Pemburu Dimensi

Pemburu Dimensi
Fragmen Gelap


__ADS_3

Pukulan Lin Fan telak mendarat di tubuh mulus kelinci gelap itu. Raja kelinci itu mendarat dengan keras di tanah. Darah mengalir dari sudut mulut nya.


Lin Fan mengangkat tangannya ke atas, dan akar-akar besar muncul dari tanah lalu mengikat tubuh raja kelinci itu.


Akar tersebut tidak hanya mengunci tubuhnya tapi juga menghisap energi spiritualnya perlahan.


Lin Fan melirik kelinci tersebut, ia merasakan krisis akan tiba menimpa nya jika terus mempertahankan kelinci ini.


Namun Lin Fan saat ini masih belum ingin membunuh kelinci ini karena energi spiritual dalam tubuh kelinci ini masih besar. Energi spiritual dari kelinci dapat dijadikan kekuatan nya sendiri untuk Lin Fan.


Perlahan kegelapan pun berjalan. Sore yang telah berlalu digantikan oleh malam. Lin Fan yang masih menghisap energi spiritual kelinci sambil melihat kegelapan yang telah datang, kaget karena kekuatan spiritual nya telah terputus.


Saat kegelapan menerpa tubuh kelinci yang gelap tersebut, ia langsung berintegrasi kedalam kegelapan tersebut.


Lin Fan baru sadar bahwa aura yang sebelumnya dirasakan adalah kelinci ini. Raja kelinci inilah yang terus-menerus membunuh nya saat malam tiba diruang dimensi.


"whoos...Boom"


Pukulan keras mengenai tubuh Lin Fan. Tetapi Lin Fan masih selamat dengan menahan pukulan tersebut dengan tangan tanahnya.


Namun Lin Fan merasakan kekuatan kelinci ini telah bertambah 2 kali lipat Dari sebelumnya.


"whooos...boom"


Sekali lagi Lin Fan mendapatkan pukulan dari kegelapan. Tapi pukulan ini masih bisa ditahan oleh Lin Fan.


Tubuh elf Lin Fan perlahan mengeluarkan cahaya hijau terang. Dan semua aura vitalitas di ruang lingkup memberikan informasi kepada Lin Fan. Jika ada yang bergerak Lin Fan langsung mengetahuinya saat aura vitalitas disekitar menjadi kacau.


Lin Fan saat ini telah mengetahui kelinci tersebut sedang berdiri didepannya karena aura vitalitas yang bersentuhan dengan kelinci tersebut.


Kenapa tidak langsung merasakan vitalitas langsung dari tubuh kelinci itu?, karena kekuatan raja kelinci itu lebih besar dari Lin Fan,. Jadi kekuatan spiritual Lin Fan diblokir olehnya.


"Hehehe... walaupun kau menggunakan malam sebagai kekuatan mu, aku tidak terlalu peduli" ejek Lin Fan sambil menatap kearah kelinci yang tak terlihat itu.


Raja kelinci kaget melihat arah mata Lin Fan tertuju pada nya. Ia menduga bahwa Lin Fan hanya tak sengaja menatap kesini.


Tidak memperdulikan kata-kata Lin Fan, ia hanya fokus untuk menyerang Lin Fan dari segala arah.


"Hahaha... apakah kau kira aku tidak melihat mu kelinci bodoh. Tampaknya raja ular lebih baik darimu" ucap Lin Fan.

__ADS_1


Raja kelinci bertambah marah saat mendengar nama raja ular keluar dari mulut Lin Fan.


"Grooar"


"Oh apakah kau marah?" tanya Lin Fan, kemudian melanjutkan, "seperti nya kalian memiliki hubungan yang buruk. Tenang saja dia sudah meninggal kan alam ini"


"Tetapi sebentar lagi kau akan berjumpa dengannya hahaha" lanjut Lin Fan.


"Elemen tanah: naga lava" 5x


Tanah disekitar Lin Fan bergetar hebat. Raungan keras terdengar didalam tanah.


"Roaaaarr"


Raungan tersebut langsung menghancurkan tanah yang menimpanya. Dan terlihat lah 5 ekor naga terbang keluar dari dalam tanah.


Raja kelinci tersebut langsung waspada melihat naga buatan Lin Fan ini. Ia merasakan aura yang sama dengan raja ular musuhnya.


Lin Fan merasakan bahwa tubuh kelinci itu sedikit bergetar. Kemudian ia berkata,


"Hahaha jangan takut kelinci kecil. Aku akan membunuhmu dengan lembut"


"Boom"


Raja kelinci itu melompat mundur dari tempatnya semula.


"Boom"


Naga lava menyerang tanpa henti. Raja kelinci yang kekuatan spiritual yang telah dihisap oleh Lin Fan sebelumnya, kekuatan tempur nya menjadi kurang.


Ditambah bahwa kegelapan yang dimanfaatkan tidak berpengaruh lagi pada Lin Fan. Ia hanya bisa bertahan selama beberapa saat.


"Whooos...boom"


Akhirnya salah satu naga mengenai nya. Lin Fan dengan cepat langsung mengikat tubuh raja kelinci tersebut dengan akar kayu.


Karena takut kelinci tersebut masih memiliki kartu truf, Lin Fan langsung menghabisi nya dengan cepat.


Seperti biasa, ribuan tombak besar muncul di atas langit. Lin Fan mengayunkan tangannya kebawah dan tombak tersebut juga melesat kebawah tepat ke arah raja kelinci.

__ADS_1


"Boom boom boom boom boom"


"Huh huh huh... Jika kelinci itu masih bisa bertahan aku tidak tahu bagaimana selanjutnya" ucap Lin Fan.


Faktanya kekuatan mental dan fisik Lin Fan telah terkuras habis saat ini. Ia harus mengontrol 5 naga dalam beberapa menit sangat menguras kekuatan mental.


Apalagi dia juga harus mengawasi kelinci dengan aura vitalitas yang sangat merepotkan.


Setelah memastikan raja kelinci telah tiada, Lin Fan langsung mengibaskan tangannya. Dan semua naga buatannya melebur kembali ke tanah.


Menunggu beberapa saat, akhirnya hasil panen yang ditunggu pun tiba. 5 fragmen merah dan putih yang memiliki corak muncul di tempat mayat kelinci itu.


Fragmen merah gelap juga muncul di sana. Lin Fan dengan semangat mengambil semuanya. Tapi saat Lin Fan hendak pergi, ia melihat masih ada sebuah fragmen yang muncul tapi berwarna gelap.


"Hmm kemungkinan ini kekuatan kelinci ini dalam kegelapan. Atau apakah ini elemen gelap?" Lin Fan cukup penasaran dan semangat melihat fragmen baru ini.


Ia sudah lama tak melihat fragmen baru. Apalagi semua makhluk di ruang dimensi ini telah ia jumpai. Jadi Lin Fan mengenal semua kekuatan makhluk disini.


Setelah melihat tak ada lagi yang tersisa, Lin Fan perlahan berjalan keluar.


"Yah saat nya melihat panen para clone tanah"


Lin Fan melihat ratusan fragmen telah muncul disini. Dan ada juga fragmen tersebut perlahan menghilang dari pandangan Lin Fan.


"Hah apakah fragmen ini bisa hilang kalau tidak diambil?" memikirkan hal ini, Lin Fan langsung mengumpulkan semua fragmen ini dengan kecepatan tercepat nya.


"Huh sangat rugi" ujar Lin Fan, "walaupun ini fragmen tingkat rendah tapi jika sudah jadi fragmen ini masih berguna untuk masa depan. huh sayang sekali"


Melihat tak ada lagi hasil panen, Lin Fan dengan tenang istirahat ditempat nya. Tujuan selanjutnya adalah raja domba. Tapi karena telah malam Lin Fan tidak bisa melihat arah jalan.


Walaupun ia pergi ke raja domba, Lin Fan hanya ingin melihat situasi. Lin Fan masih sadar kekuatan nya saat ini masih kurang untuk melawan raja domba yang sebesar gunung itu.


Beberapa jam kemudian, kekuatan spiritual Lin Fan kembali pulih. Dan aura vitalitas ditubuhnya juga telah terkumpul maksimal. Dengan semangat Lin Fan bergegas keluar.


Melihat hari yang masih malam, Lin Fan sedikit ragu. Kemudian ia bergumam,


"Apakah aku bunuh diri saja?"


"Mengingat tidak ada tujuan kali ini, apalagi juga saat ini masih gelap" lanjut Lin Fan.

__ADS_1


----next----


__ADS_2