 fragmen merah khusus ini, seberapa jauh kekuatan booster ku meningkat?"
Karena takut kekuatan fisiknya tidak mencukupi Lin Fan menyerap fragmen merah terlebih dahulu. Fragmen sangat berguna untuk fondasi tubuh agar tubuh tetap stabil saat menerobos kekuatan ke tingkat selanjutnya.
Dan fragmen putih sangat berguna untuk kekuatan spiritual. Fragmen putih mengandung kekuatan spiritual yang sangat murni. Karena ini Lin Fan memiliki kekuatan spiritual yang sebanding dengan 2 tingkat di atasnya.
Lin Fan mampu menyerap satu fragmen biasa selama 15 menit sehingga Lin Fan membutuhkan 2 jam setengah untuk menyelesaikan semua fragmen merah.
"Huh nyamannya. Seperti kekuatan fisik setara dengan kekuatan tingkat 4 puncak"
Lin Fan berpikir sambil mengepalkan tangannya dengan erat.
"Yah tidak buruk. Selanjutnya yang ditunggu-tunggu, mari kita serap fragmen khusus. Mungkin butuh waktu lama menyerap fragmen khusus ini".
Lin Fan kembali bersila dan fokus untuk menyerap kekuatan dari fragmen ini.
Butuh satu jam penuh untuk menyerap fragmen ini. Lin Fan pun merasakan bahwa kekuatan booster nya sedikit meningkat. Sekarang ia bisa menggunakan kekuatan booster sampai 5 kali lipat.
Tanpa basa-basi Lin Fan langsung menyerap fragmen merah khusus lagi. Fragmen kali ini cukup besar karena fragmen ini dijatuhkan oleh kelinci jantan yang memiliki kekuatan booster 5 kali lipat.
Satu jam lagi berlalu. Lin Fan pun merasakan kekuatan spiritual nya yang hampir menerobos.
Fragmen khusus ini juga mengandung kekuatan spiritual yang cukup besar.
Merasakan kekuatan booster nya, Lin Fan saat ini bisa meningkatkan kekuatan sebanyak 8kali lipat.
"Ahahah..jika kekuatan ku sekarang ditingkatkan sebanyak 8 kali lipat sangat mudah bagiku untuk melawan Kim Hyun waktu itu"
"Baiklah, masih ada beberapa jam sebelum pagi. Ini masih cukup untuk menyerap semua fragmen putih. Aku harap aku bisa menerobos puncak tingkat 4 sekaligus" kata Lin Fan.
Dengan semangat membara, Lin Fan sekali lagi mulai untuk menyerap sisa fragmen yang ada. Fluktuasi kekuatan spiritual yang besar terjadi dikamar Lin Fan.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, Lin Fan akhirnya menerobos prajurit tingkat 4.
2 jam kemudian, fragmen diruang jiwa Lin Fan pun telah habis. Kekuatan Lin Fan saat ini sesuai dengan perkiraan sebelumnya yaitu puncak prajurit tingkat 4.
"Hehe jika seperti ini tak bagiku untuk mencapai puncak kekuatan prajurit dan memasuki tahap komandan beladiri "
Memikirkan masa depan, Lin Fan sangat bersemangat. Dengan kekuatan komandan beladiri dia bisa memasuki militer.
Akhir-akhir ini Lin Fan sangat merindukan suasana di militer. Karena ia lahir dalam keluarga militer di dunia sebelumnya, jadi ia susah untuk berpisah.
Memikirkan militer dunia ini berbeda, Lin Fan agak bersemangat. Melawan ras alien, menjelajah ruang angkasa apalagi ditemani Zhao Yun.
"Hehehe.. seandainya menjadi kenyataan "
"Boom...kakak banguuuuun" teriak Lin Mei yang menghancurkan fantasi Lin Fan.
"Huh gadis bodoh ini menganggu saja" gumam Lin Fan.
"Hey apa yang kau katakan? coba katakan sekali lagi "
Mendengar apa yang digumamkan oleh Lin Fan, Lin Mei langsung teleportasi ke dalam kamarnya dan menarik kerah baju Lin Fan keatas.
"Huh apa kau berani lagi berteriak didepan ku Lin Fannnnn!!!" suara Lin Mei yang mulai dingin membuat Lin Fan keringat dingin.
" Ma-maaf kan aku adikku yang manis. Aku hanya bercanda hehe"
Punggung Lin Fan telah basah oleh keringat dingin. Mengingat perlakuan yang pernah ia terima Lin Fan tak bisa menelan ludah.
"Nah begitu seharusnya. Awas lain kali kau memanggilku gadis bodoh atau berteriak didepan ku" ucap Lin Mei dan mencampakkan Lin Fan kembali di atas kasur.
"Ugh"
"Oh ya..ibunda dan ayah tidak mengikuti latihan pagi ini. Mereka dipanggil ke pusat galaksi jadi ayah meminta mu untuk mengajari ku kali ini" kata Lin Mei.
"Yah baiklah.. Oh ya kau juga jangan melupakan janji mu. Aku telah lama menunggu itu hehe" balas Lin Fan.
Mendengar perkataan Lin Fan, Lin Mei mendengus dingin seolah dia cemburu, "oh Fan Fan kenapa aku tidak ingat?"
__ADS_1
"Hey ayolah adik manis. Nomor telepon Zhao Yun" Jawab Lin Fan sambil mengedipkan matanya. Kemudian melanjutkan:
"Aku janji akan mengajarkan apapun yang aku miliki" Dengan jari kelingking yang telah ia siapkan.
"Tidak akan, jika begitu tidak usah ajarkan aku beladiri " jawab Lin Mei yang kemudian pergi dengan sedih. "Kurang cantik apa aku" gumam Lin Mei saat keluar dari kamar Lin Fan.
Lin Fan yang mendengar gumaman nya tak bisa berkata, jika mereka mungkin bukan saudara Lin Fan juga mau dengannya.
Sosok kaki panjang adiknya tidak ada yang bisa melawannya bahkan Zhao Yun sekalipun.
"Huh andaikan kau bukan saudara kandung. hehe memikirkannya ini sebenarnya cukup menarik"
Lin Fan kemudian bersiap untuk mandi dan keluar untuk latihan. Melihat Lin Mei yang telah berdiri di sana Lin Fan hanya melihat nya acuh tak acuh seolah pikiran tadi pagi lenyap diterpa udara.
"Hey selamat pagi nona manis" sapa Lin Fan.
Mendengar ini, Lin Mei pun memerah. Tapi ia menyembunyikan nya dengan cepat dan menjawab:
"Yah pagi kakak bau. Ayo kita mulai aku sudah lelah menanti dari tadi"
"Yaya Mari kita mulai. Kita mulai dengan duel dahulu. Aku ingin melihat seberapa jauh penguasaan mu dari seni beladiri yang aku ajarkan sebelumnya" ajak Lin Fan.
"Baik kakak" Jawab Lin Mei.
Setelah beberapa persiapan, pertarungan pun dimulai.
Lin Mei menggunakan seni beladiri campuran yang diajarkan Lin Fan kepadanya. Menggunakan kekuatan kaki yang kuat, Lin Mei menendang kearah kepala Lin Fan.
Mata Lin Fan berbinar melihat pemandangan indah yang akan menerpanya. Lin Mei yang fokus tak tahu, kakinya telah dilecehkan oleh kakak nya sendiri.
Lin Fan yang kehilangan fokus hampir geger otak oleh tendangan adiknya. Menangkis tendangan Lin Mei, Lin Fan juga merasakan kaki lembut adiknya.
Karena tendangan nya gagal, Lin Mei kemudian menarik dirinya menjauh dari Lin Fan. Menggunakan beberapa seni beladiri, Lin Mei terus mengasah tubuhnya.
Setelah beberapa menit berlalu, Lin Mei pun berhenti karena kesal tak bisa mengenai Lin Fan.
"Ahaha...jangan kesal. Penguasaan beladiri cukup bagus untuk latihan selama 2 hari. Aku saja membutuhkan waktu yang lama untuk membuat teknik ini" ucap Lin Fan sambil menyeringai.
__ADS_1
"Huh.."
----next----