Pemburu Dimensi

Pemburu Dimensi
Firasat


__ADS_3

Cahaya matahari menerpa wajah tampan Lin Fan. Ia perlahan membukanya matanya dan bergumam,


"Hah hari ke-3 dan perasaan ku bertambah buruk"


Semenjak ia menginjak kakinya di planet ini, Lin Fan telah memiliki firasat yang tidak enak. Makanya sebelum bersantai meningkatkan kekuatan nya disini, Lin Fan memastikan keamanan Lin Mei dan yang lainnya.


Namun perasaan ini tak kunjung hilang saat berganti hari. Malahan semakin bertambah besar dan bertambah. Ia juga melihat keamanan yang dikirim oke militer tidak merasakan apapun jadi Lin Fan hanya diam saja.


Tapi hari ini Lin Fan tak bisa diam lagi. Ia sangat gelisah.


"Aku harus berkumpul dengan mereka terlebih dahulu" Lin Fan berkata sambil mengumpulkan semua peralatan kemah nya.


Pria topeng yang mengawasi Lin Fan juga mengalami hal yang sama dengan Lin Fan. Dari awal ia telah merasakan sebuah kekuatan aneh mengawasi dirinya. Namun pada akhirnya ia juga tak melihat apapun.


Ia juga telah menghubungi pengawal dari Lin Mei, seorang wanita yang juga memakai topeng persis seperti dirinya.


Wanita tersebut juga merasakan hal yang sama. Namun apa boleh buat, mereka hanya bisa memperketat pengawasan.


Lin Fan kembali ke hutan belantara gelap yang merupakan tempat jelajah adiknya, Lin Mei. Karena di sana lah ia merasakan bahaya yang cukup tinggi dan adiknya berada di sana.


Saat berjalan menuju hutan belantara, Lin Fan merasakan firasat nya bertambah besar. Lin Fan merasakan kekuatan aneh mendekat ke arahnya.


"Boom"


Ledakan keras terjadi di tempat Lin Fan berdiri. Asap mengepul tebal diiringi energi gelap yang mengerikan. Semua yang dilalui oleh asap mengering dan kemudian mati tak menentu.


Lin Fan perlahan membuka matanya. Dia melihat bahwa saat ini ia sedang mengambang di udara.


"Hah siapa kau?" tanya Lin Fan waspada. Karena pakaian dan aura pria topeng yang memegang nya berbeda dari pihak keamanan militer.


Pria topeng tersebut perlahan mendarat di sebuah pohon dan menurunkan Lin Fan dari pegangannya. Kemudian ia berkata dengan hormat,


"Salam tuan muda. Saya Alan pengawal tuan muda yang dikirim presiden Ling"


"Oh kakek?" Lin Fan berkata pelan, "apakah ia sudah datang?"

__ADS_1


"Ya tuan muda. Presiden saat ini berada di rumah presiden bersama jenderal Lin Zheng dan istrinya" jawab Alan.


"Hmm baiklah. Tapi apakah kau tahu apa yang menyerang tadi. Aku sudah merasa bahwa kekuatan itu telah mengawasi ku sejak mendarat di planet ini" tanya Lin Fan ke Alan sambil melihat kekuatan dari pengawalnya ini.


Alan menatap tajam asap yang tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini. Kemudian dengan tegas menjawab,


"Kalau tidak salah ini berhubungan dengan ras luar tuan muda. Mungkin ini ada hubungannya dengan perang saat ini"


"Hah perang? apakah ras lain menyerang galaksi?" tanya Lin Fan kembali.


"Ya tapi untuk secara spesifik mungkin lebih baik tuan muda menanyakan itu nanti ke presiden atau jenderal. Untuk saat ini kita harus kembali dulu ke pangkalan" jawab Alan dengan tenang dan kemudian mengeluarkan sebuah kartu dari jam elektronik nya.


"Baiklah. Eh tapi bagaimana dengan Lin Mei dan lainnya. Bing Rui, Akira?" Lin Fan takut kejadian yang sama terjadi pada mereka.


Sambil mengaktifkan kartu, Alan menjawab pertanyaan tuan mudanya dengan santai.


"Mereka juga dijaga oleh pengawal nya masing-masing tuan muda. Dan juga ada panitia yang menjaga keselamatan mereka dan aku rasa target penyerangan hanya tuan muda"


"Ya semoga saja begitu" Jawab Lin Fan melihat ke arah hutan belantara yang gelap.


"Ayo tuan muda kita kembali ke pangkalan. Presiden sudah menunggu anda"


"Hmm" jawab Lin Fan dan kemudian mengikuti Alan masuk ke dalam pesawat.


...


"Nona, saya pengawal yang dikirim oleh presiden Ling untuk mengawal anda. Karena kejadian tak diinginkan terjadi saat ini, saya harus membawa anda kembali ke pangkalan" ucap Tian Ling kepada Lin Mei.


"Hah? kejadian apa?" tanya Lin Mei.


"Tuan muda Lin Fan menerima serangan saat menuju ke.."


Lin Mei langsung memotong perkataan Tian Ling saat mendengar nama Lin Fan.


"Hah kakak? jadi bagaimana dengan nya?"

__ADS_1


"Sabar nona. Tuan muda baik-baik saja. Dia juga memiliki pengawalan dari presiden. Mungkin saat ini ia telah tiba di pangkalan" jawab Tian Ling dengan sabar.


"Ukh baiklah. Kalau begitu ayo kita ke pangkalan sekarang" Lin Mei berucap sambil bersyukur mendengar kakaknya baik-baik saja.


Kejadian serupa terjadi pada seluruh peserta. Saat mendengar ada kecelakaan terjadi, seluruh pihak militer langsung diterjunkan ke tempat Lin Fan sebelumnya di serang.


Alice juga salah satu dari pihak militer yang ikut menyelediki hal ini. Karena ia bertanggung jawab atas keselamatan peserta dan kelangsungan berjalannya pertandingan ini.


"Apa yang telah kalian temukan?" tanya Alice ke anggota nya.


Tentara yang berseragam lengkap dengan senjata ditangannya kemudian menjawab dengan hormat,


"Siap Kapten. Kami belum bisa mendekati asap ini. Karena energi vitalitas akan diserap oleh nya saat kita mendekat. Tapi kami melihat ada retakan ruang disekitar nya"


"Seperti nya kekuatan kita tidak bisa melihat dalam asap ini. Jika begitu kita harus meminta jenderal Lin Zheng untuk melihat ke sini" gumam Alice kemudian memberi perintah ke anggota nya, "kalian awasi ini dengan baik. Jangan biarkan ada yang mendekat. Dan juga jika terjadi sesuatu yang tak bisa kalian tangani segera kembali ke pangkalan"


"Siap Kapten" jawab semua anggota ditempat dengan serempak.


...


Kejadian serupa tak hanya terjadi di planet tempat pertandingan, tetapi hampir di setiap planet di galaksi Heren.


Presiden Bing Luo juga telah menerima berita ini dari sekretaris nya. Ia merasa konspirasi dari planet zerg secara alami telah dimulai. Dengan tegas ia memerintahkan tugas tingkat SS dimulai.


Semua pakar beladiri tingkat bintang di luncurkan ke tempat kejadian. Walaupun hanya beberapa tingkat bintang di galaksi Heren, tapi sudah cukup untuk menyelediki hal ini.


Lin Zheng juga ikut menyelidiki hal ini setelah menerima laporan Alice. Ia dan Ling Chen langsung pergi ke tempat ledakan itu terjadi.


Sebenarnya kakek Lin Fan ingin melihat langsung ke tempat kejadian. Ia sangat marah siapa yang berani menyerang cucu kesayangannya ini.


"Jenderal sesuai dengan pengamatan dengan peralatan kami, tempat tersebut menyerap aura vitalitas. Dan juga ada fluktuasi ruang yang berkembang di sana" lapor Alice sambil berjalan menemani kedua jenderal.


"Oh pantas saja Lin Fan menjadi targetnya. Seperti nya asap ini ingin menarik kekuatan vitalitas dari Lin Fan yang sangat besar" Ling Chen berucap santai.


Lin Zheng fokus melihat asap itu dari dekat. Karena ia juga memiliki aura vitalitas yang besar dari elemen cahaya dan ditambah elemen kayu yang baru saja ia dapatkan dari Lin Fan, asap ini dengan cepat mendekati nya.

__ADS_1


__ADS_2