Pemburu Dimensi

Pemburu Dimensi
Ruang Dimensi Baru


__ADS_3

Pagi pun berlalu dengan cepat. Lin Fan yg hanya berdiam diri di kemah nya. Makan minum tiduran kultivasi, hanya itu yang dilakukan Lin Fan hari ini.


Malam yang dinantikan pun tiba. Cuaca cerah dengan bulan purnama yang menggantung indah seolah menampilkan perasaan Lin Fan saat ini.


Lin Fan bergegas untuk tidur. Setelah kembali membuka mata Lin Fan tak lagi muncul di padang rumput namun diruang gelap saat pertama kali ia pindah ke dunia ini (eps 1).


"Hah?? bukan kah ini tempat pertama aku pindah ke dunia ini?" tanya Lin Fan bingung sambil melihat ke sekitar.


Karena Lin Fan telah memiliki kekuatan ia bisa melihat apa saja yang ada diruang gelap itu. Dan ruang itu hanya datar saja tanpa berisi apapun.


Saat berjalan, Lin Fan melihat cahaya tak jauh dari dia berdiri saat ini. Cahaya ini yang sama mengantarkan nya ke ruang dimensi padang rumput.


Namun tepat disebelahnya ada lagi cahaya yang sama persis dengan sebelumnya. Lin Fan perlahan mendekat dan melihat dibalik cahaya tersebut ada ruang yang berbeda.


"Mungkin kah ruang kedua dibuka?" Lin Fan kaget bertanya-tanya. Lekas Lin Fan menabrak cahaya itu.


Saat membuka mata, Lin Fan melihat pemandangan indah didepannya. Hutan belantara dan ada pegunungan yang sangat banyak dibelakangnya.


Lin Fan menikmati pemandangan ini dengan berjalan santai. Ia dengan semangat masuk ke dalam hutan belantara tersebut.


Saat mendekati sebuah sungai, Lin Fan melihat seekor monyet tengah meminum air di sana. Dengan penasaran Lin Fan mendekati nya.


Monyet tersebut dengan girang memainkan ekornya sambil melihat kearah air. Tapi sesaat kemudian matanya menjadi tajam dan melompat ke atas pohon besar disampingnya.


"Komandan beladiri tingkat 2?" ucap kaget Lin Fan. Ia tak menyangka makhluk sekecil ini memiliki kekuatan yang hampir sama dengannya.


Namun Lin Fan tak terganggu, sekarang ia bisa melawan komandan beladiri tingkat 6 hanya dengan kekuatan fisik. Apalagi ini hanya tingkat 2 dan tubuh nya hanya seperlima dari tubuh Lin Fan.


Monyet itu merasakan ancaman yang besar dari Lin Fan. Ia cukup pintar mundur untuk menyelamatkan diri nya. Namun Lin Fan yang penasaran tak melepaskan nya.


Lin Fan yang telah menghilang dari tempatnya kemudian muncul di samping monyet itu. Tamparan keras tepat mengenai kepala monyet tersebut.


"Boom"


Beberapa pohon tumbang akibat tamparan keras Lin Fan. Namun Lin Fan tidak mengubah wajahnya. Ia perlahan mendekati tubuh monyet yang telah terluka parah. Tapi dia belum mati saat ini.


"sangat kuat" ucap Lin Fan takjub,"Padahal aku telah meningkatkan kekuatan hingga tingkat 3 komandan beladiri tapi masih bisa bertahan?"


"Oh apakah monyet ini memiliki fragmen? dan apa fragmen yang ia hasilkan" gumam Lin Fan, "tapi melihat tubuh fisiknya yang sangat kuat, aku mengira fragmen kali ini akan memiliki atribut fisik"


"Kalau begitu selamat tinggal kawan. Karena yang kau pertama aku jumpai diruang ini, aku akan membunuhmu dengan lembut"

__ADS_1


"Boom"


Tubuh monyet tersebut menjadi kabut darah oleh tamparan keras Lin Fan. Dan tak lama kemudian keluar lah beberapa fragmen yang sama dipadang rumput. Beberapa fragmen merah dan putih dan 1 fragmen khusus yang dimiliki oleh atribut monyet.


Lin Fan mengambil bola cahaya yang sama persis dengan yang dikeluarkan oleh raja domba saat kematiannya.


"Ya seperti yang ku duga, atribut fragmen ini kekuatan fisik" Lin Fan berkata.


Setelah mengumpulkan semua fragmen, Lin Fan perlahan melanjutkan perjalanannya sambil melihat pemandangan baru.


Berjalan beberapa puluh menit, Lin Fan kembali berjumpa dengan monyet. Namun sekarang monyet itu datang dengan kawanannya.


Mata Lin Fan berbinar melihat hal baik ini. Dengan cepat Lin Fan membersihkan mereka semua dengan teknik baru ia dapatkan tadi pagi.


"Saatnya latihan" teriak Lin Fan kemudian aura disekitar tubuhnya menjadi mengerikan.


Aura merah darah perlahan memasuki tubuh Lin Fan, yang membuat Lin Fan terlihat seperti raja iblis.


Monyet-monyet yang baru datang kaget merasakan aura kematian dari tubuh Lin Fan. Mereka berteriak-teriak ketakutan dan berbalik melarikan diri.


"Hm..mau kabur?" perlahan Lin Fan terintegrasi dengan udara dan menjadi tak terlihat.


"Boom"


"Boom"


Sekali lagi, monyet yang kabur melayang dengan tragis. Mereka tidak bisa melihat Lin Fan. Namun mereka bisa merasakan pukulan Lin Fan. 'sungguh tak adil' ucap mereka jika diterjemahkan.


"Boom"


"Boom"


"Boom"


Setelah monyet terakhir juga meledak, Lin Fan kembali menarik aura kematian. Kemudian ia berkata dengan semangat,


"Hahaha .. sangat mengerikan. Jika digunakan di medan perang aura ini sangat berguna"


Melihat ketubuh monyet tersebut, Lin Fan menjadi teringat saat ia pertama kali pindah ke dunia ini dan memasuki ruang dimensi di padang rumput saat itu.


"Yah sudah lama sekali" ucap Lin Fan," Jika dibandingkan masa lalu, saat ini aku sudah merasa lebih baik walaupun hanya melawan keroco-keroco ini"

__ADS_1


Lin Fan kembali melanjutkan perjalanannya. Ia sudah memasuki pusat hutan belantara. Gelap dan penuh dengan aura yang mengerikan.


Bahkan aura ini lebih mengerikan daripada aura kematian Lin Fan yang ia gunakan terakhir kali. Namun Lin Fan tetap memberanikan diri masuk ke dalam.


Masuk semakin dalam, Lin Fan merasakan bahaya dalam kegelapan. Padahal ia juga memiliki sedikit kekuatan kegelapan.


Tak tahu mengapa Lin Fan melompat ke samping dengan cepat.


"Whoss boom"


Seekor makhluk melesat kearah Lin Fan tadi. Tapi ia tidak terlihat hanya sebuah bayangan yang menyelinap.


Lin Fan mengaktifkan tubuh dewa nya. Dan aura kematian juga di gunakan dan digabungkan dengan tubuh dewa.


Lin Fan merasa krisis yang belum pernah terjadi saat melihat kegelapan.


Bayangan kembali melesat namun kali ini tak hanya 1 melainkan ada beberapa tambahan di sini.


"Whoss"


"whoss"


"Boom"


Kekuatan mengerikan dari bayangan ini dapat dilihat oleh Lin Fan pada tanah bekas terjangan bayangan ini.


Sebuah lubang 10 meter lebih tergali akibat benturan bayangan ini. Mereka tak menghentikan serangannya, kali ini mereka tak terlihat seperti bayangan namun hanya samar-samar. Terlihat bahwa kekuatan mereka sedikit meningkat dari awalnya.


"Elemen lava: naga lava"


"Elemen kayu: clone kayu"


Lin Fan sudah mempersiapkan jurus yang akan ia gunakan. Karena kekuatan mereka juga tidak seimbang apalagi bayangan ini memiliki kuantitas yang lebih baik daripada Lin Fan.


100 clone kayu berdiri dibelakang Lin Fan dengan tegas seolah hanya patung kayu biasa. Bayangan tersebut kembali menyerang setelah melihat Lin Fan mempersiapkan teknik-teknik nya.


Setelah beberapa menit, banyak luka yang muncul di tubuh Lin Fan. Namun hanya beberapa detik, luka tersebut kembali sembuh.


Sudah lama bertarung, tapi Lin Fan belum tahu apa yang sedang ia lawan. Ia hanya memiliki dugaan, harimau, singa atau serigala. Karena hanya hewan ini yang selalu melesat melawan mangsa dan juga bentuk dari bayangan dan lingkungan nya mendukung mereka.


Tapi setelah bertarung lagi, Lin Fan dapat menarik kesimpulan bahwa lawannya adalah serigala yang dapat berintegrasi dalam kegelapan.

__ADS_1


__ADS_2