Pemburu Dimensi

Pemburu Dimensi
Pertandingan Tim


__ADS_3

Setelah beberapa jam istirahat, energi Lin Fan telah pulih seperti semula.


Keluar dari gua buatan nya, Lin Fan melihat hari yang mulai gelap. Mengingat kejadian sebelumnya, Lin Fan bergegas mencari mangsa secepatnya sebelum ia keluar dari ruang ini.


Butuh beberapa menit untuk Lin Fan melihat seekor ular besar. Mata Lin Fan langsung berbinar, mengingat ia masih kekurangan fragmen tanah.


Tanpa lama, Lin Fan langsung menyerang ular itu dengan mengandalkan seluruh kekuatannya.


"Boom"


Karena elemen tanah yang dimiliki ular tersebut dan juga kekuatan nya telah mencapai tingkat 7, ular tersebut masih bisa bertahan dari serangan ganas Lin Fan.


Melihat ular tersebut masih bertahan, Lin Fan dengan cemas memberikan serangan terus menerus hingga ular tersebut tidak bisa memberikan perlawanan dan kemudian mati.


Kegelapan yang berangsur menerpa, memberikan perasaan krisis bagi Lin Fan. Dengan sangat hati-hati, Lin Fan menunggu tubuh ular tersebut menghilang.


Setelah beberapa saat fragmen yang di nanti pun muncul. Lin Fan langsung mengambil nya. kemudian kegelapan langsung mengeluarkan nya dari ruang dimensi.


Dengan menghela nafas, Lin Fan sangat bersyukur telah mengambil fragmen ini tepat waktu.


"huh huh... untung saja tepat waktu"


Seperti biasa Lin Fan menyerap beberapa fragmen yang ia peroleh sampai pagi hari tiba.


Melihat matahari telah menyingsing, Lin Fan bangun dan bersiap latihan seperti biasa.


....


Lin Fan dan sekeluarga kembali berlatih seperti biasa. Melatih kekuatan, ketangkasan, ketangguhan, kecepatan, ketahanan dan lainnya.


Lin Zheng saat ini melakukan duel dengan Lin Fan. Melihat kekuatan putranya, Lin Zheng tak bisa menahan seruannya,


"Wow bocah kekuatan meningkat sangat cepat. Latihan apa yang kau lakukan"


Lin Zheng memandang heran kearah anak laki-lakinya, karena sebelumnya Lin Fan bahkan tak bisa menerobos tingkat kedua selama beberapa tahun.


Mendengar seruan ayahnya, Lin Fan terkekeh geli, "Hehehe...jangan heran. Sebenarnya aku adalah putra surga jenius seluruh alam semesta"


"plak"


Tamparan ringan telak mengenai kepala Lin Fan.


"Huh bisa bisanya kau mempermainkan aku bocah jelek"


Lin Fan menggosok pipinya yang kemerahan, melihat kearah ibunya dengan sedih dan berkata,


"Ibu... lihat ayah ingin membunuh ku huhuhu"

__ADS_1


"Hey pak tua apa yang kau lakukan pada anakku" teriak Ling Wei yang tiba muncul di samping Lin Fan.


Melihat pipi putranya yang bengkak, Ling Wei tanpa segan langsung menggunakan pukulan nya ke arah Lin Zheng.


"Rasakan ini bajingan"


"Boom"


"Ahhhh"


Melihat keluarganya seperti ini, Lin Mei hanya bisa menggelengkan kepalanya dan bergumam,


"Huh...kapan lah aku memiliki keluarga yang normal"


.....


Karena libur telah usai, siswa-siswi kembali ke sekolah nya untuk melanjutkan kompetisi tim antar kelas.


Saat ini Lin Fan sedang berkumpul dengan teman sekelasnya yang akan mengikuti ujian tim.


"Oi Ryan, apa yang kau makan?" tanya Lin Fan yang melihat pria gendut ini sedang makan dengan lahap.


Ryan yang mendengar pertanyaan Lin Fan langsung menyembunyikan makanan nya dengan cepat dan berkata,


"Oh tidak ada cuma keripik kentang hehehe"


Melihat tindakan temannya, Lin Fan mendengus,


Mendengar balasan Lin Fan, Ryan langsung mengeluarkan makanannya dan berkata dengan cepat,


"Yayaya ini semuanya untuk mu saudara Fan, tarik sumpah mu lagi"


"Hehehe..ini baru gendut terbaik, semoga kau secepatnya kurus dan mendapatkan istrinya yang sangat manis" jawab Lin Fan sambil mengambil semua makanan dari Ryan.


Bing Rui yang dari tadi memperhatikan kedua temannya ini sangat marah,


"Hey kalian berdua, jangan lupa apa tujuan kita berkumpul. Mari sini makanan nya Fan Fan".


Dengan kasar Bing Rui mengambil makanannya kemudian menyimpan dalam tas.


Lin Fan yang melihat ini ingin menangis dan berkata dengan geram,


"Oi apa yang kau lakukan nenek sihir. Berikan makanan nya"


Bing Rui yang ingin mulai berdiskusi, dengan tajam melihat ke arah Lin Fan. Lalu dengan suara rendah,


"Oh Kakak Lin, apa kau sudah berani sekarang denganku?"

__ADS_1


Merasakan suasana yang mulai dingin, Lin Fan dengan cepat menjelaskan,


"Ti-tidak Aru, jika kau menginginkan itu ambilah, aku tidak menginginkan nya lagi hehe"


"Ya baiklah jangan sampai aku mendengar mu seperti itu lagi" kata Bing Rui.


Keringat dingin yang telah membasahi punggung nya pun langsung kering mendengar jawaban Bing Rui.


"Ehem, baiklah mari kita mulai berdiskusi" ucap Lin Fan.


Ryan yang diam dari tadi kemudian ikut mendekat dan menjelaskan beberapa hal.


"Lawan kita saat ini sangat berat, terutama kelas adik saudara Lin. Dengan kekuatan ruangnya sangat susah bagi kita untuk melawannya"


Bing Rui setuju dengan perkataan Ryan, ia juga telah menilai lawan yang paling sulit untuk ditaklukkan adalah kelas Lin Mei.


"Tidak hanya Lin Mei, Gadis yang memiliki gelap dikelasnya juga sangat mengerikan. Dengan kekuatan combo mereka, sangat susah untuk kita bergerak" Jelas Bing Rui.


Ryan yang terlihat serius juga menambahkan, "Apalagi dewi sekolah kita Zhao Yun. Dengan kekuatan tingkat 6 dan kekuatan anehnya bagaimana kita bisa melawan mereka?"


Lin Fan yang mendengar ini terkekeh, lalu ikut berkata,


"Ya walaupun tipe kekuatan mereka sangat mengerikan, tetapi kekuatan mereka sangat lemah hanya prajurit tingkat 6 puncak paling tinggi. Dan kita sudah memiliki kekuatan tingkat 6 puncak apalagi aku saat ini bisa melawan kekuatan tingkat 7 jadi jangan risau"


Mendengar bahwa Lin Fan telah memiliki kekuatan yang sama dengan tingkat 7 mereka sangat terkejut,


"Wow saudara Lin kekuatan mu sangat kuat. Bagaimana kekuatan mu meningkat sangat cepat?"


Bing Rui juga ikut berkata dengan semangat,


"Kalau begitu, kita bisa memenangkan pertandingan tim ini dengan cukup mudah"


Melihat semangat tim nya bangkit Lin Fan berkata dengan bangga, " Hehehe jangan heran. Aku adalah jenius alami titisan surga jadi tidak ada yang bisa mengalahkan kita"


Setelah setengah jam berikan waktu untuk berdiskusi, pertandingan tim pun akan segera dimulai.


Pertandingan kali ini dilakukan di arena biasa sekolah. Arena juga memiliki tribun penonton yang telah penuh.


Keluarga dari masing-masing peserta memenuhi tribun kali ini. Apalagi keluarga Lin Fan, yang bersemangat melihat 2 kerabat mereka saling bertanding.


Lin Zheng juga membawa ayah Bing Rui untuk menonton bersama. Jadi 2 keluarga telah bersatu saat ini.


Lin Fan dan Bing Rui sangat senang melihat ini. Keluarga mereka yang cukup antusias memudahkan untuk hubungan mereka kemudian hari.


Lin Mei yang melihat ini sangat sedih. Walaupun sebelumnya dia bersaudara dengan Lin Fan, ia sangat menyukai kakaknya.


Saat ia mengetahui mereka bukan saudara kandung, Lin Mei menjadi semangat melihat peluang besar baginya untuk berhubungan dengan kakaknya.

__ADS_1


Saat ini, pembawa acara telah memasuki arena. Dengan ceria ia menyapa semua penonton yang telah hadir.


"Selamat siang semuanya, dengan hari yang cerah ini kita akan memulai pertandingan yang sangat spektakuler"


__ADS_2