Pemburu Dimensi

Pemburu Dimensi
Prajurit tingkat 6


__ADS_3

Setelah memanen beberapa ikan yang muncul, Lin Fan sekarang berada dibelakang domba merah. Melihat domba gemuk ini Lin Fan menjadi kelaparan.


Memegang perutnya yang datar Lin Fan berkata,


"Yah aku belum makan apa-apa hari ini"


Kembali fokus ke arah domba, Lin Fan merasakan aura domba ini sama dengan kelinci yang mengejarnya tadi.


"Yah jika dia tidak menerobos ketingkat 9 mungkin aku bisa mengalahkan nya" lirih Lin Fan.


Dengan pasti, Lin Fan menyerang domba ini. Tombak tanah yang sedikit kemerahan seperti api melesat ke tubuh domba.


Tanpa melihat ke serangan Lin Fan, domba itu mendirikan dinding tanah dengan memanipulasi elemen tanah.


Lin Fan melihat ini menjadi marah, meludah dan berkata,


"Cuih.. berpura-pura sok hebat kau domba gemuk"


Dengan menggunakan teknik booster, kekuatan Lin Fan meningkat pesat dari 5 puncak hingga 8 awal. Aura ditubuh Lin Fan pun berubah menjadi merah akibat teknik booster yang telah meningkat.


Saat berlari ke arah domba, Lin Fan juga menggunakan elemen kayu untuk memecah belah konsentrasi domba dengan membuat beberapa sulur tanaman.


Domba tersebut dengan santai menginjak dan menggigit tanaman Lin Fan. Melihat Lin Fan yang telah tiba didepannya dengan tombak tanah, ia menggunakan tanduk untuk menangkis serangan Lin Fan.


"Boom"


Mereka berdua mundur beberapa meter. Dengan cepat Lin Fan kembali melesat tanpa menggunakan tombak seperti pertama.


Pukulan tanah Lin Fan mengenai tubuh domba tersebut. domba mundur beberapa meter, dengan marah ia juga bergegas ke arah Lin Fan.


Tanduk yang tajam dan kokoh diarahkan ke tubuh Lin Fan. Lin Fan juga langsung menggunakan elemen tanah untuk menutupi seluruh tubuhnya.


"Boom"


Pukulan dan tanduk yang beradu membuat badai kecil di Padang rumput. Tempat mereka semula bertabrakan berlubang sedalam beberapa meter.


Tangan Lin Fan pun patah akibat benturan keras itu. Tapi hanya sekilas, cahaya hijau keluar dari tangan Lin Fan. Kemudian tangan Lin Fan kembali seperti semula.


Lin Fan menggoyangkan tangannya dan berkata sambil tersenyum,


"Yah sangat baik memiliki kekuatan penyembuhan. Tapi kekuatan spiritual cepat habis jika digunakan terus menerus. Untung nya aku memiliki fragmen putih yang menggandakan energi spiritual ku"


Melihat domba yang telah berdiri, Lin Fan juga menyiapkan serangan berikutnya. Keduanya menghilang ditempat nya masing-masing.


Dengan mengandalkan elemen air, Lin Fan meminimalisir dampak kekuatan fisik domba ini.

__ADS_1


Setelah bertarung selama satu jam penuh, Lin Fan memenangkan pertempuran dengan cukup mengenaskan. Kekuatan spiritual nya habis dan semua anggota fisiknya terluka parah.


Setelah mengambil semua fragmen yang jatuh dari domba, Lin Fan merasakan kegelapan dan ia kembali ke dalam kamarnya semula.


"Untung lah aku bisa bertahan hingga fragmen muncul" Lin Fan bersyukur dengan keberuntungan nya hari ini.


Melihat keruang jiwa yang penuh dengan fragmen, Lin Fan tanpa kata langsung menyerap nya seperti biasa.


...


Pagi hari pun tiba. Setelah menyerap semua fragmen biasa tadi malam kekuatan Lin Fan melonjak menjadi prajurit tingkat 6 awal. Jika ia menggunakan booster, maka kekuatan nya saat ini bisa menembus hingga tingkat 8 menengah prajurit.


Pergi ke tempat latihan, Lin Fan melihat ayah dan ibunya telah tiba di sana. Mendekat kemudian ia mendengar seruan dari ayahnya.


"Wow bocah kekuatan mu meningkat lagi" Ayah Lin Fan merasakan aura ganas milik Lin Fan yang berasal dari fragmen booster.


Ibu Lin Fan pun memandang nya dengan aneh. Dia baru sadar kekuatan putranya meningkat pesat hari-hari ini.


Dengan tenang Lin Fan menjawab sambil menyeringai,


"Yo pak tua..kau baru sadar ya putra mu seorang jenius"


Lin Mei yang baru tiba tanpa sadar melihat ke arah mata Lin Fan yang berbeda. Dengan cepat muncul ke depan Lin Fan dan berkata,


Lin Fan yang kaget dengan kemunculan adiknya bertambah kaget dengan pertanyaan Lin Mei,


"Hah apakah iya?"


Ayah dan ibunya juga melihat kearah Lin Fan. Karena fokus dengan kekuatan anaknya mereka tidak memperhatikan mata Lin Fan telah berubah.


Ia menggunakan kekuatan air sebagai cermin dan melihat wajahnya yang tampan. Lin Fan kaget melihat matanya berubah berwarna biru


Melihat Lin Fan memanipulasi elemen air, keluarga Lin Fan pun bertambah kaget. Mereka sebelum nya sudah tahu bahwa memiliki 2 kekuatan, tanah dan peningkatan. Tapi sekarang bertambah lagi?


"Wow aku sangat tampan dengan mata biru ini. Tapi kenap bisa berubah?" pikir Lin Fan keheranan.


Ibu Lin Fan, Ling Wei pun bertanya kepada anaknya dengan bingung,


"Fan Fan kenapa kau bisa menggunakan elemen air? bukannya kekuatan mu cuma peningkatan dan elemen tanah?"


Lin Fan pun kembali sadar dari ketampanan wajahnya. Dengan batuk kecil memecahkan kecanggungan kemudian menjelaskan,


"Yah aku sekarang bisa menggunakan elemen air. Dan juga aku bisa memanipulasi elemen kayu"


Kemudian Lin Fan mempraktekkan kedua elemen tersebut di depan keluarga nya. Keluarga Lin Fan membuka mulutnya lebar-lebar melihat kekuatan putra mereka.

__ADS_1


Bagaimana memiliki banyak kekuatan?. Itu pertanyaan yang ada dalam benak mereka. Tapi karena mereka percaya dengan Lin Fan mereka tidak melanjutkan topik ini.


Ayah Lin Fan yang mengerti dengan gembira berkata,


"Yah putra ku memang seorang jenius dari langit. Jika begitu apakah kau mau masuk ke pasukan ku?"


"Tidak. Aku ingin mendirikan sendiri pasukan ku nanti"


Lin Fan dengan tegas menolak ayahnya.


Dengan lesuh ayahnya menjawab,


"Ya kalau begitu baiklah. Jika kau berubah pikiran segera hubungi ayah"


Sebuah pikiran muncul dibenak Lin Zheng, kemudian ia melihat ke arah putri nya dan ingin berkata.


Tetapi sebelum ia mengeluarkan perkataan nya , Lin Mei lebih dulu menyela.


"Jangan harap. Aku akan mengikuti kakak"


Sela Lin Mei dengan kejam.


Lin Fan dengan cepat memeluk adiknya yang manis karena telah mendukung nya.


"Yah Mei Mei sangat baik dengan kakak"


Lin Mei pun memerah melihat tindakan kakaknya yang berani. Dengan cepat mendorong kakak nya dan memukul dengan keras.


"Hey jangan ambil kesempatan dasar kakak hooligan"


Ling Wei melihat kedekatan putra dan putrinya memiliki ide berani. Dengan senyum tipis yang hanya bisa dilihat olehnya Ling Wei telah memikirkan beberapa rencana dalam benaknya.


Lin Zheng yang kembali serius berkata dengan tegas.


"Baiklah karena kalian akan berkompetisi nanti mari kita uji kekuatan tempur kalian masing-masing.


Melihat ke arah putri kesayangannya, Lin Zheng berkata dengan kejam kepada Lin Fan.


"Lin Fan jangan keras kepada adikmu nanti saat bertempur. Jika bisa kau lebih baik mengalah"


Lin Mei yang mendengar ini memberikan senyuman yang manis kepada ayahnya seolah ia telah memberikan hadiah terbaik untuk ayah kesayangannya.


Melihat Lin Mei dengan senyum yang manis, Lin Zheng pun menegakkan lehernya dengan bangga.


Lin Fan hanya bisa tersenyum kecut melihat tingkah laku Keduanya.

__ADS_1


__ADS_2