
Pertandingan akan berlanjut ke final tim. Tim yang akan tampil dalam final yaitu tim Lin Fan, tim Lin Mei dan tim Akira.
Final tim kali ini akan diadakan diarena virtual. Karena perbedaan kekuatan yang cukup jauh, kompetisi final akan diadakan dengan cara yang berbeda.
Pertandingan kali ini dilarang menggunakan kekuatan spiritual murni hanya menggunakan seni beladiri.
Dan kompetisi pun tidak lagi melawan antar tim tapi melainkan berburu monster atau binatang iblis.
Tujuannya untuk melatih kekuatan fisik dan seni beladiri agar nanti saat pertandingan di federasi kekuatan tim maupun individu meningkat.
Masing-masing tim telah dipindahkan ke daerah masing-masing. Kekuatan monster pun diatur agar tidak membahayakan para peserta.
Tim Lin Mei berada di Padang rumput. Area ini tidak memberikan efek apapun pada tim Lin Mei. Berbeda dengan tim Lin Fan yang berada di gunung berapi.
Kekuatan elemen tanah Lin Fan bisa memanipulasi lava menjadi kekuatan nya. Tetapi kekuatan Bing Rui akan sangat menurun disini. Sedangkan untuk si gendut Ryan, ia tidak merasakan apapun.
Tim Akira berada di hutan belantara. Anggota tim nya yang memiliki kekuatan angin dan api juga tidak berpengaruh pada lingkungan seperti ini.
Lin Fan dan tim nya saat ini menyusuri kaki gunung berapi yang panas.
"Hah kenapa pertandingan nya jadi begini. Padahal aku ingin melawan Zhao Yun" Lin Fan mengeluh dengan keputusan sekolah.
Telinga Bing Rui langsung sensitif mendengar nama wanita keluar dari mulut Lin Fan. Kemudian ia mencibir,
"Huh alasan mu melawan. Dasar bajingan"
"Ngapain kau yang sibuk dasar nenek lampir" balas Lin Fan.
Ryan melihat tingkah laku kelompoknya mendesah panjang lalu bergumam,
"Huuuuuu...apa dosaku sehingga bisa se tim dengan kalian"
Lin Fan langsung tertegun. Bukan karena gumaman Ryan melainkan ia merasakan beberapa aura iblis disekitar nya.
"Ryan kau pergi ke arah jam 1, Bing Bing arah jam 11. Disana ada sekelompok binatang buas. Aku akan ke arah jam 10. Ingat jika tidak bisa melawan, mundur dan temukan aku" perintah Lin Fan.
"Ya ya kami tidak selemah itu" Bing Rui menjawab dengan cepat. Kemudian menghilang dari tempatnya.
"Oke saudara Fan, aku pergi dulu" jawab Ryan yang kemudian juga menghilang dari tempatnya.
Lin Fan melihat sekitar dan kemudian juga menghilang dari tempatnya.
...
__ADS_1
Sedangkan di tribun penonton sekarang sudah tidak ada lagi pemimpin maupun perwira militer. hanya pihak sekolah dan orang tua siswa yang tidak di bidang militer yang masih menonton.
Orang tua Lin Zheng pun menghilang dari tribun penonton. Saat ini panggilan darurat militer telah mengguncang galaksi Heren.
Pertemuan darurat kembali diadakan di planet H. Banyak petinggi militer yang telah menghadiri pertemuan darurat ini.
Presiden federasi juga telah duduk ditempatnya dengan ekspresi berat diwajahnya. Memegang dahi melihat beberapa laporan yang diperoleh oleh pasukan khusus.
"Presiden, semua petinggi militer sudah memasuki ruangan, apakah pertemuan nya bis kita mulai?" tanya salah seorang wanita yang merupakan sekretaris dari presiden.
Presiden federasi galaksi Heren, Bing Luo atau kakek Bing Rui menghentikan bacaannya dan menoleh melihat sekretarisnya, lalu berkata,
"Ya silahkan mulai. Oh ya apakah Lin Zheng dan Ling Wei sudah datang?"
Sekretaris menjawab dengan cepat,
"Jenderal Lin Zheng dan jenderal Ling Wei telah duduk tiba tapi mereka tidak ikut dalam pertemuan. Mereka menunggu anda di kantor presiden"
Bing Luo menghela nafas melihat tindakan kedua jenderal nya ini,
" Yasudah biarkan mereka Disana dan segera mulai pertemuan "
...
"Hahaha.. baiklah badak gemuk mari kita lihat siapa yang akan menang" teriak Lin Fan dengan gembira.
Faktanya kekuatan fisik Lin Fan hampir menyamai kekuatan fisik dari Natasha sang Dewi perang yang sedang disegel.
Karena fragmen merah meningkatkan kekuatan fisik Lin Fan dan menyempurnakan fondasi tubuhnya untuk menampung kekuatan spiritual.
Sehingga Lin Fan hampir mendominasi dari seni beladiri maupun sihir.
Lin Fan bergegas ke arah badak. Dengan bermodalkan pukulan, Lin Fan beradu dengan sundulan badak.
"Boom" "Whooooos"
Lin Fan terbang dan terbanting ke arah bebatuan gunung disekitarnya. Ia mundur hampir 10 meter dari tempatnya beradu dengan badak.
Badak yang melihat Lin Fan yang terlihat memalukan, berteriak girang. Seolah berkata 'Rasakan manusia bodoh, berpura-pura didepan raja agung ini'.
Melihat ejekan dari badak Lin Fan menjadi jengkel. Padahal ia hanya menggunakan 30 persen kekuatan nya. Jika ia tahu kekuatan badak ini cukup besar ia tidak akan mempermalukan dirinya seperti ini.
Sebenarnya Lin Fan takut langsung meledakkan kepala badak ini. Jadi Lin Fan Manahan dua pertiga kekuatan.
__ADS_1
Lin Fan menghilang dari tempatnya, dan muncul di samping badak yang sombong ini. Dengan lambaian tangan, tamparan keras mengenai kepala badak.
"Boom"
Kepala badak pun langsung hilang dari tubuhnya. Yang semula utuh sekarang telah menjadi kabut darah.
"Huh rasakan. Padahal aku ingin bermain lebih lama dengan mu tapi karena kau ingin mati nikmatilah" Lin Fan berkata sambil mengepalkan tangannya.
Melihat ke jam tangan virtual, Lin Fan memeroleh 10 poin. Melihat daftar tim, Lin Fan memperhatikan poin dari kelompok nya yang masih 0. Kemudian ia bergumam,
"Yah mungkin mereka masih bertarung. Kekuatan fisik Bing Rui cukup lemah" Lin Fan memikirkan satu hal dalam kepalanya.
Lin Fan berbinar memikirkan ini,
"Hey apakah fragmen bisa dikeluarkan dari ruang jiwa. Jika bisa apakah bisa diserap oleh orang lain?"
"Baiklah mari kita coba nanti. Jika bisa, kekuatan ayah ibu dan Ling Wei pasti bisa ditingkatkan" Lin Fan pun pergi dengan gembira.
Memikirkan nanti dirumah ia semangat. Lin Fan juga telah memikirkan orang tua nya, tidak mungkin terus membohongi mereka walaupun mereka juga sebenarnya tahu bahwa ia berbohong.
"Sudah diputuskan. Pulang nanti aku akan memberi tahu mereka. Lagian fragmen biasa sangat berlimpah sekarang di ruang jiwa"
Berjalan beberapa saat, Lin Fan melihat sekelompok badak batu yang sedang berjalan dengan kawanannya.
Tanpa pikir panjang Lin Fan muncul di samping mereka satu persatu. Satu badak kemudian lambaikan tangan.
"Boom"
Pecah kemudian jatuh tanpa kepala. Muncul di badak yang kedua, beri tendangan.
"Boom"
Tubuh tanpa kepala kembali jatuh di tanah. Begitu seterusnya hingga badak kelima yang telah melarikan diri.
Lin Fan muncul di depan nya. Mengambil tanduk badak, mengangkat kemudian dihempaskan ke tanah beberapa kali.
"Boom"
"Boom"
"Boom"
Tanah retak sejauh 5 meter. Badak tersebut telah tidak berbentuk. Darah berceceran dimana-mana.
__ADS_1
"Hahaha...jika kalian marah, salahkan teman kalian yang telah mengejek kaisar ini" ucap Lin Fan kemudian menghilang dari tempatnya.