
Lin Fan langsung kembali ke ekspresi yang serius.
"Ayah ibu aku tahu kekuatan kalian mungkin telah menjadi eksistensi teratas di ras manusia. Tapi kita tidak tahu bagaimana dengan kekuatan ras lain. Apalagi ras iblis terus menerus menyerang ras kita"
Setelah jeda sejenak, Lin Fan kembali melanjutkan kali ini dengan santai.
"Jadi aku ingin kalian juga meningkatkan kekuatan kalian. Ya walaupun fragmen merah dan putih masih belum berguna untuk kalian, tapi fragmen elemen ini pasti sangat berguna untuk membentuk kekuatan baru bagi ayah dan ibu"
Lin Zheng dengan cepat berkata kepada anaknya.
"Jangan pikirkan tentang kami. Jika kekuatan mu melampaui kami, kami juga pasti akan berlindung kepadamu. ..."
Lin Fan langsung menyela perkataan ayahnya.
"Ayah aku tahu maksud. Kekuatan ku tidak akan pernah terpengaruh jika aku memberikan kalian fragmen ini"
Kemudian Lin Fan mengibaskan tangannya ke bawah. Ratusan fragmen merah dan putih. belasan fragmen coklat, puluhan fragmen hijau gelap dan beberapa fragmen biru muncul memenuhi ruangan.
Lin Zheng dan Ling Wei kaget melihat bola cahaya yang memenuhi ruangan ini. Bahkan Lin Mei yang telah tahu pun kaget dengan fragmen yang dimiliki kakaknya.
Mereka bisa merasakan bahwa tidak hanya aura vitalitas yang dikandung oleh bola cahaya ini, aura kekerasan dari elemen tanah dan aura lembut dari air pun terdeteksi oleh spritual mereka.
"Nah sekarang ayah ibu sudah tahu kan. Fragmen ini tidak ada habisnya. Setiap hari kekuatan asal ku akan menghasilkan fragmen yang sama dengan kekuatan ku. Jadi ayah dan ibu tidak perlu khawatir dengan perkembangan kekuatan ku"
Lin Fan memasukkan kembali fragmen biasa ke ruang jiwanya. Dan menyisakan fragmen elemen di luar.
"Fragmen coklat mengandung kekuatan elemen tanah, fragmen hijau gelap elemen kayu, fragmen biru elemen air dan fragmen merah darah ini kekuatan booster yang merupakan kekuatan pertama ku"
Lin Mei yang melihat banyak fragmen jenis lain dengan cepat muncul depan kakaknya kemudian berkata dengan marah.
"Kakak kenapa kau hanya memberi ku fragmen elemen kayu, aku juga ingin kekuatan lain. Oh apakah kau takut kekuatan ku akan melebihi kekuatan mu?"
Mendengar adiknya yang marah, dengan santai Lin Fan menjawab.
"Ya bukan itu maksudku. Aku ingin melihat dulu apakah kau bisa menyerap kekuatan fragmen ini"
Lin Mei bertambah marah mendengar jawaban kakaknya.
"Hah jadi kau menjadikan ku kelinci percobaan??"
__ADS_1
Lin Zheng pun menyipitkan matanya kepada Lin Fan.
"Hey apa kau menggunakan adik mu sebagai kelinci percobaan mu?
Lin Fan menyangkal dengan cepat. Ia menjelaskan dengan hati-hati.
"Ahem bukan begitu. Karena fragmen elemen kayu mengandung kekuatan vitalitas jadi aku tidak takut jika Lin Mei menyerap nya. Tapi fragmen lain sangat susah untuk diserap makanya aku tidak memberikan fragmen lain"
Ibu Lin Fan yang dari tadi mendengar kan ikut berkata.
"Yah jika begitu apa kau ingin kami menyerap fragmen elemen ini. Bukan kah lebih baik kau menyerap semuanya dan meningkatkan elemen ke tahap kedua?"
"Hehe..ibuku memang terbaik. Tapi.." Sebelum melanjutkan perkataannya. Lin Fan kemudian mengaktifkan tubuh elf nya.
Mata hijau dan rambut yang menjadi panjang. Melihat perubahan Lin Fan, Lin Zheng dan Ling Wei pun kaget.
"Tubuh elf?"
"Hahaha..ya ini elemen kayu tingkat kedua" Kemudian Lin Fan mengangkat tangannya ke atas. Tanah disekitar mereka berubah menjadi tanah hitam yang berapi.
Lin Zheng dan Ling kembali terpana. Dengan cepat bertanya.
"Hahaha...ini yang terakhir ayah. Kalian akan terbiasa dengan ini dikemudian hari" jawab Lin Fan dengan santai.
Kemudian ia melanjutkan.
"Fragmen ini semua untuk kalian. Aku sudah tidak membutuhkan fragmen ini. Jika nanti sudah habis beri tahu aku. Aku akan memberikan nya lagi"
"Ya kalau begitu baiklah. Ingat perkataan ayah sebelumnya. Jangan pernah beritahu siapapun bahkan calon menantu ku" Kata Lin Zheng dengan tegas.
"Haha..bahkan menantu mu sudah tahu tentang ini?" ucap Lin Fan sambil memandang Lin Mei.
Ling Wei melihat ini langsung berkata dengan semangat.
"Oh apakah seperti itu?"
Lin Mei tanpa berkata-kata langsung memukul kepala Lin Fan.
"boom"
__ADS_1
"Siapa yang ingin menjadi istri mu ha. Dasar bajingan"
...
Setelah berdiskusi cukup lama dengan keluarganya, Lin Fan kembali ke kamarnya. Karena hari ini libur, Lin kembali melanjutkan kultivasi nya. Melihat ruang jiwa yang masih memiliki fragmen biasa Lin Fan berkata.
"Yah dengan semua ini aku bisa membangun prajurit ku sendiri. Tapi tidak untuk saat ini. Kekuatan ku masih sangat lemah"
Kemudian ia melihat fragmen merah darah, fragmen booster.
"Peningkatan 17 kali, jika ini digunakan oleh kekuatan raja atau kaisar bela diri pasti sangat bermanfaat. Jadi mari kita tingkatkan dulu, sampai mana kekuatan ini bisa ditingkatkan"
Lin Fan langsung menyerap 2 fragmen booster ini. Butuh satu jam untuk menyelesaikan nya. Dan kekuatan booster telah sampai ke tingkat 18 kali lipat.
"Yah peningkatan nya sudah melambat. Mungkin karena fragmen ini hanya dihasilkan dari kelinci level rendah. Mari kita coba dari kelinci tingkat 8"
Lalu Lin Fan kembali melanjutkan kultivasi nya. Ada belasan fragmen merah yang ditinggal kan oleh Lin Fan di ruang jiwanya cukup untuk nya berkultivasi hingga malam. Karena nanti malam dia juga bisa berburu mendapatkan fragmen ini lagi.
Setelah beberapa berlalu, malam pun kembali tiba. Lin Fan perlahan membuka matanya. Melihat bulan yang telah manggantung di atas langit Lin Fan sedikit bersemangat.
"Kekuatan booster telah mencapai 21 kali lipat. Memasuki ke tingkat 20 peningkatan nya menjadi lambat. Mungkin fragmen tingkat ini tidak lagi berguna" ucap Lin Fan
"Yah kekuatan ku saat ini sudah menembus tingkat 9 awal. Apakah bisa melawan raja ular itu?. Baiklah ayo kita masuk"
Menutup matanya kembali, Lin Fan tiba di ruang dimensi. Membuka matanya perlahan Lin Fan melihat pemandangan seperti ini setiap malam.
"Hah...aku tidak bisa dipisahkan dari kalian rumput-rumput yang indah" Lin Fan menghirup udara padang rumput yang sangat harum.
"Yah saatnya berburu"
Beberapa jam kemudian, Lin Fan melihat danau tak jauh dari tempatnya.
"Yah keberuntungan ku akhir-akhir ini cukup baik. Apakah ada malapetaka yang menanti diriku? yah biarkan berkembang secara alami"
Lin Fan mendekati danau. Ia dapat melihat beberapa ikan besar berenang dengan bahagia.
"Yah aku cukup penasaran ikan jenis apa ini. Apakah lumba-lumba?"
"Hehehe apapun jenis mu maafkan aku. Aku hanya ingin makan sesuap ikan"
__ADS_1
----next----