Pemburu Dimensi

Pemburu Dimensi
Kelas 10


__ADS_3

Disekolah Lin Fan saat ini sudah ramai dengan pengunjung. Para pemimpin militer juga ikut menghadiri acara ini.


Semenjak niat pedang dari Akihiro terungkap, banyak orang di atas yang tertarik melihat itu. Tak sedikit dari pasukan khusus federasi yang ingin merekrut Akihiro.


Setelah tahu bahwa hari ini juga ada pertandingan final disekolah Akihiro, para pemimpin bergegas melihat para jenius disekolah ini.


Lin Fan saat ini berjalan kearah timnya. Bing Rui dan Ryan yang sedang makan seperti biasa telah tiba dari tadi.


Bing Rui yang melihat Lin Fan bergegas menemui nya. kemudian ia mengeluh,


"Lin Fan kenapa kau lambat sekali?"


Lin Fan cengengesan mendengar ini.


"Hehehe ya aku ada urusan sebelumnya. Bagaimana dengan kompetisi hari ini, apakah ada lawan yang menarik. Aku tidak melihat informasi dari tim lain semalam"


Ryan pun ikut bergabung. Kemudian ia menjelaskan beberapa informasi mengenai tim lawan kepada Lin Fan.


Setelah mendengar informasi dari Ryan, Lin Fan tersenyum dan berkata,


"Yah jika hanya segitu tiket kemenangan sudah ditangan kita"


Ryan dan Bing Rui hanya tersenyum melihat kepercayaan diri Lin Fan.


Tim lawan yang baru saja lewat mendengar perkataan Lin Fan mencibir,


"Hehehe sangat percaya diri.jangan sampai kau menangis nanti diatas panggung"


Kemudian ia membawa timnya pergi.


Melihat mereka sudah pergi, Lin Fan bertanya kepada Ryan tentang mereka,


"Tim kelas mana mereka Yan?"


"Oh mereka dari kelas 10. Ketua tim mereka bernama Chris dan laki-laki dan perempuan disampingnya itu bernama Zero dan Zee"


jelas si gendut sambil mengunyah makanannya.


"Bagaimana dengan kekuatan nya?" tanya Lin Fan lagi.


Bing Rui terkekeh pelan mendengar pertanyaan Lin Fan,


"Yah kekuatan mereka yang paling lemah dari sepuluh kelas"


"Hah?"


Lin Fan kaget mendengar ini.


"Jadi kenapa dia berani memprovokasi kita. Apa otak dia tidak berfungsi dengan normal?"

__ADS_1


Ryan menguap dan menjawab dengan nada membosankan,


"Yah Chris memang seperti itu. Dia salah putra jenderal jadi dia sering menggunakan status ayahnya untuk melawan orang. Mungkin ayah nya ikut menonton makanya ia berani"


"Hahaha ternyata ada juga orang seperti itu saat ini. Ya kalau tidak ada cerita ini menjadi sangat membosankan" ucap Lin Fan lirih.


Mendengar tanggapan Lin Fan, Bing Rui dan Ryan merasa aneh. Tapi mereka tetap diam karena pertandingan akan segera dimulai.


Kali ini pembawa acara diisi oleh wanita cantik berpakaian militer. Berdiri dengan anggun, banyak mata para lelaki yang ingin keluar tak terkecuali protagonis kita Lin Fan.


"Wow sangat cantik"


"Siapa dia"


"Wow bagaimana ada gadis yang sangat indah seperti dia"


"......"


Tribun penonton langsung berisik melihat keindahan didepan mata. Lin Zheng yang sedang menonton dengan istrinya tak bisa menahan keluhan kenapa ia tidak datang sendiri.


"Ahem.. Selamat siang semuanya. Saya Alice dari pasukan khusus federasi akan memimpin pertandingan tim kali ini. Saya harap para penonton berkenan. Tanpa menunda lagi mari kita mulai"


"Woah"


Banyak penonton yang bersemangat kali ini. Media sosial penuh dengan live streaming acara ini. Karena hari ini final sekolah telah menyediakan beberapa tribun tambahan.


Arena kali ini langsung dibagi menjadi 5. Karena kekuatan peserta telah meningkat maka arena harus dipisahkan mencegah terjadinya kecelakaan dalam pertandingan tim.


Kekuatan tim mereka juga melebihi 6 puncak bahkan telah memasuki tingkat 7 prajurit. Tetapi Lin Fan hanya menanggapi nye dengan santai.


Domba kekuatan 8 puncak saja dia bunuh apalagi anak kecil ini. Ia bisa membunuhnya dengan sekali tamparan lunak.


"Kalian berdua bergerak melawan mereka dari dekat. Biar aku membantu kalian dari jauh dengan elemen kayu" jelas Lin Fan.


Bing Rui langsung bingung mendengar perintah Lin Fan,


"Fan Fan bukan kah kekuatan mu elemen tanah kenapa sekarang elemen kayu?"


"Hehehe jangan bandingkan aku dengan kalian. Aku ini jenius alam semesta" jawab Lin Fan dengan becanda.


Ryan yang bosan karena tak boleh membawa makanan hanya menurut saja.


"Jika itu bisa mempercepat pertandingan aku akan mengikuti"


"Oh gendut, ini baru saja tidak memegang makanan sudah merindukan nya?" ejek Lin Fan.


...


Melihat tim lawan yang akan mulai menyerang, Lin Fan memberi tanda untuk mengikuti rencana nya.

__ADS_1


"Kelas 2 Ryu jin" ucap pemuda yang cukup tampan walaupun tidak ada apa apanya dengan Lin Fan.


"Valentine, salam kenal" kata perempuan rambut pirang dengan senyum manis tergantung diwajahnya yang lugu.


"Liu Yun" tambah pemuda asian dengan kacamata.


"Lin Fan, tampan dan pemberani" balas Lin Fan dengan ekspresi bangga.


Valentine melihat Lin Fan dengan memerah. Banyak juga penonton wanita yang terpesona dengan gaya Lin Fan.


Akira yang sedang menonton juga melihat kearah Lin Fan. Seolah telah menemukan pangeran nya ia berteriak semangat kepada Lin Fan.


Bing Rui kesal melihat gaya calon kekasih nya yang bajingan ini. Dengan dingin ia juga memperkenalkan diri kepada lawan.


"Bing Rui, kelas 1"


Ryan mengusap perutnya yang sangat besar dengan sedih, kemudian ikut berkata dengan lirih,


"Ryan"


"Baiklah ayo mulai, Valentine, Liu Yun" teriak Ryu Jin.


Aura darah keluar dari tubuh Ryu Jin. Terlihat tubuh nya ditutupi oleh sisik naga. Terlihat sangat kokoh dan gagah.


Valentine dan Lui Yun mengeluarkan kekuatan nya masing-masing. semuanya sama memiliki kekuatan 6 puncak.


Melihat aura lawan yang sangat tajam, Lin Fan juga mengeluarkan kekuatan penuh mereka. Kekuatan 6 puncak juga keluar dari tim Lin Fan.


Lin Fan hanya menggunakan peningkatan kekuatan sebanyak 5 kali lipat sehingga ia bisa menyamai kekuatan timnya.


Para penonton juga kagum melihat konfrontasi aura dari tim ini. Banyak militer yang cukup puas datang untuk menonton pertandingan kali ini.


Lin Zheng melihat putranya yang menahan kekuatan berkata dengan jijik.


"Yah anak ini pasti ingin berpura-pura keren"


Ling Wei menyipitkan matanya kearah suaminya saat mendengar itu.


"Apa maksudmu?. Anakku lebih tampan darimu biarkan dia melakukan hal yang ia suka"


Keringat dingin mulai membasahi punggung Lin Zheng dengan perlahan berkata,


"Ahem aku hanya bercanda sayang. Aku juga bangga dengannya"


Pertarungan pun dimulai. Bing Rui dan Ryan maju kearah musuh sedangkan Lin Fan menggunakan kekuatan elemen untuk menganggu lawan.


Lawan pun menyiapkan serangan mereka. Ryu Jin perlahan menghilang dari penglihatan Bing Rui dan Ryan.


Lin Fan tersenyum tipis kemudian mengulurkan tangannya kesamping.

__ADS_1


"Boom"


"Ahaha..aku sudah memberi mu peluang melawan tim ku dulu tapi kau mengecewakan ku" jelas Lin Fan sambil menyeringai.


__ADS_2