
Akhir pertandingan tim kelas 2, berakhir juga pertandingan tim pada hari ini. Besok akan dilanjutkan dengan kompetisi tim kelas 3 sekaligus final tim.
Final tim hanya akan diikuti oleh juara pertama pertandingan tim setiap kelas jadi untuk kelas 1 dan 2, tim Lin Mei dan tim Akira yang akan mewakili.
Karena tidak bisa berjumpa dengan Akira, Lin Fan terpaksa harus membujuk Bing Rui. Setelah beberapa kata, Bing Rui pun kembali ceria dan Lin Fan juga ikut tenang.
Setelah kembali ke rumah, matahari akan segera terbenam. Melihat rumah yang masih kosong Lin Fan dan Lin Mei kembali ke kamarnya masing-masing.
Ruang jiwa Lin Fan masih terdapat beberapa fragmen didalamnya. Karena keterbatasan waktu pagi akan ke kesekolah, Lin Fan tak bisa menyerap semuanya.
Fragmen yang ada saat ini yaitu satu fragmen biru, dua fragmen tanah, dua fragmen kayu, dan tiga fragmen booster. Yah, lumayan. Belum lagi panen nanti malam.
Lin Fan langsung mengintegrasikan semua fragmen booster ke dalam tubuhnya. Karena kekuatan booster sangat membantu perkembangannya didalam ruang dimensi.
Setelah sejam berlalu, kekuatan booster telah diserap. Kekuatan booster Lin Fan sebelumnya mencapai 14 kali lipat kekuatan asal. Namun sekarang Lin Fan bisa menambah 17 kali lipat kekuatan tubuh nya.
Kekuatan Lin Fan saat ini telah mencapai puncak 5 prajurit dan akan mengalami terobosan. Jika nanti malam Lin Fan bisa mendapatkan puluhan fragmen biasa, maka ia resmi menjadi pejuang tingkat 6.
Lin Fan sangat bersemangat saat ini, jika kekuatan tingkat 6 dipadukan dengan kekuatan booster 17 kali lipat, mungkin ia bisa mencapai kekuatan tahap 8 awal, cukup mengerikan.
Setelah memulihkan diri sesaat, Lin Fan melihat fragmen biru yang cukup menonjol.
Mata Lin Fan berbinar melihat fragmen ini.
"Fragmen ini sangat cantik. Kekuatan air cukup menarik apalagi Bing Bing juga memiliki kekuatan es, jika dipadukan pasti akan mengerikan"
Tak sabar, Lin Fan langsung menyerap fragmen biru ini. Disekitar tubuh Lin Fan terdapat beberapa uap air yang mengelilingi nya. Fenomena ini terjadi hingga 2 jam.
Setelah Lin Fan membuka matanya, seluruh uap air memasuki tubuhnya. Dan mata Lin Fan yang awalnya berwarna coklat berubah menjadi warna biru, namun Lin Fan belum menyadarinya.
"Yah sangat lembut. Kekuatan air ini bisa diintegrasikan dengan seni beladiri tai chi. Jiak seperti ini, maka kekuatan air lebih dominan dari elemen yang aku miliki lainnya"
__ADS_1
Memikirkan ini, Lin Fan langsung berbinar dan bergumam, "hmm..aku harus memanen banyak ikan malam ini"
Mencoba kekuatan baru sebentar, Lin Fan pergi ke kamar untuk membersihkan diri. Keluar dari kamar, hari sudah hampir larut.
Lin Fan melihat rumah nya telah gelap saat ini.
"Yah, karena tidak ada acara makan malam lebih baik kita pergi acara makan ikan. Hahaha pasti seru" ucap Lin Fan yang semangat kembali ke kamar kemudian memejamkan matanya.
Merasakan suasana telat berubah, Lin Fan perlahan membuka matanya dan melihat pemandangan seperti biasa, Padang rumput.
"Sayang sekali kita tidak di pindahkan ke danau. Tapi ya tidak apa-apa, semoga saja mangsa disini bisa menyenangkan hati"
Berjalan beberapa saat, Lin Fan melihat sekumpulan kelinci didalam gua yang cukup besar. Ini pertama kali nya Lin Fan menemukan sarang kelinci.
Dilihat dari sarangnya, Lin Fan menduga pasti ini kerajaan kelinci seperti kerajaan ular di danau.
Lin Fan mencoba mendekat dan melihat beberapa kelinci gemuk yang memiliki kekuatan tingkat 7 dan tingkat 8.
Melihat banyak mangsa yang ditarik, Lin Fan bergegas menjauh dari sarang agar raja kelinci tak melihatnya. Setelah menjauh beberapa mil, Lin Fan perlahan berhenti dan berbalik melihat mangsanya.
Lin Fan menyeringai bersemangat melihat kegemukan para kelinci nan imut ini.
"Yah kalian memang sangat pintar. Sini datang ke papa. Biar kan kalian menjadi tumbal kekuatan papa hahaha"
Kelinci tersebut tidak mengerti dan hanya pergi untuk memukul kepala Lin Fan yang berani menganggu mereka.
Kelinci tingkat 7 seperti anak kecil bagi Lin Fan. Tampar meledak. Tampar lagi meledak. kemudian tampar lagi meledak lagi.
"Yah cukup lemah"
Kelinci tingkat 8 marah melihat beberapa saudara nya mati oleh tamparan Lin Fan. Dengan marah dia menggunakan kekuatan nya untuk menginjak kepala Lin Fan.
__ADS_1
Kekuatan yang awalnya hanya tingkat 8 awal melejit menjadi tingkat 8 puncak. Sedangkan Lin Fan hanya bisa mencapai kekuatan tingkat 8 awal.
Tapi Lin Fan bertambah semangat karena ia ingin melihat cara kerja sistem elemen airnya.
Dengan cepat kelinci itu muncul didepan Lin Fan. Kepalannya yang imut tapi penuh kekuatan melayang kearah Lin Fan.
Lin Fan dengan cepat memanipulasi kekuatan elemen air untuk menahan serangan ganas kelinci ini. Dan berhasil, pukulan tersebut melambat walaupun Lin Fan masih terkena dampak angin mundur hingga 10 meter.
"Hahaha.. sangat pantas untuk susah dicari. Aku harus meminta ayah mencarikan buku teknik elemen air besok pagi" kata Lin Fan yang kemudian kembali menangkis serangan kelinci dengan cara yang sama.
Kelinci yang melihat pukulannya tak berpengaruh pada Lin Fan menjadi sangat marah. Aura ditubuhnya pun mulai ikut berubah.
"Hah apakah ia menembus tingkat 9. Sial aku harus lari" tanpa pikir panjang Lin Fan melarikan diri saat kelinci tersebut sedang menerobos.
Kelinci tersebut tak bisa mengejarnya karena ia saat krisis terobosan kali ini. Dilihat dari matanya ia telah menandai tubuh Lin Fan dengan seksama.
Beberapa menit berlalu, Lin menoleh kebelakang. Tidak lagi merasakan aura kelinci, Lin kembali bersantai.
"Huh untung saja terobosan nya tidak cepat, jika iya aku hanya bisa merugi malam ini" ucap Lin Fan yang mulai berjalan perlahan.
Lin Fan melihat kesamping kanan, ia melihat air seperti fatamorgana di gurun.
"Yeah..itu danau. Hahaha tampaknya Dewi keberuntungan sangat mencintai ku"
Berlari sebentar, Lin Fan muncul di tepi danau. Melihat kejauhan, ia bisa merasakan sarang ular tanah saat ini masih sama seperti sebelumnya.
"Masih belum, jika aku sudah menerobos ke komandan beladiri, aku kan memusnahkan kalian semua" ucap Lin Fan sambil mengeluarkan air liur memikirkan berapa banyak fragmen tanah yang bisa ia serap.
Melihat kembali ke tengah danau, Lin Fan kembali mencerahkan matanya melihat beberapa sosok yang berenang.
"Hahaha Dewi keberuntungan aku sangat mencintaimu" teriak Lin Fan ke langit dan kemudian melompat ke dalam danau.
__ADS_1