Pemburu Dimensi

Pemburu Dimensi
Kristal Biru


__ADS_3

Setelah memastikan semua temannya aman, Lin Fan mencari tempat yang indah untuk bersantai.


Berjalan beberapa saat, akhirnya Lin Fan menemukan tempat yang pas, di tepi danau.


"Sudah lama sekali aku tidak bersantai" kata Lin Fan,"Apalagi semenjak aku pindah ke dunia ini, aku belum pernah bersantai di lingkungan seperti ini"


Sambil mengoceh, Lin Fan mengeluarkan semua perlengkapan kebutuhan nya untuk berkemah di sini.


Dengan hutan yang masih asri, danau hijau yang jernih ditambah pemandangan pegunungan didepannya.


Lin Fan mendesah pelan dan berkata


"Hah sangat nyaman, sepertinya aku harus mencari tempat seperti saat aku pensiun nanti"


Seharian berjalan membuat Lin Fan lelah, dan ia pun memutuskan untuk tidur sebentar hingga malam tiba.


Hanya butuh beberapa menit untuk langit diliputi kegelapan. Satelit planet yang indah dan bintang bersinar di kejauhan telah muncul bersamaan dengan gelapnya malam.


Lin Fan yang baru tidur beberapa menit kembali terbangun. Lin Fan takut nanti ia melewatkan kesempatan untuk memasuki ruang dimensi.


...


Setelah memasukkan ruang dimensi, Lin Fan dengan cepat langsung mencari tempat istirahat untuk melanjutkan tidurnya.


Dengan istirahat diruang dimensi ia bisa terbebas dari jeratan waktu. Butuh seharian penuh bagi Lin Fan untuk bangun.


Karena Raja kelinci telah mati, tidak ada lagi yang menganggu Lin Fan saat malam tiba. Apalagi kekuatan Lin Fan saat ini juga telah mencapai komandan beladiri.


"Uaaahh... segarnya bangun pagi" ucap Lin Fan, "coba saja dunia ini damai seperti ini, huh ya sudahlah"


Lin Fan melanjutkan perjalanannya. Tujuannya kali ini yaitu danau. Karena kekuatan nya telah mencapai komandan puncak 1, Lin Fan yakin bisa menemukan sarang dari ikan-ikan itu.


Apalagi saat ini kekuatan air Lin Fan juga hampir menerobos ke tahap ke dua, yaitu elemen darah. Sehingga perasaan Lin Fan terhadap makhluk hidup lebih tinggi.


Dan sarang ikan tersebut juga didalam air yang memudahkan nya untuk mendeteksi ruang tertentu didalam danau.


Sesampainya di danau, Lin Fan kaget melihat banyaknya ikan yang muncul kali ini. Bahkan ikan-ikan yang belum pernah ia lihat pun muncul saat ini.

__ADS_1


"Oh apakah karena aku sudah memusnahkan ular tanah jadi mereka keluar dengan bebas?" Lin Fan memastikan pernyataan ini paling mendekati.


Tanpa membuang waktu Lin Fan langsung menggunakan kekuatan spiritual untuk melihat seluruh danau.


Lin Fan melihat ada pusaran air di tengah danau yang sebelumnya tidak ada di sana.


"Yah sudah dipastikan ikan ini memiliki sarang di ruang yang berbeda sama seperti raja domba"


Dengan cepat Lin Fan langsung memasuki pusaran air tersebut. Ia tidak terlalu memperdulikan ikan di luar karena mereka hanya makhluk tingkat rendah.


Sekejap pandangan Lin Fan langsung berubah. Ribuan makhluk laut ada didalamnya dari tingkat rendah hingga tingkat tertinggi.


Lin Fan melihat mereka dan mereka pun menatap Lin Fan. lingkungan disekitar langsung mengerikan.


Kekuatan spritual melonjak keluar dari tubuh pasukan ikan. Lin Fan melihat ini mendesah pelan dan berkata,


"Huh ada manusia diruang ini, aku sedikit canggung melawan hewan yang sering aku makan"


Lin Fan dengan cepat membersihkan mereka. Ia hanya ingin melihat bagaimana kekuatan dari raja mereka.


Jika melebihi kekuatan dari raja domba Lin Fan dengan pasrah menerima kenyataan bahwa ia hanya numpang istirahat diruang dimensi.


Menandakan intuisi dan keberuntungan akhirnya Lin Fan menemukan sedikit aura sama yang dengan kristal di sarang para raja.


"Hehehe... mengingat kekuatan ku saat ini, mungkin nanti aku bisa menyerap kristal-kristal itu"


Mengikuti arah kekuatan spiritual berasal, Lin Fan akhirnya melihat altar dengan kristal biru tergantung diatasnya. Mengeluarkan aura kehidupan samar dan aura basah.


Namun Lin Fan hanya melihat nya dari jauh. Ia sudah merasakan aura yang mengerikan berada dibalik altar didepannya.


Perlahan sosok besar dan panjang berdiri. Dengan tegap dan gagah, ia melepaskan gelombang spritual yang memicu pusaran kecil didalam air.


"Hah?? naga lagi?" ucap kaget Lin Fan melihat bentuk dari raja ikan ini. "eh kuda laut atau naga laut?"


"Hey bung jenis apa kau ini?" tanya Lin Fan yang melihat makhluk didepannya dengan teliti.


"Pantas saja kau tidak membiarkan kawanan mu keluar, ternyata kekuatan mu lebih lemah dari raja ular tanah"

__ADS_1


"Kalau begitu kita sudahi saja dengan cepat aku masih memiliki beberapa hal yang harus dilakukan"


Sekejap Lin Fan muncul di depan raja ikan ini. Dengan kekuatan booster dan tubuh elf yang telah aktif, Lin Fan melayang tamparan keras.


"Boom"


Tubuh tanpa kepala perlahan mengapung ke atas. Karena masih di didalam lautan, darahnya juga perlahan menyebar. Takut tubuhnya kotor, Lin Fan kembali lagi ke pusaran semula dan pergi dengan kristal yang telah muncul diruang jiwanya.


"Huh tidak ada tantangan. Astaga fragmen nya ketinggalan!!" Lin Fan kembali lagi melihat tubuh raja ikan.


"Huuu... untung saja belum terlambat" Lin Fan dengan cepat mengambil beberapa fragmen yang telah redup. Beberapa fragmen merah dan putih biasa serta fragmen biru bermotif.


Lin Fan kembali melanjutkan perjalanannya. Tujuannya yang ke-dua adalah kembali ke sarang domba. Ia ingin secepatnya menaklukkan ruang dimensi ini.


"coba saja bisa menyerap fragmen didalam ruang ini, aku tidak akan terlalu repot sekarang" Memikirkan hal ini, Lin Fan sebelumnya telah mencoba. Yang telah memasuki ruang jiwa tidak bisa dikeluarkan disini.


Nah, Lin Fan juga mencoba sebelum ia memasukkan nya ke dalam ruang jiwa, dan hasilnya juga nihil. Fragmen tersebut otomatis masuk saat disentuh oleh Lin Fan.


Setelah berjalan beberapa jam, sampai lah Lin Fan ke tempat tujuan. Beberapa pohon yang rimbun menutupi jalan menuju gua.


Aura vitalitas disekitar juga sangat besar. Bahkan melebihi sebelumnya. Mungkin karena raja domba telah bertransformasi jadi sebesar gunung menyebabkan hal ini.


Lin Fan perlahan memasuki sarang domba. Melihat gua yang hampa Lin Fan mendesah pelan. Ia membungkuk dan berkata dengan serius,


"Terimakasih teman atas kekuatan kalian. Tenang saj aku pasti akan menggunakan nya untuk kebaikan"


Tibalah Lin Fan didepan pohon raksasa. Dengan sekali sentuhan Lin Fan langsung menghilang ditempat nya.


Saat ini ia muncul di tempat yang sama seperti sebelumnya. Sebuah padang rumput yang dikelilingi beberapa pohon besar.


Dengan kedatangan Lin Fan pohon besar itu perlahan bergetar dan terus bergerak. Seperti sebelumnya, pohon tersebut perlahan menyatu dan menjadi domba yang sangat besar.


Lin Fan yang telah melihat ini tidak bisa menghilangkan kekagumannya.


"Andai saja aku bisa memiliki kekuatan berubah menjadi sebesar ini?"


Memikirkan hal ini, tanpa sadar Lin Fan berbinar-binar. Dengan khusyuk ia berdoa kepada Dewi keberuntungan.

__ADS_1


Hanya ia dan Dewi yang tahu apa yang dia inginkan. Dengan seringai tajam terukir di wajah tampannya, Lin Fan langsung menggunakan semua kekuatannya.


__ADS_2