
Suasana sedikit sunyi, dan Lin Mei i memandang Lin Fan dengan cemas, dan bahkan senyum ceria yang tergantung di wajahnya menghilang.
Lin Fan menarik napas dalam-dalam dan tersenyum canggung: "Paman...heh, apa kabar baiknya?"
Pada saat ini, apakah agak kurang sopan untuk memanggil Ayah lagi? Lin Fan akhirnya tidak bisa tidak terasa sangat canggung.
Mata Lin Zheng berkedip, dan dia tersenyum dan berkata, "Berita baiknya adalah, lihat anak perempuan kita Mei Mei, bukankah dia cantik? sangat seksi? Bahkan jika kau mengejar Mei Mei, aku tidak akan mematahkan kakimu, bagaimana dengan itu? Kejutan? Tidak terkejut? Tidak terduga? Apakah Anda merasa mendapat untung? "
Lin Fan: "!!!"
Lin Mei: "???"
Lin Fan menoleh untuk melihat wajah kecil Lin Mei yang indah sosok yang mendominasi, merintih sesaat, terlihat seperti ... Apakah ini berita yang sangat bagus?
Tiba-tiba Lin Mei tersenyum lembut padanya, Lin Fan tiba-tiba merasa merinding disekitar tubuhnya, dan bertanya-tanya apakah ini adalah kabar baik.
“Tentu saja, kau masih bisa memanggil ayahku, asal kau mau, keluarga kami selalu empat orang.” Lu Wen melihat wajah Lu Ze tidak begitu kaku, katanya sambil tersenyum.
Adapun hanya berbicara tentang Mei Mei, hanya bercanda, putrinya sangat lucu, siapa pun yang berani mengejar harus mematahkan kakinya! !! Tidak peduli siapa itu!
Jika itu Lin Fan, sela satu, dan jika yang lain, sela tiga!
Lin Fan mendengar kata-kata itu, menatap mata Lin Zheng yang mengagumkan seperti biasa, menggosok wajah-wajah yang kaku, dan tersenyum: "Kupikir ayahku ingin memutuskan hubungan denganku sebelum dia mengatakannya, aku masih memikirkan bagaimana cara berbohong untuk tinggal di sini. "
“Jika dia berani memutuskan hubungan denganmu, aku akan segera memutuskan hubungan dengannya.” Suara yang kuat terdengar di samping ayahnya.
Lin Zheng kembali merinding mendengar suara yang mendominasi itu.
Bu ..." kata Lu Ze sambil tersenyum ingin menjelaskan beberapa hal.
“Hah?” Ling Wei mengerutkan kening, menatap Lu Ze dengan tatapan berbahaya.
Lu Ze membeku sedikit, dan kemudian melantunkan dan memuji: "Ah, ibu muda dan cantik, kecantikanmu sama mempesona seperti bintang-bintang, temperamenmu selembut dan mendominasi seperti Bima Sakti, dan kata-kata dunia sulit untuk menggambarkan kebesaranmu ~ "
Setelah itu, keluarga Lin Fan kembali ceria dan bahagia seperti sebelumnya seolah hal ini tak pernah terjadi.
Hanya saja kecanggungan antara Lin Fan dan Lin Mei saat ini mulai terjadi. Apalagi saat Lin Fan melihat seringai terukir di wajah manis adiknya.
__ADS_1
Malam telah muncul dengan tanda bulan telah bergantungan di langit. Lin Fan yang saat ini melihat bintang di balkon rumahnya mendengar sebuah langkah mendekat.
"Kakak apa yang kau lakukan?" suara manis Lin Mei terdengar dibelakangnya.
Lin Fan mendengar itu, tersenyum dan berkata sambil melihat kearah bintang, " Apakah Bima sakti terlihat dari sini?"
Mengenai pertanyaan kakaknya, Lin Mei menjawab dengan tenang, " Galaksi Bima sakti dikelilingi oleh berbagai galaksi dari ras manusia termasuk galaksi Heren. Jadi kemungkinan kita bisa melihat galaksi Bima sakti dari sini.
Melihat Lin Fan yang linglung dengan jawabannya, Lin Mei memilih diam dan duduk disebelah Lin Fan.
"Mei mei..." suara Lin Fan memecahkan keheningan diantara keduanya.
Lin Mei melihat ke arah Lin Fan yang sedang menatap langit gelap.
"Ya kak.."
"Ahh tidak apa-apa. Aku hanya berpikir bagaimana jika kita menikah besok" jawab Lin Fan sambil menyeringai.
"Ah Lin Fan bodoh, siapa yang mau menikah denganmu" balas Lin Mei yang memerah kemudian melarikan diri dari Lin Fan.
"Hehehe menarik" kemudian Lin Fan berdiri dan melanjutkan hobinya setiap malam.
Masuk ke ruang dimensi, Lin Fan merasakan bahwa kekuatan makhluk disini sekarang sepertinya agak meningkat.
Kelinci yang sebelumnya hanya memiliki kekuatan tingkat 3 sekarang sudah menjadi tingkat 6 dan 7.
Berpikir jernih, Lin Fan bergumam dengan seringai di wajah tampan nya,
" Yah tak peduli seberapa besar peningkatannya, kelinci tetap lah kelinci"
Yang dilupakan Lin Fan adalah kelinci disini memiliki kekuatan booster. Jika ia melawan tingkat 7 dengan kekuatan booster kemungkinan susah untuk menang. Apalagi kelinci sangat suka berombongan.
Lin Fan berjalan beberapa menit dan sampai di tempat yang sangat sakral baginya yaitu danau.
Melihat ke arah sarang ular, Lin Fan perlahan menyusut ke samping. Aura ular tersebut masih terbayang di kepala Lin Fan.
Kemudian melihat ke arah danau, Lin Fan merasakan sesuatu didalamnya. Mengingat hari-hari sebelumnya, Lin Fan menjadi semangat.
__ADS_1
Elemen air sudah di depan mata. Mata Lin Fan langsung berbinar melihat beberapa ikan yang berenang di tengah danau.
Tanpa banyak berpikir, Lin Fan langsung melompat kedalam danau. Menggunakan elemen kayu, Lin Fan perlahan mengikat ikan tersebut.
Ikan dengan wajah polos itu merasakan krisis disekitarnya, menggunakan elemen air ia berenang dengan sangat cepat.
Melihat ini, Lin Fan bergegas mengejar nya. Ia tak ingin kejadian pertama kali terulang kembali.
Setelah beberapa menit, kejar-kejaran akhirnya kekuatan spiritual ikan tersebut mulai melemah. Kekuatan berenang nya pun telah mulai melambat.
Lin Fan yang masih mengendalikan tanaman rambat, mulai mengejar ikan tersebut dan mengikatnya.
Melirik beberapa ikan besar tangkapan, Lin Fan merasa nostalgia. Mengingat di bumi dulu dia memancing dengan kakeknya di danau.
Kembali ke darat, Lin Fan langsung membunuh 3 ekor ikan ini dengan semangat. Melihat tubuh ikan yang perlahan menghilang Lin Fan melihat beberapa fragmen muncul.
Fragmen putih dan fragmen biru. Lin Fan merasa aneh karena tidak melihat adanya fragmen merah.
Lin Fan menduga mungkin karena fisik ikan ini terlalu lemah sehingga tidak meninggalkan fragmen yang berisi kekuatan fisik.
Setelah mengumpulkan berbagai fragmen, Lin Fan melanjutkan perjalanan nya berburu.
Dalam perjalanannya, Lin Fan menemui berbagai makhluk dengan kekuatan yang cukup kuat.
Kelinci kekuatan booster 3 kali lipat tingkat 6, Lin Fan mengalahkan nya dengan sangat mudah.
Kemudian ia berjumpa domba dengan kekuatan tingkat 7. Kekuatan Lin Fan yang telah menyamai tingkat 7 menengah hanya butuh beberapa menit untuk memusnahkan nya.
Saat ini, Lin Fan berhadapan dengan kelinci kekuatan booster 3 kali lipat prajurit tingkat 7.
Kekuatan kelinci ini sedikit lebih tinggi dari pada Lin Fan.
Menggunakan perpaduan elemen tanah dan kayu, Lin Fan masih kesusahan untuk menaklukkan nya.
Setelah beberapa jam beradu kekuatan fisik, Lin Fan memenangkan pertempuran ini dengan banyak kerugian pada tubuhnya.
Tetapi Lin Fan juga sangat bersemangat, karena kelinci ini mengeluarkan 2 kekuatan booster sekaligus.
__ADS_1
Menemukan tempat istirahat, Lin Fan perlahan memulihkan energinya mengingat masih banyak peluang untuk panen besar hari ini.