
Lin Fan saat ini resmi menjadi prajurit tingkat 7. Pada tingkat ini akan sulit untuk terus meningkatkan karena pejuang harus memadatkan kekuatan spiritual mereka.
Melihat hari telah cerah Lin Fan seperti biasa bersiap untuk latihan pagi bersama keluarga nya.
"Ya anak baik. Kekuatan mu meningkat lagi seperti biasa. Dan sekarang sudah tingkat 7. ckckck tidak buruk" Lin Zheng berkata saat melihat Lin Fan.
Mendengar perkataan ayahnya, Lin Fan berjalan dengan bangga. Kemudian berkata,
"Hehe biasa saja pak tua. Awas anak jenius mau lewat"
"Hihi..kalian ini. Ayo kita mulai. Aku sudah lama tidak melatih Lin Fan" sela Ling Wei dengan senyum manis tergantung di wajah cantiknya.
Melihat senyum cerah ibunya, Lin Fan tak tahu mengapa ia tiba-tiba bergidik ngeri.
"Hmm mungkin cuma perasaan saja"
1 jam kemudian
Ling Wei menepuk kedua telapak tangan nya dan berkata kepada Lin Fan yang sedang duduk dengan mata kosong.
"Yah kekuatan mu sudah meningkat pesat Xiao Fan"
"Hahaha... rasakan itu bocah" Lin Zheng tertawa terbahak-bahak melihat putranya menderita oleh istrinya.
Ling Wei yang melihat suaminya bahagia, menoleh dengan senyuman lagi diwajahnya. Lalu berkata,
"Oh suami ku, apa kau juga ingin berlatih denganku?"
Lin Zheng dengan cepat menggelengkan kepalanya kemudian berkata
"ti-tidak sayang. Aku akan berlatih sendiri hehehe"
Lin Mei yang baru saja datang tertawa melihat tingkah laku kakak dan ayahnya ini. Walaupun mereka bukan hubungan kandung tapi sifat mereka tidak ada bedanya.
'eh apakah kakak anak haram ayah di luar' Memikirkan hal ini, Lin Mei menyipitkan matanya melihat Lin Zheng.
Mendengar suara tawa putrinya, Lin Zheng langsung pergi ke Lin Mei untuk mengubah topik agar terbebas dari istrinya.
"Nah putri cantik ayah, ayo kita latihan berdua. Aku sudah lama tidak melihat kekuatan mu" Kata Lin Zheng dengan cepat mengambil tangan Lin Mei.
"Eh"
__ADS_1
Lin Zheng langsung kaget melihat kekuatan putri nya telah meningkat ke tingkat 5. Dan yang lebih kagetnya ia merasakan kekuatan vitalitas yang cukup besar pada tubuh Lin Mei.
Lin Zheng dengan cepat memasukkan kekuatan spiritual ke tangan putrinya. Kemudian ia melihat sumber kekuatan elemen kayu yang bersarang di tubuh Lin Mei.
"Bagaimana bisa?" ucap Lin Zheng kaget melihat tubuh putri nya.
Ling Wei juga ikut melihat kekuatan putrinya. Ia pun kaget. Karena di keluarga mereka tidak ada yang memiliki kekuatan elemen kayu.
Dalam kasus Lin Fan berbeda, karena ia bukan anak kandung mereka. Mungkin saja kekuatan dia didapat dari keluarga kandung nya.
Lin Mei tersenyum melihat kedua orangtuanya. Lalu memandang Lin Fan yang telah kembali ke sifat sombongnya.
Lin Mei kemudian menjelaskan kepada orang tuanya sambil memandang Lin Fan.
"Lebih baik ayah dan ibu tanya ke kakak. Karena dia yang memberikan kekuatan ini pada ku. Kekuatan meningkat juga karena pemberian dari kakak"
Keduanya dengan serentak berbalik ke arah Lin Fan dan berkata.
"Nak jelaskan!!!"
Lin Fan sangat senang melihat ekspresi orang tuanya. Dengan santai ia menjawab.
Mendengar kata-kata sombong putranya, Ling Wei dengan senyuman yang sama sebelumnya berkata.
"Oh Lin Fan apa kau ingin berlatih lagi dengan ibu?"
"Hehe becanda ibu. Ahem baiklah ayah ibu ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian. Ini rahasia mengenal kekuatan tapi ingat hanya kita berempat yang bisa tahu atau mungkin calon menantu kalian juga pasti akan mengetahui nya hehe" titah Lin Fan.
Lin Zheng dan Ling Wei pun menjawab dengan santai.
"Iya tenang saja kami tidak akan ingin sesuatu terjadi padamu. Bagaimana pun kau tetap putra kami"
"Baiklah kalau begitu. Aku akan menjelaskannya dengan singkat. Tapi sebelum itu bisakah ayah atau ibu menyegel tempat ini dulu?" kata Lin Fan. Kemudian ia mengeluarkan bola cahaya bewarna merah dan putih.
Ling Wei dengan sigap menggunakan kekuatan nya untuk membentuk formasi ruang di tempat mereka berdiri.
"Oke silahkan jelaskan"
Melihat cahaya yang tiba-tiba muncul di tangan Lin Fan, Lin Zheng dan Ling Wei tiba-tiba merasakan kekuatan spiritual yang cukup besar.
"Ini adalah fragmen kekuatan. Fragmen merah digunakan untuk meningkatkan kekuatan fisik dan memperkuat fondasi, sedangkan untuk fragmen putih berguna untuk meningkatkan kekuatan spiritual dan pelatihan jiwa" jelas Lin Fan.
__ADS_1
Kemudian ia melanjutkan mengeluarkan fragmen hijau gelap dari ruang jiwanya.
"Untuk kekuatan elemen kayu, diperoleh dari fragmen ini"
Lin Zheng dan Ling Wei mengambil fragmen itu dari tangan Lin Fan. Ling Wei dengan kaget berkata kepada Lin Fan.
"Kekuatan vitalitas dalam fragmen ini sangat besar. Jika seseorang menyerap pasti langsung bisa mengendalikan elemen kayu"
Lin Zheng yang melihat fragmen merah dan putih juga ikut berkata.
" Ya dalam fragmen ini juga memiliki kekuatan spiritual yang cukup besar. Kira-kira ini setara dengan prajurit tingkat 7 atau 8. Ini sangat bagus untuk kalian berdua. Pantas saja kekuatan kalian meningkat dengan sangat cepat"
Kemudian mereka mengembalikan ketiga fragmen tersebut ke Lin Fan. Walaupun cukup tertarik untuk menyerap nya, mereka tidak akan serakah jika itu akan mempengaruhi putra putri mereka sendiri.
Setelah menyerahkan Ling Wei fragmen itu, ia bertanya dengan penasaran.
"Jadi dari mana fragmen ini berasal?"
Lin Fan dengan serius menatap kedua orang tuanya lalu berkata.
"Ayah ibu kalian sebelumnya tahu bahwa aku tidak memiliki kekuatan asal seperti orang biasa. Nah ini lah kekuatan asal ku sebenarnya. Yaitu bisa menghasilkan fragmen ini. Jika kekuatan ku meningkat kekuatan fragmen ini juga akan meningkat"
"Dan fragmen elemen ini hasil dari latihan ku. Setiap aku berkultivasi, sebuah fragmen yang mengandung kekuatan acak akan keluar dari tubuh ku" Lanjut Lin Fan.
Walaupun mereka sedikit enggan untuk percaya dengan Lin Fan tapi siapa yang menjadikannya ia putra mereka.
Lalu Lin Zheng mengangguk pelan. Dengan suara berat ia berkata.
"Kalau begitu Lin Fan, jangan pernah membicarakan tentang ini bahkan dengan Kakek mu. Jika ras lain mendengar mengenai kekuatan mu ini, mungkin akan terjadi bencana bagi umat manusia"
Lin Fan dengan santai mengangguk dan berkata sambil tersenyum.
"Tenang saja ayah. Aku memberi tahu kalau juga mempunyai tujuan penting. Dan juga aku tidak sebodoh itu memberikan fragmen ini untuk digunakan dengan sia-sia oleh orang lain. jadi aku tidak akan memberi tahu siapapun lagi"
"Oh apa tujuan mu? apakah kau ingin bereksperimen dengan kami?" tanyaLing Wei dengan becanda.
"Hehe ibu tahu saja" jawab Lin Fan dengan santai.
"Oh apakah kau yakin?" tanya Lin Zheng yang sudah mengepalkan tangannya.
----next----
__ADS_1