Pemburu Dimensi

Pemburu Dimensi
Situasi Perang


__ADS_3

Semua pasukan khusus telah bertindak dalam inflasi makhluk ruang angkasa kali ini. Tak cukup pasukan militer, para petualang, Hunter, siswa beladiri, dan organisasi lain pun ikut terlibat.


Walaupun para pengkhianat belum dibersihkan bahkan belum disentuh tapi para pejuang ras manusia sudah banyak mengetahui akan hal ini.


Dan mereka juga percaya dengan kepemimpinan Bing Luo yang tak akan melepaskan hal ini. Jadi mereka dengan suka rela mengikuti peperangan ini.


Planet Xeon tepatnya di kutub utara, bom ruang diledakkan tepat di sana. Sebagian besar area kutub itu hancur akibat ledakan ruang. Dan dapat dilihat dari luar angkasa ada ruang yang terdistorsi diatas langit planet Xeon.


Salah seorang jenderal besar pejuang tingkat bintang memimpin perang di planet Xeon memandang cacing besar yang keluar dari ruang.


"Jika begini terus, kita tak akan bisa bertahan" ucap nya yang telah kelelahan. Sudah banyak cacing besar yang telah mereka bunuh. Terlihat di sana banyak mayat cacing dari berbagai tingkatan yang melayang tak bernyawa.


Letnan jenderal yang berdiri disampingnya ikut berkata,


"Yah jenderal. Pasukan dan pejuang yang lain juga hampir kehabisan energi spiritual. Dan sumber energi spiritual juga telah habis"


"Ya semoga tuhan selalu memberkati" ucapnya kemudian ia berteriak," ayo ini yang terakhir"


Semua pasukan kembali menyerang pasukan cacing besar. Cacing-cacing ini dipimpin oleh tingkat bintang puncak yang hampir mencapai tingkat galaksi. Namun untung saja makhluk ini cukup bodoh sehingga kekuatan besarnya tak terpakai maksimal.


Jenderal yang bernama Adnan dan letjen yang bernama Yasser bergabung melawan pemimpin cacing ini. Kekuatan keduanya hampir menyamai tingkat puncak bintang.


Namun karena kekuatan spritual mereka yang hampir habis, memberikan tantangan bagi mereka untuk memenangkan pertempuran kali ini.


Peperangan kalangan bawah juga menyedihkan. Sudah banyak korban jiwa yang berjatuhan baik dari pihak militer maupun lainnya.


"Ayo jangan menyerah!!" teriak Adnan yang melihat pasukannya yang telah kelelahan.


"Badai pasir" ucap Adnan. Ia mengerahkan seluruh kekuatan terakhir nya yang kemudian terjatuh lemas.


Sebuah tubuh besar menyambut Adnan.


"Hehehe kau sudah melakukan yang terbaik saudara ku. Sekarang biarkan giliran kami yang bertindak"


Setelah meletakkan Adnan ditempat yang aman, Ling Chen memulai peperangan nya.

__ADS_1


"Hahaha...sini kau cacing besar. Rasakan pukulan tuan muda ini"


"Boom"


"Hahaha"


Ling Wei dan Lin Mei menggelengkan kepalanya melihat tindakan keluarga nya ini. Mereka langsung teringat seseorang yang mereka tinggalkan dirumah.


"Hahaha pasti ia mengamuk saat mengetahui kita meninggalkan nya" ucap Lin Mei terkekeh geli memikirkan tindakan kakaknya saat mengetahui itu.


"Ya salah nya sendiri tidur saat orang sedang perang" jawab Lin Zheng kemudian ikut bersenang-senang dengan Ling Chen.


Ling Wei dan Lin Mei memulai operasi mereka untuk menutup ruang yang terbuka lebar ini. Dan Ling Guo menjaga mereka dari jauh sembari membantu para pejuang tingkat rendah.


...


Sedangkan planet tetangga planet Xeon yaitu Neon juga mengalami hal serupa. Namun planet ini cukup beruntung karena ledakan ruang terjadi di luar angkasa sehingga tak menimbulkan kerugian besar.


Tetapi peperangan ini hanya bisa diikuti oleh pejuang tingkat raja ke atas. Karena hanya diatas tingkat raja bisa tinggal lama di luar ruang angkasa.


"Huh jika kakek tahu ia pasti akan marah besar" ucap Bing Rui.


Lin Fan yang duduk diruang kemudi melihat kearah Bing Rui kemudian berkata,


"Tenang saja dengan ku pak tua itu tak akan marah. Apalagi kakekku juga ada disini"


"Hmm.. Lin Fan lihat disana peperangan sudah dimulai" Bing Rui menunjuk tempat tak jauh dari mereka saat ini.


Ratusan bahkan ribuan cacing besar mengamuk dan membunuh banyak pejuang ras manusia.


"Ukh... kekuatan ku masih sangat lemah" gumam Lin Fan.


Bing Rui memutar bola matanya mendengar gumaman pria disampingnya ini. Ia sudah mengetahui bahwa Lin Fan telah menembus tingkat komandan beladiri tadi pagi untuk meyakinkan dirinya.


Ia sangat terkejut mengingat sebelumnya Lin Fan bahkan tak bisa menembus pejuang tingkat 2 untuk waktu yang lama. Tetapi mengingat bahwa Lin Fan merupakan cucu kesayangan presiden galaksi, tidak mungkin ia se sampah itu.

__ADS_1


"Nah jadi apa yang akan kita lakukan sekarang? disini pun kita tak akan berguna" tanya Bing Rui.


Lin Fan juga memikirkan hal ini. Ia tak menduga bahwa pertempuran ini dilakukan di ruang angkasa. Jika di dalam planet mungkin ia sudah ikut bersenang-senang.


"Ayo kita lihat situasi didalam planet ini dulu. Jika aman kita akan melanjutkan planet berikut nya"


Setelah beberapa menit mengelilingi planet Neon beberapa kali, Lin Fan dan Bing Rui memutuskan melanjutkan perjalanan ke planet selanjutnya.


...


Situasi di planet Xeon sudah hampir stabil karena bantuan dari pihak Ling Chen dan Lin Zheng yang tiba tepat waktu.


Namun peperangan tetap lah peperangan yang tak akan lepas dari namanya korban jiwa. Kali ini hampir 1000 pejuang ras manusia yang telah berkorban demi kehidupan ras mereka selanjutnya.


Jenderal Adnan yang melihat pasukannya meninggalkan dunia ini untuk selamanya sangat berduka. Mengingat semua perjuangan sebelumnya yang dalam keadaan damai tanpa peperangan dan hidup dalam kebahagiaan.


Lin Zheng dan Ling Chen tak dapat membantu hal ini. Mereka hanya membiarkan hal ini berlalu. Karena mulai hari ini, ras manusia sudah keluar dari zona aman.


"Bagaimana dengan penutupan ruang?" tanya Lin Zheng.


Ling Chen disampingnya menjawab,


"Yah butuh beberapa saat lagi. Mengingat kekuatan Lin Mei yang masih lemah jadi butuh beberapa kali untuk melanjutkan"


"Ras kita sangat kekurangan pengguna elemen ruang. Hanya ada 2 di seluruh galaksi kita" ucap lirih Lin Zheng.


"Ya aku juga pernah mempersoalkan hal ini ke ayah. Mengingat ras kita sudah di tingkat galaksi, jadi kita harus memiliki beberapa pengguna elemen ruang. Namun ia juga tak tahu harus berbuat apa. Jadi sekarang tergantung perjuangan mu adik ipar" jelas Ling Chen sambil tersenyum samar menatap Lin Zheng.


"Hahaha...kau kan tahu kita pejuang ini susah untuk memiliki anak. Jika Ling Wei hamil lagi, anakku pasti akan memiliki kekuatan elemen cahaya"


"Hahaha...ya sudah ayo kita lihat situasi planet lain. Jika semakin lama, korban akan bertambah" ajak Ling Chen.


Ling Wei dan Lin Mei juga hampir menyudahi segel ruang di planet ini. Semua ini juga berkat Ling Guo yang memberikan energi spiritual nya untuk mempercepat proses segel ini.


"Baiklah kita akan ke planet Jingga terlebih dahulu. Mengingat planet ini yang paling parah setelah planet Xeon" ajak Lin Zheng.

__ADS_1


__ADS_2