Pemburu Dimensi

Pemburu Dimensi
Akira


__ADS_3

4 hari berlalu dengan cepat. Dalam beberapa hari terakhir, Lin Fan melanjutkan kegiatannya seperti biasa. Malam memburu fragmen, setelah itu menyerap fragmen hingga pagi.


Latihan dengan Lin Mei di pagi hari. Kembali menyerap fragmen hingga tiba malam hari. Begitulah kira-kira kegiatan Lin Fan sampai hari ini.


Saat ini Lin Fan tengah bersiap untuk pergi ke rumah Bing Rui dengan Lin Mei. Karena kemarin Bing Rui menghubungi Lin Fan untuk pergi bersama ke markas militer.


Setelah beberapa saat mereka sampai ke tujuan yaitu tempat pelatihan militer. Seusai perjanjian antar sekolah planet biru, bahwa mereka akan pergi bersama ke pusat galaksi Heren.


Planet di galaksi Heren cukup banyak yaitu terdapat 5 planet yang dapat ditinggali manusia. Yah walaupun sedikit dibandingkan dengan galaksi asal, galaksi Bimasakti yang memiliki 7 planet.


Dan di satu planet terkadang hanya memiliki 2 atau 3 sekolah tingkat menengah. Karena planet biru merupakan planet tersebar maka sekolah disini lebih banyak daripada planet lain.


"Selamat datang di markas militer, Bagi para peserta yang telah datang silahkan berkumpul di lapangan tengah"


"Selamat datang di markas militer, Bagi para peserta yang telah datang silahkan berkumpul di lapangan tengah"


"Selamat datang di markas militer, Bagi para peserta yang telah datang silahkan berkumpul di lapangan tengah"


Pengumuman terdengar di seluruh markas militer. Banyak wajah-wajah baru terlihat di sana. Bahasa pun banyak yang berbeda. Tetapi dalam acara formal mereka akan menggunakan bahasa universal yang telah disepakati oleh seluruh ras di alam semesta.


Lin Fan dan yang lainnya pun berkumpul dengan siswa disekolah nya. Sekolah Lin Fan merupakan sekolah no 1 di planet tempat tinggalnya yaitu planet biru.


Dinamakan planet biru karena planet ini dikelilingi oleh sebagian lautan yang luas.


"Bing Bing" teriak seorang gadis cantik yang memiliki rambut berwarna merah.


"Hey Gaia" balas Bing Rui.


Gaia langsung memeluk sahabatnya dan berkata dengan semangat:


"Apa kabarmu, sudah lama kita bertemu. Bagaimana dengan Paman dan bibi? oh ya kekuatan mu ditingkat apa sekarang?"


"Ya aku baik-baik saja. Bagaimana dengan mu?" tanya balik Bing Rui sambil melepaskan diri dari pelukan sahabat nya ini.


"Hehehe apa kau tidak melihat semangat ku yang membara?" jawabnya sambil mengedipkan mata ke arah Bing Rui.


"Oh ya siapa mereka?.hmm biar ku tebak apa ini pacar mu?" Gaia melihat ke arah Lin Fan yang tinggi dan tampan.

__ADS_1


"Hey apa yang kau bicarakan. Jangan pasangkan aku dengan dia. Orang ini bajingan yang memiliki pikiran aneh. Jangan dekati dia" Bisik Bing Rui sambil menyeringai ke arah Lin Fan.


Lin Fan yang mendengar bisikan mereka, hampir meledakkan tempatnya berdiri.


"Kau gadis bau. jangan merusak citraku didepan para gadis"


Lin Mei yang melihat Lin Fan sedikit tertarik dengan Gaia juga ikut menyerang Lin Fan.


"Yah jangan pedulikan dia. Orang ini hooligan. Aku saja adiknya ingin didekati"


"Hah.. benarkah?" tanya Bing Rui dan Gaia serempak.


"Huh jangan dengarkan dia. Apakah kau tidak bisa melihat temperamen baik di wajah tampan ku ini" sela Lin Fan.


Gaia tidak menjawab. Ia sedikit yakin dengan perkataan kedua gadis ini. Satu temannya dan satu lagi adik dari Lin Fan. Tidak mungkin adik sendiri menjelekkan kakaknya.


Melihat Gaia tidak menjawab, Lin Fan hanya bisa pasrah.


'Tampaknya aku harus menjauh dari 2 nenek lampir ini agar bisa menggoda gadis-gadis' kata Lin Fan dalam hati.


Lin Fan pergi melihat ke sekitar mencari target. Saat hendak meninggalkan barisan sekolah nya, Lin Fan melihat gadis imut yang tengah menatapnya.


Mata Lin Fan langsung berbinar, ia sudah lama ingin bertemu dengan gadis ini. Dia adalah Akira. Gadis titisan rubah ekor sembilan.


Akira juga dari tadi melihat ke arah Lin Fan. Karena melihat pertandingan Lin Fan sebelumnya, ia menjadi terpesona.


"Oh hey Akira. Aku sudah lama ingin bertemu dengan mu. Kenal kan namaku Lin Fan" ucap Lin Fan dengan santai mengulurkan tangannya.


Akira linglung saat ini, karena ia tak menyangka idolanya juga mengenal dirinya. Dengan sedikit gugup ia menjawab.


"O Hey Kak Lin Fan. Namaku Akira. Aku sangat mengidolakan mu. Kau lebih tampan dari jarak dekat"


"Ya hahaha... terimakasih jarang orang menilai ku dengan baik" jawab Lin Fan.


Akira telah menghilang kan kegugupan nya saat melihat Lin Fan sangat mudah didekati.


"Ya mungkin mereka iri dengan kekuatan mu kak"

__ADS_1


"Hey kau sangat imut Akira. Apakah kau tahu Jepang?" tanya Lin Fan.


Akira sangat bahagia mendengar pujian Lin Fan. Mengenai pertanyaannya Lin Fan ia juga menjawab dengan santai.


"Terimakasih kak. Kamu juga sangat tampan. Jepang yang aku tahu cuma negara di galaksi inti. Oh ya kakek ku juga bilang bahwa kami keturunan asli dari jepang. Kakak dari mana tahu Jepang?"


Lin Fan tertawa sedikit kemudian menjawab,


"Ya terimakasih juga pujian mu. Saat aku melihat wajah nama dan kekuatan mu aku tahu legenda di negara Jepang. Gadis rubah sangat cantik dan menawan persis seperti dirimu yang cantik indah dan imut"


Pipi Akira memerah mendengar pujian Lin Fan. Ia dengan cepat berkata.


"Yah jangan puji aku terus kakak Lin Fan"


"Hahaha... lihat pipi mu memerah. Sangat imut" ucap Lin Fan yang datang mencubit pipi Akira.


Melepaskan pipi Akira, Lin Fan kemudian ingin pamit untuk melihat peserta dari sekolah lain.


"Yah aku pergi dulu Akira. Sampai jumpa di kapal luar angkasa nanti"


"Eh tunggu kak, bo- bolehkah aku meminta no informasi mu. Aku ingin belajar tentang kekuatan spiritual kepadamu nanti" pinta Akira dengan gugup.


Lin Fan mengaktifkan jam dipergelangan tangan nya. Sebuah cahaya hologram muncul diatas jam.


Akira juga melakukan hal yang sama. Setelah menerima pemberitahuan pertemanan dari Lin Fan, Akira berterimakasih dengan semangat.


Lin Fan kembali melanjutkan perjalanan nya untuk menggoda gadis-gadis. Sampai pengumuman sesekali terdengar baru ia berhenti.


"Hah.. indahnya hidup seperti ini. Di dunia sebelumnya hanya bisa membunuh. Hidup dengan cinta seperti nya lebih berwarna. Jika tahu seperti itu, lebih baik dulu aku menikah" ucap Lin Fan dengan santai.


Setelah sampai di tempat Lin Mei dan lainnya. Ia mendengar suara cibiran.


"Hey bukan kah ini sang pujangga cinta. Cantik dan menawan persis seperti dirimu yang cantik indah dan imut"


Ia melihat ke arah Lin Mei yang sedang menatap tajam ke arah dirinya. Bukan dia yang berbicara tapi Bing Rui.


"Hey bukanlah kalian yang membuat aku seperti ini?" bela Lin Fan.

__ADS_1


__ADS_2