Pemburu Dimensi

Pemburu Dimensi
Pesona Lin Fan


__ADS_3

Pukulan Ryu Jin yang telah dilapisi dengan tulang naga dengan mudah diblokir oleh Lin Fan. Dengan santai Lin Fan memukul balik ke tubuh naga Ryu Jin.


"Boom"


Arena yang cukup besar retak akibat benturan keras dari tubuh Ryu jin. Elemen kayu langsung mengikat Ryu Jin ke tanah.


Banyak penonton yang kaget melihat tindakan Lin Fan. Seorang yang dijuluki ashura dengan mudah diblokir oleh Lin Fan. Masih banyak orang yang tidak tahu tentang Lin Fan.


Para petinggi militer dengan cepat memeriksa kekuatan Lin Fan. Mereka tambah kaget melihat kekuatan prajurit yang hanya tingkat 6 bisa mengeluarkan kekuatan tingkat 8.


Tidak ada yang bisa mencari informasi tentang Lin Fan. Informasi Lin Fan telah dienkripsi dengan tingkat S. Yang berarti bahwa pihak lain merupakan sosok penting negara.


Banyak pemimpin yang menyesal setelah mengetahui ini. Mereka sangat tertarik dengan Lin Fan. Kekuatan spiritual yang besar dan murni bisa mereka rasakan dalam diri Lin Fan.


Jika Lin Fan bisa dibudidayakan hingga ke tingkat bintang, ia bisa menjadi jenderal yang sangat hebat.


Pertempuran masih berlanjut. Lin Fan membiarkan timnya untuk bertempur melawan sisa anggota tim Ryu Jin.


Tetapi karena ketua mereka telah ditaklukkan, mereka tidak bersemangat. Apalagi mereka juga takut jika tiba-tiba Lin Fan bergerak. Hanya beberapa menit setelah itu, tim Lin Fan memenangkan pertandingan dengan mudah.


Tim lain pun juga telah menyelesaikan pertandingan mereka. 5 tim yang tersisa akan kembali bertanding.


Tim Lin Fan akan melawan tim kelas 3 yang dipimpin oleh seorang wanita yang bernama Natasha. Siswi yang dijuluki Dewi perang oleh guru disekolah.


Natasha memiliki kekuatan fisik dewa perang. Tetapi ia masih belum bisa mengendalikan kekuatan fisiknya sehingga keluarga Natasha menyegel kekuatan fisik tersebut hingga kekuatan nya mencapai tingkat tinggi.


Lin Fan melihat lawan yang telah berdiri didepannya. Seorang gadis berambut pirang dengan mata tajam dan sebilah pedang tergantung di pinggang nya sangat cocok dengan julukan Dewi perang.


"Hey Ryan, apakah gadis ini sudah punya pacar?" Lin Fan berbisik ke Ryan dengan waspada agar tidak didengar wanita mengerikan disampingnya.


Ryan menoleh ke arah Bing Rui yang sedang menatap tajam kearahnya, kemudian kembali menatap Lin Fan dengan gemetar.


"A, aku tidak tahu Lin, Lin Fan "


Lin Fan mendesah pelan, menyesal tidak tahu informasi tentang Dewi perang ini.


"Huh.. sayang sekali"


Natasha saat ini juga melihat kearah tim Lin Fan. Ia cukup penasaran dengan Lin Fan. Siswa yang tidak dikenal tiba-tiba menjadi kekuatan utama kelas 3.


Pertandingan telah dimulai, Natasha dan tim nya tanpa ragu langsung bergegas melawan tim Lin Fan.

__ADS_1


Memegang pedang besar ditangannya dan aura keemasan yang muncul disekitar tubuhnya, Natasha persis seperti julukannya saat ini.


Walaupun kekuatan fisiknya disegel tapi tubuh dewa perang bukanlah sesuatu hal yang sepele. Mengayun kan pedang besar kearah Lin Fan, energi pedang yang besar langsung menerpa Lin Fan dan timnya.


Lin Fan menggunakan dinding tanah untuk menahan serangan ini. Bing Rui dan Ryan mundur menyelinap kesamping dan mulai bergabung dengan lawannya masing-masing.


"Boom"


Dinding tanah Lin Fan tak kuat menahan serangan pedang Natasha. Lin Fan juga dipaksa mundur beberapa langkah.


"Yah tidak buruk untuk seorang wanita" Lin Fan menyeringai ke arah Natasha. Mengangkat tangannya keatas, bongkahan tanah disekitar pijakan Natasha terangkat ke udara.


Natasha melihat sekeliling dan masih menunggu serangan Lin Fan. Tanah yang telah melayang, dengan cepat bergabung kearah tubuh Natasha.


Natasha ingin melayangkan tebasan pedang tapi tangannya telah diikat sulur tanaman. Tanah yang mendekat telah mengurungnya.


Bola tanah yang besar dengan Natasha didalamnya melayang sangat tinggi. Dengan lambaian tangan, Lin Fan berkata pelan,


"Shinra Tensei"


Bola tanah tersebut langsung terhempas kebawah dengan keras.


"Boom"


Melihat ini, Lin Fan hanya terkekeh pelan dengan senyuman khas ia berkata dan tertawa,


"Ahahah aku tidak menyangka aku bisa membuat jurus itu. Yah ini masih kurang untuk mengalahkan fisik dewa"


Banyak penonton yang melihat pertandingan menjadi kagum dengan teknik Lin Fan.


"Apa kau pernah melihat teknik seperti itu?"


"Wow mengagumkan, aku belum pernah melihat pengguna elemen tanah menggunakan teknik itu"


"Ya mengagumkan"


Lin Zheng dan istrinya pun heran melihat putra mereka,


"Apa kau memiliki pikiran yang sama dengan ku istriku?"


Ling Wei mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Ya kita harus melihat apa yang dimiliki anak ini. Semakin hari semakin aneh. Aku belum pernah melihat teknik itu. Dan kekuatan yang dia miliki sangat mengerikan"


Memikirkan hal ini, Lin Zheng memutuskan untuk memeriksa anak nya nanti sepulang ke rumah.


"Ya walaupun begitu dia juga putra kita. Dia juga memiliki privasi. Jika dia tidak ingin memberitahu ya biarkan saja asal dia tidak apa-apa"


Mendengar jawaban suaminya, Ling Wei tersenyum. Kemudian ia berkata dengan suram,


"Hem..Ya jika ada yang sampai menargetkan putra ku tersayang siap-siap saja dia menghilang dari alam semesta"


Lagian siapa yang ingin mencelakakan cucu dari presiden federasi galaksi. Cukup bodoh, kecuali untuk ras lain.


Kembali ke pertandingan, Natasha memandang remeh teknik yang digunakan Lin Fan. Kemudian ia mencela,


"Hehehe jika hanya begini yang kau mampu, apa kau masih laki-laki?"


"Wow mulut mu cukup tajam gadis garang" Lin Fan berkata kagum melihat Dewi di depannya.


Mendengar jawaban Lin Fan, Natasha berkata dengan marah,


"Apa yang kau katakan HA!!!"


Dengan marah, Natasha menggunakan teknik pedangnya. Pedang besar ditangan Natasha bergetar sedikit dan kemudian aura keemasan muncul menutupi bilah nya.


"Pedang keadilan"


Mendengar nama teknik pedang Natasha, Lin Fan tertawa terbahak-bahak. Natasha yang sudah geram tanpa peduli langsung melayangkan pedang nya.


Aura ganas terlontar dari pedang dan terbang ke arah Lin Fan. Badai kecil pun tercipta akibat aura emas ini.


Lin Fan juga membuat senjata. Memanipulasi elemen tanah yang hampir mencapai tingkat kedua, tombak tanah berwarna hitam kemerahan muncul ditangan Lin Fan.


Sekali lagi banyak penonton yang kaget dan kagum. Elemen tingkat 2 membutuhkan pemahaman yang kuat. Seorang komandan beladiri saja belum tentu bisa menguasai tingkat ke 2 dari perubahan elemental.


Para petinggi militer hanya bisa menghela nafas panjang, bakat ini hanya bisa dilihat oleh mereka dari jauh.


Status mereka saja tidak bisa melihat informasi Lin Fan, jadi mereka cukup sadar dengan segala kerendahan diri.


Lin Fan mengibaskan tombak baru ditangan nya.


"Yah cukup kuat. Jika sepenuhnya tingkat ke 2 mungkin tombak ini lebih kuat daripada berlian"

__ADS_1


__ADS_2