Pemburu Vampir Dan Werewolf

Pemburu Vampir Dan Werewolf
11. Pengganti Ketua Teratai Putih


__ADS_3

Pagi hari suasana duka masih menyelimuti perguruan Teratai Putih. Pemakaman dilakukan sebelum matahari bersinar cerah.


Semua anggota perguruan sudah berkumpul di area pemakaman. Guru ozan adalah ketua yang paling sepuh di perguruan, kehilangan seseorang sepertinya memberikan duka yang begitu mendalam bagi seluruh perguruan teratai putih.


Suasana hening ketika jasad ketua Ozan mulai dimakamkan, ketua-ketua yang lain juga turut bersedih. Tidak terkecuali Hero, ia begitu kehilangan kakeknya.


Selepas upacara pemakaman, para ketua yang ada langsung membuat rapat khusus untuk memilih Ketua yang baru untuk memimpin perguruan.


Setidaknya ada empat ketua disana. Ada ketua Dilan, ketua Fiona, ketua Arga, dan ketua Xian.


Rapat itu tidak berlangsung lama, semua yang hadir sepakat memilih ketua Fiona untuk menggantikan jabatan guru Ozan.


Sementara jabatan ketua Fiona, akan digantikan nanti oleh salah seorang murid perguruan yang berbakat.


Hero menemui Naga Roku, ia begitu terpukul dengan kehilangan kakek gurunya.


"Naga Roku....apa yang harus kita lakukan sekarang ?"


"Tuanku...seandainya tuanku berkenan, ada sebuah tempat yang bisa dijadikan latihan untuk meningkatkan kekuatan, energi disana begitu besar. Dalam beberapa tahun ke depan, tuanku akan menjadi sangat kuat jika berlatih disana."


"tempat apa itu...bagaimana bisa kesana ?"Hero bertanya penuh rasa ingin tahu.


"Letaknya cukup jauh dari sini tuanku, dekat dengan lembah negara api...dari sanalah juga aku berasal."


"kalau begitu...apa kau bisa membawaku kesana? aku ingin meningkatkan keuatanku sebelum bisa menemukan jati diri ku naga Roku."


"ya..aku bisa membawa tuanku kesana?"

__ADS_1


"aku akan menemui ketua Fiona dulu, dan mempersiapkan perjalanan kesana. Tunggulah disini..."


" baik tuanku..."


Hero segera masuk ke perguruan dan bergegas menemui ketua Fiona untuk mengutarakan tujuannya.


"Bibi guru...bibi....,"Hero memanggil ketua fiona begitu sampai di kediamannya.


Ketua Fiona membuka pintu dan melihat Hero berdiri di depan pintu.


"Hero...sini masuk nak."


"iya bibi..., bi..Hero ingin mengutarakan sesuatu, tapi bibi jangan marah dan kuharap bibi bisa mengerti."


"hmm...memangnya ada apa Hero? coba ceritakan pada bibi."


"bibi..Hero ingin mengikuti Naga Roku, kembali ke tempat dimana Naga Roku berasal, Hero akan berlatih disana untuk lebih kuat lagi. Dengan keadaan Hero yang seperti ini. Hero tidak bisa melindungi siapapun..."


"Kita tidak pernah tau kalo kita tidak mencoba kan bibi...Hero tidak akan melupakan tempat ini, kebaikan-kebaikan bibi dan semua anggota perguruan, suatu saat Hero akan kembali lagi kesini bi, Hero janji pada bibi."


"Hero...nak," ketua Fiona menangis mendengar kata-kata Hero, baru sebentar ia di tinggalkan ketua Ozan, kini giliran Hero yang akan pergi.


"Jika ini keinginanmu...bibi merestui, jagalah dirimu nak dan jika ada kesempatan engkau bisa pulang kesini, pintu perguruan akan selalu terbuka lebar untuk mu."


"suatu saat Hero akan pulang...Hero janji bi," mata Hero mulai berkaca-kaca melihat bibinya menangis. Disisi lain, Hero tidak punya pilihan. Ia harus bertambah kuat untuk bisa melindungi orang-orang yang disayanginya.


"Hero...mungkin ini saatnya kamu tau darimana kamu berasal. Dulu tidak sengaja ketua Ozan menemukanmu di sungai Tigris ketika jalan-jalan di pagi hari.

__ADS_1


Engkau hanyut diatas keranjang yang diberi mantera khusus. Namun ketua Ozan bisa membuka mantera itu dan menyerahkan mu pada bibi. Kami melihat engkau berbeda dengan bayi yang lain.


Menurut kami engkau adalah keturunan dari bangsa vampir dan werewolf. Namun kami tetap memelihara dirimu, kami sangat menyayangimu.


Tidak ada tanda untuk mengetahui siapa orangtuamu, namun kalung yang engkau pakai mungkin bisa menjelaskannya suatu hari nanti."


Hari itu guru Fiona manjelaskan semuanya kepada Hero tentang bagaimana dirinya bisa ada di perguruan Teratai Putih. Hero mendengarkan semua penjelasan itu.


"Hero...bibi tidak bisa memberimu apa-apa, namun terimalah ini." ketua fiona mengeluarkan cincin bermata merah.


"kau tau apa ini Hero...?"


"tidak...cincin apa ini bibi, bentuknya bagus?"


"Hero...ini adalah Ring Save, engkau bisa menyimpan apapun di dalamnya asalkan benda tidak bernyawa. Cincin ini bisa menampung banyak benda. Untuk menggunakannya engkau cukup mengalirkan tenaga dalam."


"Ring Save...bukankah ini benda yang sangat berharga bibi?"


"Dalam dunia persilatan memang banyak yang memilikinya Hero, namun bibi yakin ini akan berguna untuk mu dalam perjalanan. Bibi sedikit didalam Ring Save untuk bekalmu."


"terima kasih bibi..Hero akan selalu mengingat kebaikan bibi."


Hero menerima pemberian cincin dari ketua Fiona. Setelah tidak ada lagi yang dibicarakan Hero pun berpamitan.


Hero bergegas menemui ketua-ketua yang lain dan seluruh anggota perguruan. Ia berpamitan satu persatu kepada mereka semua. Banyak yang memberikan Hero bekal untuk perjalanannya.


Karena ia mempunyai Ring Save, semua pemberian dari anggota perguruan dengan mudah ia simpan disana.

__ADS_1


Hero tidak menolak semua pemberian dari anggota perguruan, setidaknya perjalanan yang akan dilauinya akan sangat panjang dan belum ada gambaran.


"semakin banyak bekal mungkin akan sangat berguna nantinya," Hero membatin dalam hatinya.


__ADS_2