Pemburu Dimensi

Pemburu Dimensi
Hasil Pertemuan


__ADS_3

Planet H, pusat galaksi Heren.


Pertemuan baru saja dimulai. Para petinggi dengan patuh mendengarkan beberapa informasi yang akan mereka atasi.


Sekretaris Bing Luo menampilkan beberapa informasi di tengah ruangan dengan hologram.


Kemudian ia perlahan menjelaskan beberapa gambar yang muncul di hologram.


"Selamat sore semua hadirin. Maaf menganggu waktu anda semua. Pasukan khusus Alpha dan Beta baru saja mengirimkan beberapa informasi mengenai planet zerg yang muncul beberapa hari yang lalu"


Beberapa gambar yang mengerikan muncul di hologram. Terlihat beberapa mahkluk zerg yang besar dan menjijikkan berkumpul membentuk pasukan. Kemudian sekretaris kembali melanjutkan.


"Pasukan Alpha yang mendarat di sisi timur planet sarang zerg yang mengambil gambar ini. Terlihat ras zerg sedang mempersiapkan pasukannya. Begitu juga dengan pasukan Beta di barat."


Kemudian gambar kembali berubah menjadi ribuan telur besar. Dan ada beberapa ras zerg yang kuat menjaga telur-telur itu.


"Ini gambar dari pasukan Beta. Seperti yang kita tahu ras zerg lahir hanya butuh beberapa Minggu dengan kekuatan tingkat komandan beladiri"


Salah seorang jenderal kemudian mengangkat tangan meminta izin untuk instruksi.


"Mohon instruksi sekretaris dan presiden. Mengapa kita tidak langsung meledakkan planet mereka. Menilai dari kekuatan dan energi planet yang terdaftar di informasi kekuatan tingkat galaksi sanggup untuk meratakan planet mereka"


Mendengar pendapat jenderal ini, para hadirin juga mengangguk setuju. Tapi ada juga sebagian yang menyela.


Seorang wanita dengan kacamata kemudian menjawab pendapat dari jenderal tadi.


"Menurut ku jika kita meledakkan planet mereka akan memberi resiko yang lebih besar. Misalnya luapan energi gelap dari zerg akan mempengaruhi energi di galaksi Heren. Yang kedua kekuatan tingkat galaksi tidak ada di galaksi Heren jika kita meminta bantuan Bima sakti, cukup berminggu-minggu untuk datang sedangkan telur zerg sudah terlihat "


Yang setuju juga ikut memberikan tanggapan.


"Sebenarnya bisa saja kita menggabungkan kekuatan dan membentuk kekuatan yang sama dengan tingkat galaksi. Kita juga bisa menghemat pasukan untuk menjaga perbatasan apabila sarang ini hanya pancingan mereka "


Berbagai pendapat mengisi pertemuan ini. Sekretaris yang telah menerima semua pendapat menghentikan debat mereka. Kemudian ia menjelaskan lagi sebab dan akibat berbagai pendapat ini.


"Ada satu informasi lagi yang sangat penting. Ini tentang keterlibatan ras iblis. Pasukan khusus Omega menemukan jejak armada ras iblis diperbatasan galaksi kita yang sesuai dengan jalur muncul sarang zerg"


Melihat para petinggi terdiam dengan wajah yang berat, sekretaris kembali melanjutkan.


"Jadi kami akan meluncurkan berbagai tugas untuk semua universitas dan organisasi bela diri untuk menyerang ras zerg di sarangnya dan dijaga oleh beberapa ahli tingkat Dewa beladiri".


"Dan untuk pasukan militer akan menjaga seluruh perbatasan galaksi Heren. Kirim armada terbaik. Pasukan khusus masing-masing militer dikirimkan untuk menjaga planet nya masing-masing"


Presiden federasi, Bing Luo yang telah menyimak dari tadi kemudian angkat bicara.


"Kondisi kali ini telah memasuki tingkat SS. Jadi keputusan apapun akan diambil alih langsung oleh pihak federasi"


Setelah pertemuan usai, Bing Luo langsung pergi ke kantor nya untuk menemui orang tua Lin Fan.


"Oh pak tua apakah pertemuan membosankan itu telah selesai" tanya Lin Zheng yang mendengar pintu kantor telah terbuka.

__ADS_1


Bing Luo sudah terbiasa dengan sikap sembrono Lin Zheng, dengan santai ia menjawab.


"Yah walaupun begitu kali, situasi kali ini memang berbahaya. Jadi pertemuan darurat harus dilaksanakan. Dan juga para petinggi kali ini cukup aktif tidak seperti biasanya."


Lin Zheng juga menyadari hal itu. Ia pun hanya berkata dengan datar.


"Hmm ya karena para jenderal tua itu harus menggerakkan tulang tuanya. Sudah lama mereka diam jadi jika ada momen seperti ini mereka sangat bersemangat"


Bing Luo merasa tersinggung dengan ucapan Lin Zheng. Dengan cepat ia menoleh ke arah wanita disebelah Lin Zheng kemudian berkata.


"Yah Ling Wei bagaimana kabar ayahmu? sudah lama ia tak berkunjung kesini"


Ling Wei dengan anggun menjawab.


"ya paman kata ayah ia akan mengunjungi cucunya secepatnya jadi mungkin dalam minggu ini ia akan datang berkunjung"


"Oh hahaha bagus lah. Jika begitu krisis zerg bisa terselesaikan dengan baik" Bing Luo menghela nafas lega mendengar kabar baik itu.


Melihat orang tua ini lega, Lin Zheng mencibir.


"Hey pak tua apa kau yakin mertua ku mau bergerak? Jiak bukan karena cucu kesayangannya ia tidak meninggalkan istrinya"


Bing Luo mengangguk pelan. Menggosok dagu kemudian ia tercerahkan. Dengan santai berkata.


"Hahaha itu urusan ku bocah. Dan sekarang urusan mu, apa tujuan mu kali ini?"


"Hehehe pak tua kau memang sedikit pintar. Aku perlu sesuatu untuk dicari" jawab Lin Zheng dengan senyum misterius.


Pertandingan final telah selesai. Pihak terbanyak mendapatkan poin pasti nya tim Lin Fan. Dengan perolehan 125 poin.


Tim Lin Mei memperoleh 90 poin. Dan tim Akira memperoleh 105 poin. Jadi pertandingan tim dimenangkan oleh Tim Lin Fan.


Walaupun tim Lin Mei dan Akira tidak menang, mereka tetap pergi mewakili pertandingan sekolah tingkat galaksi.


Untuk pertandingan tim, yang mewakili sekolah ialah tim Lin Fan, tim Akira dan tim Lin Mei. Dan untuk pertempuran individu akan diwakili oleh,



Lin Fan


Natasha


Lin Mei


Akira


Bing Rui


Ryu Jin

__ADS_1



Sore telah tiba, Lin Fan dan Lin Mei pulang seperti biasa. Memegang setumpuk bunga yang harum, Lin Fan sangat bersemangat.


Lin Mei yang melihat disampingnya mencibir.


"Huh dasar playboy bajingan buaya darat"


Mendengar cibiran adiknya Lin Fan menoleh kemudian memeluk adiknya dan mengejek,


"Hey apa kau cemburu nenek lampir?"


"Lepaskan bajingan" "Boom"


Pukulan Lin Mei telah mengenai tubuh Lin Fan. Dinding rumah roboh akibat benturan Lin Fan.


"Huh dasar gadis gila" teriak Lin Fan kemudian kabur ke kamarnya.


Setelah membersihkan diri, Lin Fan turun kebawah. Melihat orang tuanya telah kembali, Lin Fan perlahan mendekati.


"Oh Ayah ibu kenapa aku tidak melihat kalian tadi disekolah?" tanya Lin Fan yang kemudian duduk di samping ibunya.


Ibu Lin Fan, Ling Wei mengambil Lin Fan kemudian membelai kepalanya. Ia berkata.


"Tadi ada urusan di kantor. Jadi bagaimana? Apakah menarik mengalahkan adikmu?"


Lin Zheng pun menatap tajam kearah Lin Fan.


Dengan kejam berkata.


"Bocah bau aku sudah bilang jangan mengalahkan adikmu. Kenapa kau tidak mengalah?"


Dengan bangga Lin Fan menjawab.


"Hey kenapa aku harus membiarkan gadis galak itu menang. Ini merupakan harga diri seorang lelaki walaupun aku kakaknya aku tidak terlalu peduli"


Tepat selesai menjawab fluktuasi ruang terjadi disampingnya. Sebuah pukulan keras langsung mengenai Lin Fan.


"Whooos boom"


"Ugh"


"Rasakan itu bajingan. Jika sekali lagi kau berkata begitu aku akan potong kebanggaan milikmu" ucap Lin Mei dengan suara menyeramkan.


Lin Zheng yang duduk dibelakang tiba-tiba memegang senjata miliknya bergidik ngeri.


Kemudian ia bergumam dalam hati.


'

__ADS_1


Memang asli keturunan dia. huhu'


Sambil menoleh kearah Ling Wei yang juga menoleh kearah nya dengan senyuman tipis.


__ADS_2