Pemburu Dimensi

Pemburu Dimensi
2 vs 1


__ADS_3

Melihat mayat kelinci telah menghilangkan dan digantikan beberapa fragmen, Lin Fan langsung mengambilnya dan kabur dari serangan pasukan kelinci.


Setelah beberapa saat, Lin Fan berhasil kabur. Ia langsung bersembunyi untuk melihat fragmen yang ia dapat.


Sebelum sempat untuk melihat, Kegelapan menyelimuti Lin Fan. Dan ia kembali sadar ke kenyataan.


Lin Fan yang kaget merasa ketakutan melihat Kegelapan yang menyerangnya: "Huh huh...apa itu tadi"


Kembali sadar, melihat beberapa fragmen yang ia dapat dari usaha keras nya tadi. Total 10 fragmen merah dan 10 fragmen putih. Juga ada 1 fragmen Cokelat dari elemen tanah.


Lin Fan mulai menyerap elemen tanah terlebih dahulu. Aura tanah muncul disekitar tubuhnya.


Dalam tubuh Lin Fan membentuk kekuatan spiritual yang terasa tebal dan keras. Merasakan pergerakan dalam tubuhnya, Lin Fan menjadi semangat karena ia belum pernah merasakan jadi pengendali elemen.


'ahahah teringat Avatar di kehidupan sebelumnya '


Setelah 30 menit menyerap fragmen tanah, Lin Fan membuka matanya dan merasakan koneksi pikiran nya dengan bumi menjadi sangat dekat seolah dia bisa mengendalikan bumi kapan saja.


Lin Fan yang bersemangat ingin mencoba mengurungkan niatnya: " Huh sabar masih malam. Besok pagi aku akan mencoba nya"


Lin Fan melanjutkan untuk menyerap fragmen merah dan putih semuanya. Setelah menyerap semuanya, ia menerobos ke prajurit tingkat 3 pertengahan dan hampir ke puncak tingkat 3.


Karena masih ada beberapa jam sebelum pagi, Lin Fan kembali melanjutkan tidurnya dengan nyenyak.


 


"Kakak bangunnnn" Mei mei telah menggunakan pakaian olahraga sangat kesal melihat kakaknya yang tidur seperti babi.


"Hmm Yaya 5 menit lagi" gumam Lin Fan dan melanjutkan tidurnya.


"Oh oke.. Ibu mungkin sangat senang memberikan ceramah lagi"


Lin Mei bersenandung semangat membayangkan wajah kakak nya yang menderita.


Mendengar jawaban adiknya, Lin Fan hanya bisa langsung berdiri tegap dan bersiap untuk latihan pagi.


Beberapa saat kemudian, Lin Fan turun ke lapangan melihat ayah ibu dan adiknya. Dan ada satu lagi perempuan yang selalu menjadi musuhnya Bing Rui.


"Hey adik manis apa yang kau lakukan disini?" Tanya Lin Fan penasaran. Jarang sekali melihat Bing Rui datang pagi-pagi sekali. Walaupun rumah nya disebelah jika bukan masalah dia tak pernah datang.


"Oh ibu yang menyuruh Bing Bing datang. Apa kah ada masalah?"

__ADS_1


"Ahahah..oh tidak apa-apa ibu. Senang sekali melihat yang manis-manis saat bangun pagi"


Bing Rui sangat malu mendengar ucapan Lin Fan.


"Oh bocah kau sudah menerobos ya?" Tanya Lin Zheng yang tiba-tiba muncul di depan Lin Fan.


Lin Fan menjawab dengan bangga:


"Hehehe.... Operasi dasar jangan kaget. Jenius seperti ku harap dimaklumi"


"Hmm kalau begitu ayok kita mulai latihan pagi. Lin Fan kau melawan Gadi Bing Bing dan Mei Mei"


Ayah Lin Fan selalu senang untuk membuli putra kesayangannya ini. Siapa suruh wajah putra idiot nya ini lebih tampan daripada miliknya.


"Oke aku akan menunjukkan beberapa trik baru yang aku pelajari" jawab Lin Fan dengan percaya diri. Mengingat 2 kemampuan baru yaitu memperkuat diri dan elemen tanah meningkatkan kepercayaan diri nya melawan 2 gadis cengeng ini.


Setelah beberapa saat untuk persiapan, pertarungan 2 melawan 1 resmi dimulai.


Tanpa basa basi Lin Mei langsung berpindah tempat ke belakang Lin Fan. Tengah dari kaki panjang gadis ini menjadi cambukan yang mengerikan.


Lin Fan menggunakan elemen tanah untuk membuat tangan tanah menahan serangan ini.


Bing Rui yang telah menyiapkan pedang dari elemen es nya pun, muncul di depan Lin Fan.


Elemen tanah muncul menjadi dinding penghalang bagi energi dari perang es Bing Rui.


"boom"


Pecahan tanah menyebar kemana-mana menyebabkan debu asap disekitar mereka. Memanfaatkan momentum ini, Lin Fan langsung melancarkan serangan balik untuk mereka.


Lin Fan langsung menggunakan penguatan fisik dan melancarkan serangan pertama nya pada Bing Rui.


Bing Rui yang sudah membaca pergerakan Lin Fan, membuat panah dari elemen es untuk menghalangi pergerakan Lin Fan.


Lin Mei tak tinggal diam. Dia menggunakan kekuatan ruangnya untuk membatasi pergerakan Lin Fan. Dan ternyata berhasil.


Lin Fan yang terjebak didalam kekuatan ruang Lin Mei, mulai menggunakan 100% kekuatan fisiknya ditambah dengan skil penguatan.


Ruang disekitar Lin Fan pun kembali normal. Tapi anak panah Bing Rui masih mengintai nya dimana-mana.


Karena kekuatan Lin Mei sama dengan Lin Fan, Kekuatan ruang nya tidak berpengaruh besar terhadap Lin Fan.

__ADS_1


Bing Rui mengganti senjatanya menjadi cambuk es. Setiap cambukan menjadikan target menjadi pembekuan abadi.


Lin Fan merasa gatal melihat kekuatan alat ini. Karena semangat yang masih membara Lin Fan pun mulai membentuk tombak dari elemen tanah nya.


"Sayang.. apakah di keluarga memiliki prajurit yang menggunakan elemen tanah?" tanya Lin Zheng yang penasaran dengan kekuatan Lin Fan saat ini.


"Aku belum pernah melihatnya. Seperti nya anak kita memiliki petualangan nya sendiri untuk menggapai kekuatan seperti ini.


Kembali ke pertempuran, telah berlangsung hampir 15 menit penuh. Mereka mulai mengakhiri pertandingan pagi ini dengan serangan terkuat nya masing-masing.


"Elemen tanah: Naga tanah"


"Tebasan ruang"


"Badai salju"


3 kekuatan yang beradu membuat badai kecil muncul. Karena kekuatan mereka saat ini masih kecil jadi tidak menimbulkan kerusakan yang fatal.


"whosss booom"


Badai kecil menerbangkan ketiga orang ini. Lin Fan dan Bing Rui menggunakan kekuatan elemen mereka untuk melekat ke tanah. Dan Lin Mei langsung berpindah ke tempat yang aman dari badai.


"Yah sangat hebat. Kekuatan penghancur kalian hampir merusak halaman rumah kita" ucap Lin Zheng dengan sinis.


Ayah Lin Fan sangat menyukai halaman yang indah dan bersih. Jika kekurangan satu rumput, ia akan mengamuk seperti monyet.


"Jangan hiraukan dia. Kekuatan mu sudah meningkat cepat putraku" ucap ibu Lin Fan dengan semangat.


"Ahaha.. tentu saja. Aku putra mu yang sangat jenius" balas Lin Fan.


Melihat narsisme Lin Fan, dua gadis diseberang hanya menggelengkan kepalanya. terkadang terlalu percaya diri juga tidak baik.


Lin Mei dan Bing Rui pergi mendekati Lin Fan. Sesuai janji Lin Fan, ia mengajarkan seni beladiri kepada mereka. Karena insiden kemarin, Bing Rui meminta ibu Lin Fan agar Lin Fan mengajarkan ia seni beladiri.


Setelah 1 jam berolahraga, Lin Fan dan yang lainnya bersiap pergi sekolah seperti biasa .


Tapi mereka tidak menggunakan kemampuan Lin Mei yang membosankan untuk pergi ke sekolah.


Melihat kapal luar angkasa yang terparkir di atas rumah nya, Lin Fan merasa aneh dan bersemangat. Karena salah satu impian para lelaki sejati adalah menggunakan pesawat alien ini untuk mengelilingi galaksi bersama pasangan hidup.


----next----

__ADS_1


__ADS_2