
Kekuatan Lin Fan terkuras habis hanya melawan yang tak ia ketahui.
"Jika begini terus aku bisa mati" lirih Lin Fan.
Dengan tegas Lin Fan memilih untuk kabur mencari cahaya agar bisa melihat musuh. Clone dan naga buatan dikorbankan olehnya untuk mencari jalan melarikan diri.
Setelah berlari cukup jauh, Lin Fan melihat cahaya matahari tak jauh didepannya. Namun Lin Fan juga merasakan bayangan gelap masih mengejarnya.
"Boom"
Cakar serigala tepat bersarang di punggung Lin Fan. Untungnya Lin Fan langsung terlempar ke luar hutan jadi serigala gelap tidak lagi mengejar Lin Fan.
"Ukh.. walaupun fisik ku sudah jauh lebih kuat, tapi menghadapi kekuatan yang tak terlihat ini sangat menjengkelkan" Lin Fan berkata dengan dingin.
Lin Fan meditasi sebentar untuk memulihkan fisik dan menstabilkan emosinya. Terkadang emosi menyebabkan kerugian tak menentu.
Beberapa saat kemudian, Lin Fan telah muncul ditepi sungai. Ia duduk istirahat merenungkan rencana yang ia lakukan di ruang ke 2 ini.
Sebenarnya Lin Fan masih tak menduga ruang dimensi akan memiliki ruang ke dua. Mungkin kah masih ada ruang ke tiga ke empat dan seterusnya?
Memikirkan hal ini Lin Fan menjadi tambah semangat. Dengan ini, ia tak lagi memikirkan kekuatan nya berkembang di masa depan. Selagi ada ruang dimensi, kekuatan nya tak akan terhentikan.
"Ya tapi sebelum itu, kita harus balas dendam dengan serigala pengecut itu" ucap Lin Fan kemudian merencanakan cara untuk menarik perhatian serigala itu keluar dari hutan.
...
"Yah begitulah kira-kira rencananya" Lin Fan berkata dengan senyum pahit melintas di wajah tampan nya.
Setelah membuat rencana, Lin Fan yakin itu akan berhasil. Apalagi banyak dukungan kekuatan yang dimilikinya sehingga persentase rencana menjadi meningkat.
Tapi tak disangka, rencana yang semula matang dikacaukan dengan seekor monyet yang tiba-tiba muncul. Karena tidak bisa lagi berbuat apa-apa, Lin Fan akhirnya dikeluarkan dari ruang dimensi.
"Hah cuma dapat beberapa ekor monyet " ucap Lin Fan," tapi ya sudahlah lagipula masih ruang baru"
__ADS_1
Memasuki ruang jiwa, Lin Fan langsung pergi ke fragmen cahaya yang dikeluarkan oleh monyet-monyet yang menjengkelkan itu.
...
Sedangkan di planet H pusat dari galaksi Heren, sebuah pesawat ruang angkasa yang megah dan dikawal oleh sebuah armada mendarat di pangkalan militernya.
Lin Zheng, Ling Wei dan Ling Chen telah berdiri di sana sejak awal menantikan kehadiran orang yang ada didalam pesawat itu.
Saat kabin terbuka, terlihat seorang pria yang lumayan tua namun sangat tampan dengan rambut berwarna abu-abu kehitaman, mata berwarna kuning tersenyum lembut kearah tiga jenderal didepannya.
"Salam ayah mertua" ucap Lin Zheng.
"Ayah!!!" teriak Ling Wei yang melompat ke pelukan ayahnya dengan semangat.
Sedangkan Ling Chen dengan santai tak memperdulikan ayahnya ini. Ia sudah bosan melihat ayahnya yang sok tampan ini.
"Hey kau masih saja seperti seorang gadis. Ingat kau telah punya anak" jelas Ling Guo sambil membalas pelukan putrinya.
"Nah..aku tidak menjenguk kalian disini jadi jangan terlalu semangat. Aku hanya ingin melihat cucu ku tercinta. Apa kabar nya? bagaimana pertandingan nya saat ini? apakah ia menang? sebenarnya tidak apa-apa kalah, lelaki harus mengalami kekalahan dalam hidupnya" ucap panjang Ling Guo dengan semangat bahkan melebihi semangat nya saat di medang perang.
Jika ia tahu sebenarnya, cucunya saat ini telah mati dan digantikan oleh jiwa Lin Fan mungkin ia sangat menderita. Tapi Lin Fan perlahan juga memiliki emosi yang dimiliki oleh pemilik tubuh sebelumnya, jadi tidak mengubah apapun.
"Huh.. padahal aku putri mu tetapi kau tak pernah merindukan ku lagi" sela Ling Wei.
"Hey cucu ku juga anakmu jadi apa salahnya. Lagi pula sekarang cucu ku lebih berharga dari pada dirimu" jawab Ling Guo.
"Hehe sudah lah Ling Wei. Bagaimana kabarmu ayah?" tanya Lin Zheng untuk mengalihkan pembicaraan.
Ling Guo menjawab dengan semangat,
"Haha.. karena aku sudah tiba disini aku merasa sangat semangat. Oh Bayi Chen kau disini juga?"
Ling Chen yang mendengar panggilan ayahnya menjadi lesuh. Apalagi banyak kru militer dibelakang tutup mulut menahan tawa mendengar panggilan itu
__ADS_1
"Ayah bisakah kau merubah panggilan mu. Kau lihat aku sudah punya keponakan sekarang, bahkan keponakan ku sudah bisa memiliki cucu" Jelas Ling Chen mendesah marah melihat wajah tua ayahnya.
"Hah punya cucu?" Ling Guo bertanya kaget, "apakah Lin Fan sudah memiliki pasangan?"
Ia sedikit tak terduga mendengar perkataan anaknya. Walaupun Lin Fan sudah besar namun ia masih tak ingin melihat Lin Fan menikah dengan cepat. Apalagi ia dan Lin Fan masih memiliki tujuan bersama.
"Hehe belum ayah" jawab Lin Zheng, "tapi sudah banyak wanita yang telah ia provokasi salah satunya cucu pak tua Bing"
"Hmm kalau dengan nya aku setuju saja tapi bukankah kalian berniat menjodohkan adik kakak itu?" tanya Ling Guo. Maksudnya menjodohkan Lin Fan dan Lin Mei.
Ling Wei menjawab dengan senyuman.
"Yah sebenarnya aku juga ingin mereka bersama agar keluarga kami tak pernah berpisah.Tapi Lin Fan ini terlalu playboy mungkin ini ajaran mu atau contoh dari Lin Zheng"
"Hey kenapa aku. Bukannya dulu ia sering bermain dengan Ling Chen?" jawab Lin Zheng dengan cepat.
Perbincangan hangat terus terjadi hingga mereka tiba di rumah yang telah di sediakan. Untuk sekelas presiden federasi galaksi, mungkin hotel bintang 7 tidak akan bisa memuaskan nya, jadi Bing Luo khusus memberikan villa mewah di planet pusat.
...
Medan perang di planet zerg pun berlalu dengan lancar. Semua pasukan zerg di planet tersebut telah dimusnahkan. Bahkan makhluk lain yang tinggal di planet itu pun ikut dimusnahkan.
Namum banyak kejanggalan yang ditemukan oleh jenderal dan panglima militer kali ini. Tapi mereka tidak terlalu memperdulikan karena mereka telah mendengar kabar bahwa salah satu pelindung dari ras manusia datang ke galaksi saat ini.
Bing Luo yang telah mengawasi pertempuran dari hari pertama telah menangkap beberapa detail yang sangat janggal.
Seperti dugaannya, bahwa ada pengkhianat dalam ras manusia. Kemudian ia berkata dengan tegas dan suara suram,
"Perintahkan misi tingkat S yang diberikan kepada jenderal Lin Zheng dan lainnya sebelumnya di batalkan. Dan perintah darurat tingkat S juga di batalkan. Aku ingin melihat sampai mana permainan dari para pengkhianat ini"
Sekretaris yang berdiri tegap disampingnya menjawab dengan tegas,
"Baik presiden. Semua personil akan bergerak kali ini"
__ADS_1