Pemburu Dimensi

Pemburu Dimensi
Ruang Dimensi Malam


__ADS_3

Melihat fragmen baru ini, Lin Fan merasakan tubuhnya menjadi lebih segar.


Tanpa berpikir panjang, Lin Fan langsung menyerap fragmen ini satu persatu. Butuh 6 jam penuh untuk menyerap 3 fragmen hijau gelap ini.


Kekuatan elemen kayu mengalir dalam Lin Fan. Memberikan semacam kesejukan dalam dirinya.


Aura elemen kayu juga terpancar dari tubuh Lin Fan mengalahkan aura elemen tanah yang lemah.


Lin Fan mengulurkan tangannya. Tumbuhan merambat disela tangannya.


"Hmm cukup menarik. Dengan aura vitalitas ini, pertahanan ku bertambah beberapa kali lipat". gumam Lin Fan.


Memikirkan ini, Lin Fan menjadi tertarik untuk mengumpulkan fragmen hijau gelap ini. Jika elemen kayu nya bisa dibudidayakan sampai ke puncak, sampai mana tingkat pertahanan nya melambung.


Melihat matahari yang kembali terbenam, Lin Fan bertambah semangat. Sekarang mengumpulkan fragmen merupakan hobi nya .


Setelah mandi, ia kembali tidur di atas kasur. Merasakan ruang dimensi, Lin Fan langsung memejamkan matanya.


Saat membuka mata, Lin Fan tidak muncul ditempat biasa, melainkan di danau sarang ular tanah.


"Ahahah.. keberuntungan yang baik. Mari kita periksa danau dulu, mungkin ikan itu akan muncul"


Memikirkan ini, Lin Fan langsung terjun kedalam danau.


Butuh beberapa menit untuk mengitari danau dan masih seperti sebelumnya, Lin Fan tidak menemukan apapun.


"Huh sudah lah. Lebih baik aku memikirkan bagaimana cara menarik ular ini keluar dari sarangnya"


Lin Fan hanya bisa pasrah memikirkan kerinduan nya dengan fragmen dari ikan.


Saat memikirkan beberapa untuk memancing, tak disangka mangsa datang langsung memberikan tubuhnya.


"Hehehe .. keberuntungan ku memang sangat baik hari ini"


Lin Fan kemudian langsung menghilang. Muncul tak jauh dari ular itu, Lin Fan perlahan menggunakan elemen kayunya untuk menyegel pergerakan ular.


Merasakan fluktuasi aura disekitarnya, ular tersebut mendesis untuk mengingatkan rekannya.


Ular yang berjumlah 3 ekor itu langsung bereaksi untuk menghindari serang diam Lin Fan. Tapi sayangnya hanya seekor yang terlepas.


Melihat mangsanya telah diikat, Lin Fan menggunakan tombak tanah yang telah disiapkan untuk menusuk kepala ular tanah itu.


Lin Fan juga menambahkan beberapa duri pada tumbuhan rambat nya.


Karena kekuatan nya jauh lebih lemah dari Lin Fan, kedua ular tersebut mati dengan mudah.

__ADS_1


Melihat kedua rekannya telah tewas ditangan Lin Fan, ular yang bebas sebelumnya langsung kembali ke sarangnya.


Lin Fan yang melihat ini sangat ketakutan. Ia mencoba untuk mencegah tapi telah terlambat. Lin Fan hanya bisa menunggu fragmen kedua ular yang ia bunuh ini.


Mayat ular tersebut perlahan menghilang dan kemudian beberapa cahaya muncul ditempat yang sama.


Tetapi saat ini, Lin Fan merasakan aura mengerikan dari sarang ular didekatnya. Melihat fragmen telah menjadi, Lin Fan bergegas tanpa berpikir untuk meraih semuanya.


Raja ular yang telah keluar dari sarangnya, melihat ke arah Lin Fan yang tengah mengumpulkan fragmen itu.


Merasakan mayat kedua bangsa yang telah menghilang, ia menjadi marah dan langsung menerkam Lin Fan.


Lin Fan yang telah cemas, tanpa berpikir panjang langsung menggunakan seluruh kekuatan nya untuk melarikan diri dengan cepat.


Setelah beberapa menit berjuang, Lin Fan akhirnya aman dari kejaran mangsa nya.


"Huh huh jika saja aku memiliki kekuatan Lin Mei, betapa mudahnya ini"


Mengingat berkah adiknya, Lin Fan sangat cemburu. Kekuatan Lin Mei sangat cocok untuk seorang pemalas sepertinya.


Lin Fan kembali fokus untuk mengumpulkan energinya kembali. Tujuan nya kali ini yaitu domba bertanduk.


Elemen kayu sangat penting baginya. Jika evolusi kekuatan elemen kayu bisa diselesaikan secepatnya sebelum pertandingan antar sekolah itu sangat baik baginya.


Setelah beberapa menit, Lin Fan kembali ke keadaan yang sempurna.


Hanya saja ia sedikit kesepian.


Jika saja dia bisa membawa seseorang, mungkin ini sangat menyenangkan. Apalagi bisa membawa orang tua nya, mungkin ia bisa membersihkan semua mahkluk disini dan memeras semua fragmen yang ada.


"Huh masa masa indah" pikir Lin Fan yang kemudian mempercepat langkahnya.


....


Beberapa jam pun berlalu, Lin Fan kini tengah melarikan diri dari kejaran raja domba.


Sebelumya Lin Fan menemukan sarang domba. Melihat puluhan domba yang gemuk Lin Fan langsung menyerang mereka tanpa pandang bulu.


Setelah membunuh beberapa domba, ia merasakan kekuatan yang sangat besar menuju kearah nya dengan cepat.


Tanpa berpikir lama, Lin Fan langsung berlari meskipun masih ada domba yang belum mengeluarkan fragmen.


"Hahh.. sangat disayangkan. Fragmen ku terbuang sia-sia" desah Lin Fan.


Lin Fan kembali berlari dengan cepat. Ia ingin mencoba bertahan untuk waktu yang lama di tempat ini.

__ADS_1


Anehnya Lin Fan kembali ke danau tempat pertama ia muncul.


Merasakan kekuatan mengerikan yang cukup akrab, Lin Fan langsung pergi tanpa melihat kebelakang.


Cukup untuk 2 jam Lin Fan melepaskan diri dari mereka.


"Huh jika kekuatan ku setara dengan kalian aku tidak akan malu seperti ini"


"Semoga saja beberapa fragmen hijau ini cukup


untuk meningkatkan level elemen kayu" lanjut Lin Fan.


Hari mulai gelap, Ini pertama kalinya Lin Fan melihat malam diruang dimensi ini.


Lin Fan cukup penasaran apa yang akan terjadi saat malam. Untuk membuat beberapa persiapan Lin Fan membuat gua yang cukup besar dari elemen.


"Yah sepertinya sudah cukup"


Menepuk tangannya di celana, Lin Fan melihat gua sederhana yang ia buat dengan sangat puas.


Malam yang dinanti pun tiba. Tanpa disadari suasana langsung berubah. Kekuatan besar bisa dirasakan muncul dimana mana.


Lin Fan yang duduk didalam gua menggigil kedinginan merasakan aura para bos ruang dimensi ini.


Kekuatan yang ia rasakan saat ini, melebihi dari raja ular dan raja domba yang mengejar nya tadi siang.


Lin Fan yang ingin menutup semua kekuatan spiritual nya langsung merasakan perasaan yang gelap.


Kemudian ia terbangun di atas kasur. Lin Fan kebingungan memikirkan apa yang terjadi diruang dimensi.


Ia hanya bisa bertahan beberapa menit di waktu malam. Itupun ia telah mempersiapkan tempat sembunyi sebelumnya.


Lin Fan yang memikirkan ini langsung bergidik ngeri.


"Huh sangat mengerikan. Dari auranya saja bisa membunuh ku. Tingkat apa kekuatan mahkluk itu?"


Lin Fan kembali tenang saat ini. Kekuatan nya masih belum bisa untuk bertahan diwaktu malam.


"Saatnya untuk melihat panen kita malam ini" kata Lin Fan dengan semangat.


Memasuki ruang jiwa, Lin Fan dapat melihat puluhan fragmen yang memenuhi ruangan.


Cukup untuk nya menembus tingkat 5 jika ia menyerap semua fragmen ini.


Fragmen kekuatan pun juga banyak diraih olehnya malam ini. 5 fragmen elemen kayu, 2 fragmen elemen tanah dan 4 fragmen booster.

__ADS_1


----next----


__ADS_2