
Saat ini Lin Fan telah berkumpul dengan anggota sekolah nya kembali. Mereka telah tiba di planet yang langit nya berwarna kemerahan.
Dan mereka turun di pangkalan militer planet ini.
Lin Fan dan lainnya melihat peserta dari sekolah lain juga mendarat di sekitar mereka. Setelah semuanya selesai, Alice tiba-tiba muncul didepan mereka semua.
Seperti biasa, Lin Fan dan para lelaki sangat fokus dengan Alice. Gadis-gadis disekitar Lin Fan menimbulkan permusuhan dengan pembimbing mereka ini.
Ryu Jin yang selalu dingin pun tak bisa mengelak dari aura ganas dari kecantikan Alice. Ia berbisik kepada Lin Fan,
"Saudara Lin, baru kali ini aku melihat wanita yang sangat indah"
Lin Fan mengangguk semangat, kemudian ikut berkata,
"Yah bahkan Zhao Yun di sekolah kita tidak bisa mengalahkan nya"
"Hmm..aku setuju, tapi jika body gadis-gadis sekolah kita seperti kakak Alice mereka juga pasti menggoda" balas Ryu Jin.
"Hehehe kau sudah dewasa saudara Jin" kata Lin Fan melirik ke arah Ryu Jin yang tengah fokus melihat keindahan Alice, "Aku mendukung mu tapi untuk kali ini aku tidak bisa tinggal diam"
Akira yang berdiri di samping Lin Fan tanpa sadar menginjak kaki Lin Fan dengan keras.
"Kakak Lin, apa gadis itu lebih menarik dari ku?" ucapnya sambil cemberut.
"Ahem.. tentu saja adik Akira lebih baik. Lebih imut dan lebih cantik" jawab Lin Fan dengan ekspresi serius diwajahnya yang penuh dengan keringat dingin.
"Nah jadi jangan melihat dia. Apakah kakak Lin tidak memikirkan perasaan ku?" ucap Akira yang mulai terisak.
Lin Fan mulai panik melihat Akira. Dengan cepat ia menjawab.
"Ya ya jangan menangis. Kakak tidak akan melihat dia lagi"
Bing Rui dan Lin Mei yang berdiri dibelakangnya tambah gelap melihat tindakan Lin Fan ke Akira.
"Aku rasa bajingan ini harus di didik lagi oleh ibu" kata Lin Mei dengan seringai diwajahnya.
...
__ADS_1
Setelah beberapa pengaturan dari Alice, para siswa diberikan istirahat lagi untuk malam ini. Dan akan memulai pertandingan pada besok pagi.
Lin Fan dan teman sekolah nya mendapatkan kamar berdekatan agar memudahkan untuk berdiskusi atau memiliki kebutuhan tertentu.
Lin Fan dengan semangat mampir dulu sebelum tidur ke kamar Akira. Bicara tentang cinta, menggoda nya dan lain-lain. Jangan berpikiran yang aneh, Lin Fan merupakan laki-laki yang positif.
Setelah beberapa saat, Lin Fan melanjutkan aktivitas favoritnya yaitu berburu di ruang dimensi.
Melihat hari sudah sore di ruang dimensi, Lin Fan sedikit bingung. Jarang bagi nya masuk diwaktu seperti ini. Biasanya pagi atau tidak siang.Tapi Lin Fan tidak memperdulikan itu. Ia hanya memikirkan tujuan pertama disini.
Kali ini tujuan Lin Fan yaitu mencari sarang kelinci. Ia cukup yakin untuk melawan raja kelinci.
Mengingat raja kelinci, Lin Fan jadi teringat dengan domba raksasa terakhir kali. Lin Fan dengan enggan harus melepaskan nya dulu sebelum kekuatan nya mencapai puncak tingkat 9.
Jadi untuk mencapai tingkat itu, Lin Fan harus membunuh monster tingkat komandan terlebih dahulu.
Diperjalanan, Lin Fan kali ini tidak lagi membunuh hewan tingkat rendah. Karena kekuatan nya saat ini tidak berpengaruh lagi pada fragmen dibawah tingkat 9.
Dan cadangan untuk Lin Mei, Lin Fan telah mempersiapkan nya dari awal. Untuk elemen tahap kedua pun juga telah disiapkan oleh Lin Fan untuk adik tercintanya.
Ruang dimensi ini seperti bumi versi kecil. Lin Fan bisa mengelilingi seluruh ruang dimensi ini dengan 4 jam.
Melihat sarang kelinci didepannya, Lin Fan langsung menggunakan kekuatan booster tingkat maksimal.
Kekuatan Lin Fan perlahan naik hingga berhenti di tingkat komandan awal. Tidak seperti biasanya yang hanya membutuhkan beberapa detik, kali ini kekuatan booster perlu waktu lebih lama karena kekuatan booster perlu menciptakan kristal spritual sementara dalam diri Lin Fan.
"Sangat kuat" ucap Lin Fan sambil mengepalkan tangannya, "aku rasa bisa meledakkan satu pulau dengan seluruh kekuatan"
Lin Fan menjadi tak sabar untuk menerobos ke tingkat komandan. Apalagi ada juga kristal yang menunggunya untuk diserap.
Tubuh elf juga terlihat pada diri Lin Fan. Fluktuasi spritual yang kuat membuat raja kelinci bangun dari tidurnya.
"Groarr"
Pasukan kelinci juga keluar dari sarangnya. Ada ratusan kelinci tingkat 8 dan puluhan tingkat 9 yang ikut keluar untuk berperang melawan Lin Fan.
Dipimpin raja mereka, para kelinci ini dengan percaya diri langsung menyerang Lin Fan. Lin Fan yang melihat ini tersenyum jijik.
__ADS_1
"Makhluk rendahan, kalian jangan ikut campur" ucap Lin Fan sambil mengibaskan tangannya.
Ratusan clone tanah muncul di depan kelinci tersebut. Kekuatan clone Lin Fan juga telah meningkat ke tingkat 8 jadi aman untuk mengurus para kelinci ini.
Raja kelinci menatap Lin Fan dengan tajam. Aura merah darah perlahan meluap keluar dari tubuh hitam nya.
Lin Fan mengingat bahwa aura ini pernah ia rasakan sebelumnya tapi ia lupa. Melihat kelinci yang mulai bergerak Lin Fan juga melupakan hal itu.
Kekuatan booster dari Kelinci ini sama menyusahkan nya dengan kekuatan elemen kayu dari domba. Kekuatan yang awalnya hanya tahap Koman awal menjaga komandan puncak.
Kelinci tersebut muncul dibelakang Lin Fan dengan kaki yang sudah diayunkan ke arah Lin Fan. Dengan tenang Lin Fan memanipulasi elemen lava membentuk dinding dibelakang nya.
"Boom"
Dinding tanah berdiri kokoh di sana. Tanpa ada lecet sedikit pun. Raja kelinci tersebut pun kaget, ia tak menyangka kekuatan yang sudah ditingkatkan tidak bisa menghancurkan seonggok tanah didepannya.
"Hehehe..jangan berekspresi begitu tidak cocok dengan gelar raja mu" ejek Lin Fan. Sebenarnya ia juga kaget dengan peningkatan elemen tanahnya.
Tangan Lin Fan mengepal, dan kemudian dilapisi oleh lava berwarna merah kebiruan. Ada juga sedikit aura gravitasi terasa pada kepalan ini.
"Yah saatnya giliran ku" kata Lin Fan sembari menghilang dari tempatnya.
Kelinci tersebut mengelak ke samping, dan kemudian angin kencang menerpa tempat dia berdiri sebelumnya.
"Boom"
Pukulan Lin Fan membuat dentuman besar di udara. Ada percikan api yang keluar dari pukulan Lin Fan.
"Yah walaupun kekuatan ku meningkat tapi aku masih kekurangan dalam hal kecepatan. Seperti nya aku harus memiliki elemen cahaya seperti ayah" kata Lin Fan yang kemudian kembali menghilang.
Kelinci tersebut hanya menghindar saat ini. Ia merasakan sedikit kengerian dari pukulan Lin Fan ini. Apalagi aura api kebiruan ini memberikan tekanan tertentu pada jiwanya.
Namun penghindaran tak selalu mulus. Pukulan Lin Fan pun akhirnya mengenai sasaran untuk kesekian kali percobaan.
"Boom"
Pukulan Lin Fan telak mendarat di tubuh mulus kelinci gelap itu. Raja kelinci itu mendarat dengan keras di tanah. Darah mengalir dari sudut mulut nya.
__ADS_1