
Saat proses penyatuan selesai, Hero merasakan tubuhnya semakin bertenaga, tubuhnya juga berubah menjadi sedikit besar dan tinggi, hampir mirip anak berusia delapan tahun.
Ada garis berwarna merah melingkar berbentuk naga di lengan kanannya.
"ternyata kita berhasil...kini aku ada dalam tubuhmu tuanku, dan lewat pikiran kita bisa berkomunikasi." Naga Roku berbicara dalam pikiran Hero.
"iya..ternyata penyatuan kita bisa berjalan lancar, aku pun merasakan kekuatanku bertambah berkali lipat."
Bulan sudah bergeser dari peredarannya ketika Hero mulai merasakan kantuk. Ia kemudian merebahkan dirinya di sisi api unggun. Tak berapa lama ia sudah terlelap dalam tidurnya.
#_##
Oscar berjalan pulang menuju kaumnya yang berada di tengah hutan. Malam sudah semakin larut ketika ia sampai pada kaumnya.
Tak ada aktivitas berarti di lingkungan tempat Oscar tinggal. Malam itu begitu sepi. Oscar melangkahkan kakinya menuju rumahnya yang terletak di ujung perkampungan.
Keeesokan harinya ia menemui beberapa orang dikampung nya mengabarkan tentang Hero.
Kemudian ia bersama warga lainnya bergegas menuju ke tempat dimana Oscar meninggalkan Hero semalam.
Hero sudah lebih dulu bangun, ia bermeditasi dengan duduk bersila menghadap laut. Ia tak menyadari kehadiran Oscar dan beberapa warga lain. Ketika sudah dekat Oscar menyapa Hero.
"anak muda..." Oscar mencoba membangunkan meditasi Hero, ia yakin semalam bocah kecil kecil yang dilihatnya tidak seperti sekarang namun ia tidak menemukan orang lain disekitar tempat itu yang membuatnya yakin memang Hero orang yang sama yang ditemuinya tadi malam.
Hero kemudian terbangun dari meditasinya. Melihat ke arah Oscar dan beberapa orang yang bersamanya.
__ADS_1
"maaf membuat kalian menunggu..," Hero mencoba menyapa Oscar dan yang lainnya.
"tidak apa-apa..kami datang karena Oscar yang bilang bahwa anak muda bisa membantu kami mengatasi bencana disini." salah seorang yang bersama Oscar menjawab kata-kata Hero.
"Hari ini saya akan mencoba mengalahkan monster Kraken, apa diantara kalian ada yang memiliki perahu?"
Para warga saling bertatapan, sudah sejak lama tidak ada warga yang melaut. Jadi sangat sulit menemukan perahu.
Hero memahami situasinya ,kemudian ia melanjutkan kata-katanya.
"bisa kalian bantu aku membuat perahu...?"
"kami akan membantumu anak muda."
"aku akan pergi sendiri...kalian tunggulah disini."
Oscar dan kaumnya hanya bisa mengantar Hero sampai naik perahu. Kemudian ombak membawa Hero menuju tengah samudra.
Sampai di tengah samudra, tiba-tiba Hero merasakan perahu bambunya bergerak lebih cepat seperti ada yang mengayunkannya.
"muncullah...aku sudah menunggumu!!"
Hero bersiap untuk segera bertempur dengan monster Kraken.
Byurrrr....byur....rrr. Dari dalam samudra kemudian muncul tangan-tangan Kraken yang begitu banyak dan mulai membalikkan perahu Hero.
__ADS_1
Hero melompat dan berdiri di atas angin. Oscar dan para warga lainnya yang melihat dari kejauhan amat panik. Namun tidak ada dari mereka yang bisa membantu menolong Hero.
"Majulah...!!"ketika tangan-tangan Kraken itu hendak melilit ke tubuh Hero. Ia memegang tangan itu dan menariknya ke luar dari air, kemudian Hero melempar Kraken yang berukuran raksasa tersebut.
"Byurrrr.....Kraken itu tenggelam. Namun tidak berapa lama Kraken itu berusaha kembali menyerang Hero.
Aku akan mengakhirimu, Hero kemudian mengumpulkan tenaga dalamnya dan membentuk bola api di dengan kedua tangannya.
"rasakan ini...jurus bola api, hiaaaattttt..!!!"
bola api itu terus melaju menerjang tubuh Kraken.
Begitu mengenai tubuh Kraken, maka tubuh Kraken itu menjadi leleh seperti terbakar. Kraken itu kemudian masuk kedalam air untuk lari dari Hero.
"kau tak akan bisa lari...!!"
Hero kemudian menyelam dan menarik salah satu tangan Kraken. Dari dalam air ia melempar Kraken yang sudah mulai tidak berdaya terkena bola api milik Hero.
Kraken itu terbang ke langit di atas samudra. Hero kembali menyerangnya menggunakan jurus yang sama yakni bola api.
"Tarrrr....."
"Maafkan aku harus menghancurkanmu..."
Tubuh Kraken itu hancur berkeping-keping terkena bola api Hero. Setelah memastikan bahwa Kraken itu sudah tidak bernyawa. Hero kemudian berjalan di atas air samudera dan kembali ke pesisir pantai menemui Oscar yang masih menunggu bersama kaumnya.
__ADS_1