
Setelah pertempuran dengan raja ular, Lin Fan langsung memerintahkan naga kedua yang tersisa untuk memusnahkan seluruh ular di sarang ini.
Sementara itu dia dengan sabar menunggu kedatangan fragmen tercinta. Butuh 1 menit lamanya tubuh raja ular benar-benar menghilang.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba. Beberapa fragmen cahaya muncul. Fragmen merah dan putih lebih besar dari biasanya. Dan ada juga fragmen coklat yang lebih elegan dan aura tanahnya lebih padat dari sebelumnya.
"Fragmen tingkat komandan memang berbeda. Mungkin aku bisa menembus tingkat 9 malam ini jika menyerap semuanya" ujar Lin Fan.
Setelah mengambil semua fragmen, Lin Fan berjalan sekitar ruangan untuk melihat apakah ada harta lain disekitarnya.
Namun setelah mencari, Lin Fan tak menemukan apapun. Lin Fan hanya menghela nafas panjang.
Berjalan keluar, Lin Fan melihat ratusan mayat ular yang telah di bantai oleh naga. Naga buatan Lin Fan juga telah hancur parah. Setelah menghabisi ular yang terakhir ia pun hancur.
Ratusan mayat ular tersebut perlahan terintegrasi dengan tanah. Dan ribuan fragmen muncul bersamaan menggantikan mayat ular tersebut.
"Hahaha...aku kaya" ucap Lin Fan, "Jika begini aku bisa membentuk organisasi elemen tanah hehe"
Setelah memikirkan ide ini, Lin Fan membuangnya jauh-jauh. Kemudian bergumam,
"Yah lebih baik ide ini dilanjutkan nanti. Lebih baik aku menyerap nya sendiri. Dan aku juga bisa membuat Lin Mei ayah dan ibu untuk meningkatkan elemen tanah tahap kedua "
Mengambil semua fragmen, Lin Fan melanjutkan perjalanannya untuk untuk menaklukkan beberapa sarang lagi.
Memandang sekali lagi ke danau, Lin Fan masih tidak menemukan ikan di sana. Lin Fan cukup penasaran pasalnya ia pernah merasakan fluktuasi ruang ditengah danau.
Kemungkinan itu merupakan sarang ikan. Tapi setelah mencarinya dengan kekuatan spiritual, Lin Fan tidak menemukan apa-apa.
Lin Fan melanjutkan perjalanannya untuk menemukan sarang para penghuni ruang dimensi.
2 jam berlalu. Lin Fan telah memanen banyak fragmen. Dari tingkat 5 hingga tingkat 8. Fragmen biasa tingkat 5 bisa digunakan oleh Lin Mei nantinya.
__ADS_1
Karena kekuatan Lin Fan telah meningkat jauh, fragmen biasa tingkat rendah ini tidak berpengaruh besar pada kekuatan Lin Fan. Dia hanya bisa menyerap kekuatan fragmen tingkat 8 ke atas.
Dan akhirnya perjalanan Lin Fan pun tak sia-sia. Ia menemukan sarang baru. Namun Lin Fan tahu bahwa ini pasti sarang domba. Karena hanya 3 makhluk ini yang hidup di daratan ruang dimensi.
Dengan hati-hati, Lin Fan memeriksa sarang ini dengan kekuatan spiritual nya. Lin Fan merasakan energi kehidupan yang sangat besar dalam sarang itu.
Bahkan melebihi energi kehidupan yang berasal dari tubuh elf nya. Lin Fan dengan semangat berkata,
"Hehe...harta baru. Pasti ini kristal energi kehidupan. Aku cukup penasaran apa sebenarnya kegunaan kristal ini"
Mungkin setelah membunuh semua raja disini aku bisa menembus tingkat komandan. Dan melihat apa kegunaan dari kristal itu.
Memasuki sarang domba, Lin Fan melihat pohon besar nan kokoh berdiri di tengah gua. Pohon besar itu mengandung kekuatan vitalitas yang sangat besar.
"Apakah ini pohon dunia dari ras elf?" ucap Lin Fan, "Jika ini bisa dibawa keluar, maka lebih mudah untuk membentuk tubuh elf"
Namun Lin Fan tak begitu bodoh dengan ide ini. Dia telah pernah mencoba untuk membawa barang dari dimensi ini tapi kecuali fragmen dan kristal, semuanya menghilang dalam pikiran Lin Fan.
Lin Fan sedikit bingung, ia telah mencari di semua ruang gua tapi ia belum menemukan raja domba. Lin Fan sekali lagi menggunakan kekuatan spiritual nya untuk memeriksa ruangan yang penuh dengan aura.
Tetapi Lin Fan juga tidak melihat adanya aura dari tingkat komandan maupun energi dari kristal. Kecuali pohon raksasa yang tak jauh darinya ini, Ia tidak merasakan vitalitas yang lebih besar.
Lin Fan dengan hati-hati mendekatinya. Pohon yang berdiameter lebih dari 50 meter ini, memberikan perasaan semacam kengerian bagi Lin Fan.
Secara tak sadar Lin Fan menyentuh pohon tersebut. Perlahan kesadaran Lin Fan menghilang dan ia muncul di hutan yang dikelilingi pohon raksasa yang sama persis dengan yang ia lihat di sarang domba.
Aura vitalitas disini bahkan lebih besar dari pohon raksasa itu. Dan penyebab aura vitalitas itu adalah sebuah kristal hijau yang tergantung di atas altar.
Lin Fan sedikit semangat melihat nya, namun Lin Fan dengan cepat melepaskan kekuatan spiritual untuk melihat lingkungan sekitar.
Benar saja, pohon raksasa yang mengelilingi Lin Fan berfluktuasi. Mengeluarkan raungan yang sangat keras. Pohon raksasa tersebut perlahan menyatu membentuk tubuh seekor domba yang sangat tinggi dan besar.
__ADS_1
Tanpa sadar Lin Fan menelan ludah melihat pemandangan didepannya ini. Domba setinggi gunung dan memancarkan aura yang lebih ganas dari raja ular.
Lin Fan juga langsung mengaktifkan kekuatan booster dan tubuh elf nya secara bersamaan. Kekuatan Lin Fan langsung meningkat hingga semi komandan beladiri.
Melihat tubuh domba masih terbentuk, Lin Fan langsung melesat ke altar untuk mengambil kristal vitalitas ini. Setelah diambil, Lin Fan merasa lega, karena ia kurang percaya diri untuk membunuh domba sebesar gunung ini.
"Goaaah"
Suara domba tersebut menggelegar seperti guntur. Angin yang dihasilkan bahkan membentuk badai kecil disekelilingnya.
"Yah semoga saja Dewi keberuntungan tidak lari saat ini" ucap Lin Fan, kemudian melanjutkan, "Walaupun aku tidak yakin tapi mari kita coba, aku yakin Dewi keberuntungan tidak ingin melihat ku menderita"
Lin Fan langsung menggunakan semua kekuatan spiritual nya untuk membentuk 5 naga lava dengan kekuatan semi komandan.
"Elemen tanah: naga lava" 5x
5 naga lava perlahan muncul dari tanah. Walaupun besar nya hanya sepertiga dari tanduk domba, tetapi kekuatan nya hampir sama dengan domba.
Kekuatan spiritual Lin Fan kembali pulih seperti semula.
"Hahaha.. pantas saja ras elf dapat menguasai hampir sepertiga alam semesta. Dengan kekuatan seperti ini ras manapun juga bisa melakukannya"
"Serang!!!" teriak Lin Fan.
Kemudian naga lava melesat ke arah domba. Naga pertama hingga ketiga melesat di bawah domba dan selebihnya terbang ke atas domba.
Target mereka sama seperti sebelumnya yaitu mengunci pergerakan domba agar majikan mereka bisa membunuhnya dengan sekali serangan.
Domba raksasa juga tak berdiam diri. Menghentakkan kakinya ke bumi, beberapa akar kayu yang sama besarnya dengan naga muncul menyerang naga buatan Lin Fan.
Lin Fan juga menggunakan kekuatan kayunya untuk menghentikan akar besar ini. Namun, spritual domba lebih kuat dari Lin Fan. Dan juga elemen kayu domba tersebut melebihi penguasaan Lin Fan.
__ADS_1
Naga pertama akhirnya runtuh akibat kekuatan spiritual nya diserap oleh akar kayu. Melihat ini, Lin Fan menarik semua naga lava yang tersisa.